“Awalnya saya hanya menikmati saat menemukan jawaban, tetapi lama-kelamaan saya justru tertarik pada proses berpikir di baliknya. Sejak saat itu, saya menekuni olimpiade matematika dengan lebih serius,” ujar Jayden.
Suka MTK Sejak SD, Siswa SMAK 1 PENABUR Raih Medali Perunggu IMO 2026

- Jayden Jurianto, siswa SMAK 1 PENABUR, meraih medali perunggu pada International Mathematical Olympiad 2026 di Shanghai, Tiongkok, yang diikuti lebih dari 700 peserta dari 110 negara.
- Minat matematika sejak SD membawanya menekuni olimpiade; setelah emas OSN Matematika, ia menjalani tiga tahap Pelatnas dan rutin belajar mandiri dengan dukungan guru serta teman.
- Sebelumnya meraih perunggu IOAI 2025, Jayden ingin melanjutkan studi Matematika dan Ilmu Komputer, aktif meneliti, serta telah menjadi mentor pelatihan matematika dan AI.
Bagi sebagian orang, matematika mungkin menjadi mata pelajaran yang cukup menantang. Namun, hal berbeda dirasakan Jayden Jurianto, siswa SMAK 1 PENABUR, yang justru mulai menyukai matematika sejak duduk di bangku SD. Ketertarikannya pada proses berpikir dan pemecahan masalah membawanya menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.
Pada ajang The 67th International Mathematical Olympiad (IMO) yang berlangsung pada 10–21 Juli 2026 di Shanghai, Tiongkok, Jayden berhasil meraih medali perunggu. Ia bersaing bersama lebih dari 700 peserta yang berasal dari 110 negara, termasuk Indonesia. Berikut perjalanan Jayden Jurianto tertarik dengan matematika hingga berhasil meraih medali di IMO 2026.
1. Menyukai proses berpikir dalam matematika sejak SD

Ketertarikan Jayden pada matematika berawal dari rasa senangnya ketika berhasil menemukan jawaban dari soal-soal yang menantang. Seiring waktu, ia mulai tertarik pada proses berpikir di balik setiap penyelesaian masalah dan memilih untuk menekuni olimpiade matematika dengan lebih serius.
Menurut Jayden, matematika mengajarkan seseorang untuk berpikir logis, menemukan pola, dan membangun argumen yang kuat. Cara berpikir tersebut tidak hanya berguna dalam kompetisi, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu, seperti ilmu komputer, kecerdasan buatan, sains, hingga kehidupan sehari-hari.
Sebelum meraih medali perunggu di IMO 2026, Jayden juga pernah mengikuti International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2025 dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Hal tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan di bidang sains dan teknologi.
2. Konsisten berlatih dan mendapat dukungan dari lingkungan sekitar

Perjalanan Jayden menuju IMO 2026 dimulai setelah ia meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika. Prestasi tersebut memberinya kesempatan untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Persiapan untuk IMO cukup lama. Setelah OSN Matematika yang saya ikuti Oktober lalu dan berhasil meraih medali emas, saya berkesempatan untuk lanjut mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang diadakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Pelatnas terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap pertama pada Desember 2025, tahap kedua pada Maret 2026, dan tahap ketiga pada Juni 2026. Pada tahap terakhir, hanya enam peserta terbaik yang dipersiapkan untuk mewakili Indonesia di IMO,” cerita Jayden.
Selain mengikuti Pelatnas, Jayden juga meluangkan waktu untuk belajar secara mandiri. Ia rutin membaca buku-buku olimpiade, mengerjakan soal-soal dari kompetisi internasional, berdiskusi dengan teman maupun pembina, serta menjaga konsistensi latihan setiap hari.
“Menurut saya, kemampuan akan semakin berkembang dan terasah melalui latihan yang konsisten,” kata Jayden.
Tak hanya berlatih dengan tekun, Jayden juga mendapat dukungan penuh dari guru dan teman-temannya di sekolah. Dukungan tersebut membantunya tetap fokus menjalani Pelatnas dan memberikan hasil terbaik dalam setiap kompetisi yang diikutinya.
3. Ingin terus belajar dan berkontribusi melalui ilmu pengetahuan

Bagi Jayden, pengalaman mengikuti IMO 2026 bukan hanya tentang berkompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama pelajar dari berbagai negara. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama berada di Shanghai, mulai dari berdiskusi hingga mengenal budaya yang berbeda.
“Saat kompetisi berlangsung, semua peserta tentu sangat fokus dan serius mengerjakan soal. Namun, di luar sesi ujian suasananya jauh lebih santai. Saya bisa bertemu peserta dari berbagai negara, saling berbincang, berdiskusi, bertukar cerita, dan mengenal budaya masing-masing,” tutur Jayden.
Di tengah kesibukannya belajar matematika, Jayden juga memiliki hobi bermain piano dan catur serta beberapa kali menjadi mentor dalam pelatihan Matematika dan Artificial Intelligence (AI) bagi siswa lainnya. Ke depannya, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di bidang Matematika dan Ilmu Komputer serta berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya melalui penelitian dan kontribusi yang bermakna.
“Saya tertarik pada riset yang menggabungkan kedua ilmu tersebut. Selama kuliah nanti saya berharap bisa aktif dalam penelitian dan terus mengembangkan kemampuan agar dapat memberikan kontribusi yang bermakna,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Jayden menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian lahir dari proses yang panjang dan konsisten. Semangatnya untuk terus belajar dan berani mencoba hal-hal baru diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.


![[QUIZ] Pilih Lagu di Upin & Ipin, Kamu Jago Matematika atau Bahasa?](https://image.idntimes.com/post/20251223/upload_f4f1df8e3817abc303ecdd901de1d6c9_94dacbd7-dba1-4234-89f1-4739513d52bd.png)
![[QUIZ] Cara Quality Time Tunjukkan Seberapa Family Person Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20260402/1000013212_6b8c22f6-14dc-470c-82c2-9ebc1364819e.jpg)


![[QUIZ] Tempat Favorit Tunjukkan Kamu Introvert, Ekstrovert, atau Ambivert](https://image.idntimes.com/post/20260701/pexels-shotpot-7705895_30292af8-49bd-4cd5-993e-89b98f3a064e.jpg)














