Potret produk LABORÉ (instagram.com/labore.id)
Memilih moisturizer untuk kulit sensitif bukan sekadar mencari produk yang mampu membuat kulit terasa lembap, tapi turut mempertimbangkan kemampuannya untuk mendukung skin barrier dan proses pemulihan kulit.
LABORÉ menghadirkan dua pilihan moisturizer yang dikembangkan dengan pendekatan 3 Types Synbiotics Technology, yaitu Barrier Revive Cream dan TopiCalm Cream di mana masing-masing memiliki fokus penggunaan berdasarkan kondisi kulit yang membutuhkan perhatian lebih.
Keduanya pun didukung oleh penelitian klinis yang mengevaluasi manfaatnya pada beberapa kondisi kulit yang mengalami gangguan.
Untuk kulit dengan mild-to-moderate atopic dermatitis, LABORÉ Barrier Revive Cream dapat menjadi pilihan yang tepat lewat serangkaian penelitian dalam studi klinis selama 14 hari.
Penelitian tersebut mengevaluasi efek moisturizer anti-inflamasi terhadap tingkat keparahan atopic dermatitis dan fungsi skin barrier, dengan hasil yang menunjukkan efektivitas lebih baik dibandingkan moisturizer kontrol serta peningkatan hidrasi kulit sebesar 83,7%. Data tersebut mendukung pemulihan skin barrier yang lebih cepat pada kulit yang rentan mengalami atopic dermatitis.
Sementara itu, LABORÉ TopiCalm Cream memiliki bukti klinis yang relevan untuk kebutuhan kulit dengan psoriasis vulgaris.
Dalam studi selama 28 hari, TopiCalm dibandingkan dengan moisturizer non-microbiome dan dievaluasi berdasarkan komposisi serta keragaman mikrobiota kulit, tingkat keparahan psoriasis melalui PASI, dan fungsi skin barrier.
Hasil uji klinis menunjukkan bahwa TopiCalm memberikan efektivitas lebih baik dibandingkan moisturizer kontrol, dengan peningkatan kelembapan kulit sebesar 2,05 kali pada 14 hari dan 5,26 kali pada 28 hari, sekaligus mendukung proses pemulihan kulit psoriatik.
Dengan pilihan yang memiliki fokus berbeda tersebut, LABORÉ menawarkan moisturizer yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit yang sedang mengalami gangguan atau membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan.
Barrier Revive Cream memiliki data klinis pada mild-to-moderate atopic dermatitis, sedangkan TopiCalm Cream memiliki penelitian pada psoriasis vulgaris dan pemulihan setelah fractional Er:YAG laser.
Keduanya menjadi bagian dari pendekatan LABORÉ berbasis 3 Types Synbiotics Technology yang berfokus pada dukungan terhadap skin barrier, skin recovery, dan skin resilience.
Memahami kalau merawat kulit sensitif butuh perbaikan mendalam adalah langkah awal untuk lepas dari jerat iritasi yang bolak-balik kumat.
Adanya LABORÉ dengan 3 Types Synbiotics Technology yang tervalidasi secara medis barusan, menjafi jawaban nyata untuk mengembalikan fungsi skin barrier sekaligus membangun ketahanan kulit.
Yuk, mulailah beralih ke perawatan berbasis sains dan rasakan sendiri perubahan kulit yang lebih tenang, sehat, serta tahan banting setiap hari! (WEB/AMS)
Sumber tambahan: https://www.healthline.com/health/skin-barrier