“Dia masih sayang aku gak?”
“Bakal ada potensi sama dia kedepannya gak ya?”
Pertanyaan seperti itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi seseorang yang sedang berada dalam hubungan tanpa kepastian, jawaban atas pertanyaan tersebut bisa terasa sangat penting. Tidak sedikit orang kemudian mencoba mencari jawabannya melalui tarot. Kartu dibuka satu per satu, berharap ada petunjuk mengenai perasaan seseorang, masa depan hubungan, atau kemungkinan untuk kembali bersama.
Lalu, bagaimana jika kartu yang muncul justru memberikan jawaban yang tidak sesuai harapan?
“Coba satu kartu lagi deh.”
Fenomena tersebut mungkin terdengar lucu, tetapi cukup menggambarkan bagaimana sebagian orang menggunakan dan memaknai tarot tersebut. Alih-alih datang untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui, seseorang terkadang sudah memiliki jawaban yang diinginkan sebelum kartu pertama dibuka. Tarot kemudian menjadi tempat untuk mencari validasi atas harapan, perasaan, atau keyakinan yang sebelumnya sudah ada.
Misalnya, seseorang yang masih berharap kembali dengan mantan kekasih datang untuk menanyakan apakah hubungan mereka masih memiliki peluang. Ketika hasil pembacaan menunjukkan bahwa hubungan tersebut sebaiknya diakhiri, respons yang muncul belum tentu berupa penerimaan.
“Kayaknya emang tangannya lagi bau.”
Dari situ, pertanyaan baru pun muncul. Kartu kembali dikocok, pertanyaan dibuat sedikit berbeda, dan pembacaan dilakukan sekali lagi. Harapannya sederhana, yakni mendapatkan jawaban yang sesuai dengan apa yang ingin didengar.
