Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Bookthrifting untuk Pemula agar Tidak Salah Pilih Buku
ilustrasi bookthrifting (magnific.com/magnific)
  • Bookthrifting menawarkan buku terjangkau dan judul langka, tetapi pemula perlu memeriksa sampul, punggung, halaman, noda, jamur, kelembapan, serta bau buku sebelum membeli.
  • Pastikan isi buku lengkap dengan mengecek bagian awal, tengah, dan akhir. Perhatikan coretan, highlight, tahun terbit, penerbit, format, serta edisi agar sesuai kebutuhan.
  • Bandingkan harga dengan buku baru atau marketplace, lalu beli berdasarkan minat dan daftar incaran, bukan semata harga murah, agar terhindar dari pembelian impulsif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bookthrifting bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mendapatkan buku dengan harga lebih terjangkau. Selain bisa menghemat pengeluaran, berburu buku bekas juga memberikan kesempatan untuk menemukan judul-judul lama yang mungkin sudah sulit ditemukan di toko buku biasa. Sensasi menemukan buku incaran di antara tumpukan buku bekas juga menjadi kesenangan tersendiri bagi para pencinta buku.

Namun, membeli buku bekas tentu membutuhkan sedikit ketelitian. Kondisi fisik, kelengkapan halaman, hingga edisi buku perlu diperhatikan agar kamu tidak kecewa setelah membelinya. Supaya pengalaman berburu buku bekas pertamamu lebih menyenangkan, berikut lima tips bookthrifting untuk pemula.

1. Periksa kondisi fisik buku

ilustrasi bookthrifting (magnific.com/magnific)

Sebelum membeli, jangan hanya melihat judul dan sampul buku. Periksa kondisi fisiknya secara menyeluruh, mulai dari sampul, punggung buku, halaman, hingga bagian dalamnya. Pastikan tidak ada halaman yang sobek, hilang, terlepas, atau terkena noda yang cukup parah.

Kamu juga perlu mengecek apakah buku memiliki bekas lembap, jamur, atau bau yang terlalu menyengat. Kondisi seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi dapat mengganggu kenyamanan membaca dan berpotensi merusak koleksi buku lain jika disimpan berdekatan. Kalau membeli secara online, jangan ragu meminta penjual mengirimkan foto kondisi buku dari beberapa sisi agar kamu bisa mengeceknya dengan lebih jelas.

2. Cek kelengkapan halaman

ilustrasi memeriksa kondisi buku (freepik.com/freepik)

Buku bekas yang terlihat bagus dari luar belum tentu memiliki isi yang lengkap. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk membuka beberapa bagian buku dan memastikan halaman-halamannya masih utuh. Jika memungkinkan, periksa bagian awal, tengah, dan akhir buku karena kerusakan atau halaman yang hilang tidak selalu terlihat dari luar.

Kamu juga perlu memperhatikan apakah ada halaman yang sengaja disobek atau tulisan yang terlalu banyak di dalamnya. Coretan kecil atau beberapa highlight mungkin masih bisa ditoleransi, terutama jika harganya jauh lebih murah. Namun, jika kondisi tersebut mengganggu pengalaman membaca, sebaiknya pertimbangkan untuk mencari eksemplar lainnya.

3. Sesuaikan edisi dengan kebutuhan

ilustrasi bookthrifting (magnific.com/magnific)

Saat bookthrifting, kamu mungkin menemukan beberapa edisi dari buku yang sama dengan harga berbeda. Jangan langsung menganggap edisi dengan harga paling murah sebagai pilihan terbaik karena setiap edisi bisa memiliki perbedaan tertentu. Perhatikan tahun terbit, penerbit, format, ukuran buku, serta apakah buku tersebut merupakan edisi khusus atau cetakan ulang.

Hal ini terutama penting jika kamu sedang mencari buku untuk kebutuhan tertentu, seperti koleksi pribadi atau melengkapi sebuah seri. Untuk buku terjemahan, kamu juga bisa mengecek nama penerjemah dan tahun terbitnya. Dengan begitu, kamu tidak akan menyesal setelah mengetahui bahwa buku yang dibeli ternyata bukan edisi yang kamu inginkan.

4. Bandingkan harga sebelum membeli

ilustrasi bookthrifting (magnific.com/magnific)

Salah satu kesalahan pemula saat bookthrifting adalah menganggap semua buku bekas pasti lebih murah. Padahal, beberapa buku bekas justru dijual dengan harga yang hampir sama atau bahkan lebih mahal daripada harga buku barunya. Hal ini bisa terjadi karena buku tersebut sudah langka, merupakan edisi tertentu, atau memiliki permintaan yang tinggi.

Sebelum membayar, coba bandingkan harga buku tersebut dengan beberapa toko buku atau marketplace. Jika selisih harganya hanya sedikit, membeli buku baru mungkin menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Sebaliknya, jika kamu menemukan buku berkualitas dengan harga jauh lebih rendah, kesempatan seperti ini tentu layak untuk dipertimbangkan.

5. Jangan membeli hanya karena harganya murah

ilustrasi bookthrifting (magnific.com/magnific)

Harga murah memang menjadi salah satu daya tarik utama bookthrifting, tetapi bukan berarti semua buku murah wajib dibawa pulang. Kalau kamu membeli buku hanya karena harganya rendah, lama-kelamaan rak bukumu bisa dipenuhi buku yang sebenarnya tidak pernah ingin kamu baca. Pada akhirnya, pengeluaran tetap bertambah meskipun setiap bukunya dibeli dengan harga murah.

Sebelum membeli, tanyakan kepada diri sendiri apakah kamu benar-benar tertarik dengan bukunya atau memang sudah lama mencarinya. Kamu juga bisa membuat daftar judul incaran sebelum pergi bookthrifting agar lebih fokus ketika melihat banyak pilihan. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati keseruan berburu buku tanpa berakhir dengan pembelian impulsif.

Bookthrifting pada dasarnya bukan sekadar mencari buku dengan harga semurah mungkin, tetapi juga menemukan buku yang sesuai dengan kebutuhan dan selera. Dengan melakukan lima hal di atas, kamu bisa mengurangi kemungkinan mendapatkan buku yang mengecewakan. Jadi, tak perlu terburu-buru saat menemukan buku menarik, dan jangan takut untuk melewatkan sebuah buku jika kondisinya memang kurang sesuai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article