- Semprot dari jarak sekitar 15 cm. Jarak ini membantu parfum menyebar sebagai kabut halus dan tidak terkumpul di satu titik.
- Biarkan mengering secara alami. Setelah disemprotkan ke pergelangan tangan atau titik nadi lainnya, tunggu sekitar 20–30 detik tanpa menggosoknya.
- Kalau ingin memindahkan aroma, cukup tepuk perlahan. Menempelkan kedua pergelangan tangan secara lembut lebih baik daripada menggosoknya dengan kuat.
- Semprotkan pada titik nadi. Pergelangan tangan, bagian belakang telinga, bagian dalam siku, dan bagian belakang lutut merupakan area yang relatif hangat sehingga dapat membantu aroma parfum menyebar.
Kenapa Parfum Sebaiknya Tidak Digosok setelah Disemprot?

- Menggosok parfum setelah disemprot menimbulkan gesekan dan kenaikan suhu kulit, sehingga top notes yang mudah menguap berpotensi hilang lebih cepat.
- Aroma parfum tidak langsung hilang saat digosok, tetapi perkembangan wanginya dapat berlangsung lebih singkat; efeknya bergantung pada komposisi parfum, kulit, dan konsentrasi wewangian.
- Untuk menjaga aroma berkembang baik, semprot dari jarak sekitar 15 cm pada titik nadi, diamkan 20–30 detik, dan gunakan pelembap tanpa aroma pada kulit kering.
Ada kebiasaan kecil yang mungkin dilakukan hampir tanpa sadar setelah memakai parfum, yakni menyemprotkannya ke pergelangan tangan, lalu menggosok kedua tangan agar aromanya lebih merata. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan oleh banyak orang selama bertahun-tahun, baik karena diajarkan sejak dulu maupun sekadar ingin membuat aroma parfum lebih merata. Namun, ternyata ada alasan mengapa cara tersebut mulai ditinggalkan oleh para pencinta parfum.
Hal ini bukan berarti kebiasaan menggosok parfum akan langsung membuat wanginya hilang atau menjadi tidak tercium. Ada proses tertentu yang terjadi pada parfum setelah disemprotkan ke kulit, dan cara kita memperlakukannya bisa ikut memengaruhi hasil akhirnya. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi ketika parfum digosok setelah disemprot?
Table of Content
1. Apa yang terjadi saat parfum digosok?

ilustrasi parfum (unsplash.com/Hans Vivek) Parfum tidak langsung mengeluarkan seluruh aromanya sekaligus. Setelah disemprotkan, kandungan di dalamnya menguap secara bertahap. Dengan begitu, wanginya bisa berubah dari aroma awal yang ringan dan segar, kemudian berkembang menjadi aroma inti, sebelum akhirnya menyisakan aroma dasar yang lebih tahan lama.
Masalahnya, menggosok parfum membuat kulit mengalami gesekan dan sedikit meningkatkan suhu. Kondisi ini dapat membuat bagian parfum yang lebih mudah menguap, terutama aroma awal atau top notes, hilang lebih cepat. Akibatnya, perubahan aroma parfum bisa berlangsung terlalu cepat dan wangi segarnya tidak bertahan seperti ketika parfum dibiarkan mengering sendiri.
2. Benarkah aroma parfum jadi lebih cepat hilang?

ilustrasi parfum (unsplash.com/MART PRODUCTION) Menggosok parfum tidak otomatis membuat wanginya langsung hilang. Efeknya juga bisa berbeda tergantung pada jenis parfum, komposisi bahan, kondisi kulit, hingga konsentrasi wewangian.
Meski begitu, kebiasaan tersebut berpotensi membuat top notes menguap lebih cepat sehingga perubahan aroma terasa lebih singkat. Inilah alasan banyak ahli parfum menyarankan untuk tidak menggosok kulit setelah menyemprotkan parfum jika ingin menikmati wanginya sesuai karakter aslinya.
3. Cara memakai parfum agar lebih tahan lama

ilustrasi pria sedang menyemprotkan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo) Supaya parfum bisa berkembang dengan baik dan aromanya lebih awet, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
Selain itu, kondisi kulit juga berpengaruh pada ketahanan parfum. Parfum umumnya lebih mudah bertahan pada kulit yang lembap dibandingkan dengan kulit yang sangat kering. Oleh karena itu, menggunakan pelembap tanpa aroma sebelum memakai parfum bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mempertahankan wanginya, lho!
4. Kenapa kebiasaan menggosok parfum masih banyak dilakukan?

ilustrasi menggosok parfum (pexels.com/Aleksey Danilchenko) Kebiasaan menggosok parfum di pergelangan tangan sudah cukup lama dikenal dan mungkin ditiru dari orang tua, teman, atau bahkan adegan di film. Gerakannya juga terasa masuk akal karena dianggap bisa membuat parfum lebih merata. Padahal, tidak ada kebutuhan untuk menggosok parfum agar aromanya bekerja dengan baik. Cukup semprotkan, diamkan, lalu biarkan parfum mengering dan berkembang dengan sendirinya. Dengan cara ini, setiap lapisan aroma memiliki kesempatan untuk muncul secara bertahap.
Jadi, kalau ingin parfum tetap wangi sesuai karakter aslinya, cukup ingat satu hal: semprot, jangan digosok, lalu biarkan mengering secara alami. Dengan begitu, wangi parfummu pun bakal tahan lama.



















![[QUIZ] Orang Melihat Sikapmu, tapi Kuis Ini Membaca Perasaan di Baliknya](https://image.idntimes.com/post/20250528/pexels-olha-ruskykh-6454779-ca7861d229530a4050f7ba8e168cf362.jpg)