Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Cerdas Membeli Peralatan Bayi Bekas, Utamakan Keamanan!

5 Tips Cerdas Membeli Peralatan Bayi Bekas, Utamakan Keamanan!
Ilustrasi bayi bermain lego (pexels.com/Lisa Fotios)
  • Peralatan bayi bekas dapat menghemat biaya, tetapi pembeli perlu memprioritaskan keamanan di balik tampilan dan harga murah.
  • Periksa usia pakai, nomor model, riwayat perbaikan, serta celah atau mekanisme pengunci yang berpotensi membahayakan bayi.
  • Pastikan barang bebas bau menyengat atau jamur, dan suku cadang asli seperti sabuk, pengunci, serta roda masih tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Membeli peralatan bayi bekas bisa membantu menghemat pengeluaran karena banyak barang hanya digunakan dalam waktu singkat. Namun, harga murah jangan sampai membuat kita melewatkan faktor keamanan si kecil. Yuk, cek beberapa hal penting sebelum tergoda membawa barang bekas pulang!

Barang yang terlihat mulus belum tentu masih aman digunakan. Ada bagian yang aus, pernah diperbaiki, atau memiliki riwayat penggunaan yang gak terlihat dari luar. Karena itu, pemeriksaan kecil sebelum membeli justru sangat penting.

  1. 1. Cari tahu usia barang, bukan cuma tahun pembelian

    Anak mendorong stroler
    Ilustrasi anak mendorong stroler (pexels.com/Yan Krukau)

    Jangan hanya bertanya kapan barang dibeli, tetapi tanyakan juga berapa lama barang tersebut digunakan. Material seperti plastik, kain, dan busa bisa mengalami penurunan kondisi seiring pemakaian.

    Jika penjual gak mengetahui usia barangnya, periksa label, nomor model, atau informasi produksi. Nomor model juga dapat membantu mencari informasi mengenai penarikan produk jika pernah terjadi masalah keamanan.

  2. 2. Waspadai barang yang pernah dimodifikasi

    Pria mengecek keranjang bayi
    Ilustrasi pria mengecek keranjang bayi (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Barang yang pernah diperbaiki belum tentu berbahaya, tetapi bagian yang dimodifikasi perlu diperiksa lebih teliti. Baut, pengunci, jahitan, atau komponen pengganti bisa saja gak lagi sesuai dengan rancangan awal.

    Tanyakan bagian mana yang pernah rusak dan bagaimana perbaikannya dilakukan. Jika penjual gak bisa memberikan penjelasan yang jelas, lebih baik pertimbangkan barang lain yang riwayatnya lebih mudah dipastikan.

  3. 3. Periksa celah yang bisa menjepit

    Bayi dalam stroler
    Ilustrasi bayi dalam stroler (pexels.com/RDNE Stock project)

    Jangan hanya mengecek apakah barang terlihat kokoh dan bersih. Perhatikan celah pada engsel, sambungan, roda, atau bagian yang bergerak karena area tersebut bisa menjadi titik jepit.

    Gerakkan setiap bagian sesuai fungsi normalnya untuk melihat apakah ada yang longgar atau menutup tiba-tiba. Jika mekanisme pengunci gak bekerja sempurna, sebaiknya jangan mengambil risiko meski kondisi luarnya masih bagus.

  4. 4. Cium apakah masih ada bau atau residu

    Pakaian bayi
    Ilustrasi pakaian bayi (pexels.com/Matilda Wormwood)

    Bau menyengat pada barang bekas bisa berasal dari asap rokok, jamur, bahan pembersih, atau zat lain yang sudah terserap ke kain dan busa. Hal ini sering luput karena perhatian pembeli biasanya hanya tertuju pada kondisi fisik.

    Tanyakan bagaimana barang disimpan dan dibersihkan sebelumnya. Jika bau tetap kuat atau terdapat jamur yang sulit dihilangkan, lebih baik mencari pilihan lain yang lebih mudah dibersihkan.

  5. 5. Pastikan suku cadangnya masih tersedia

    Ibu berbelanja di toko bayi
    Ilustrasi ibu berbelanja di toko bayi (pexels.com/edie weintraub)

    Barang bekas mungkin masih berfungsi, tetapi bisa menjadi kurang aman ketika sabuk, pengunci, roda, atau komponen penting lainnya mulai aus. Masalahnya, beberapa produk lama sudah sulit mendapatkan suku cadang asli.

    Sebelum membeli, catat merek dan nomor modelnya lalu cari tahu ketersediaan komponen pengganti. Hindari mengganti komponen keselamatan dengan bagian yang dibuat sendiri karena belum tentu sesuai dengan rancangan produk.

    Membeli peralatan bayi bekas bisa tetap menjadi pilihan hemat selama keamanan menjadi pertimbangan utama. Jangan hanya melihat harga dan tampilan, tetapi periksa juga usia, riwayat, komponen, serta kondisi tersembunyi.

    Sedikit lebih teliti sebelum membeli bisa membuat penghematan terasa lebih tenang. Kalau ada bagian yang meragukan, gak perlu memaksakan diri hanya karena harganya murah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More