Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Hal yang Sering Bikin New Mom Panik, Padahal Normal pada Bayi

6 Hal yang Sering Bikin New Mom Panik, Padahal Normal pada Bayi
Ilustrasi new mom (pexels.com/Sarah Chai)
  • Bersin, cegukan setelah menyusu, gumoh ringan, serta suara kecil saat tidur umumnya normal karena sistem tubuh bayi masih berkembang, selama bayi nyaman, bernapas normal, dan menyusu baik.
  • Tangisan meski kebutuhan dasar terpenuhi dapat menjadi cara bayi berkomunikasi karena lelah, butuh pelukan, atau terlalu banyak stimulasi; kulit mengelupas dan bintik kecil juga tidak selalu serius.
  • Orangtua perlu segera berkonsultasi bila muncul kesulitan bernapas, demam, lemas, sulit menyusu, muntah berulang atau tidak biasa, dehidrasi, kebiruan, ruam cepat menyebar, atau perubahan perilaku mengkhawatirkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi tiba-tiba bersin beberapa kali. Napasnya terdengar berbeda. Setelah menyusu, dia gumoh sedikit. Sebagai new mom, hal-hal kecil seperti ini bisa langsung membuat jantung berdebar. Apalagi ketika kamu belum terbiasa membaca tanda-tanda dari tubuh bayi dan belum tahu mana yang masih wajar. Rasanya sedikit perubahan saja sudah cukup untuk membuatmu berpikir, 'Ini bayiku baik-baik saja, kan?'.

Perasaan khawatir sebenarnya sangat manusiawi, apalagi ketika kamu sedang belajar menjadi ibu. Namun, bayi memang punya banyak perilaku dan kondisi tubuh yang terlihat aneh bagi orang dewasa, tetapi bisa menjadi bagian dari perkembangan normalnya. Meski begitu, kata 'normal' bukan berarti semua kondisi boleh diabaikan. Yuk, kenali beberapa hal yang sering membuat new mom panik, sekaligus pahami kapan kamu tetap perlu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan.

  1. 1. Bayi sering bersin meski gak sedang pilek

    Ilustrasi bayi sebagai visual pendukung artikel, menggunakan foto stok dari Pexels karya Isaac Taylor.
    ilustrasi bayi (pexels.com/Isaac Taylor)

    Melihat bayi bersin berkali-kali mungkin langsung membuatmu berpikir dia sedang sakit. Kamu mungkin mengecek hidungnya, melihat apakah ada lendir, lalu mulai khawatir akan muncul demam. Padahal, bayi baru lahir memang bisa bersin sebagai cara tubuh membersihkan hidung dari debu, lendir, atau partikel kecil lainnya. Saluran hidung bayi juga masih sangat kecil sehingga sedikit iritasi saja bisa memicu bersin.

    Jadi, bersin sesekali gak selalu berarti bayi sedang mengalami flu. Kamu bisa memperhatikan kondisi bayi secara keseluruhan, termasuk apakah dia tetap menyusu dengan baik dan terlihat nyaman. Kalau bersin disertai gejala lain seperti kesulitan bernapas, demam, bayi sulit menyusu, atau terlihat sangat lemas, jangan hanya menganggapnya sebagai bersin biasa. Kondisi tersebut perlu dibicarakan kepada tenaga kesehatan.

  2. 2. Bayi sering cegukan setelah menyusu

    Ilustrasi seorang bayi dari Pexels karya Helena Lopes yang digunakan sebagai visual pendukung artikel pada publikasi daring.
    ilustrasi bayi (pexels.com/Helena Lopes)

    'Lho, kok cegukan lagi?' Pertanyaan ini mungkin muncul ketika bayi baru selesai menyusu lalu mulai cegukan. Suara cegukan yang berulang memang bisa membuat orangtua merasa ada sesuatu yang salah. Namun, cegukan cukup umum terjadi pada bayi, termasuk setelah menyusu. Sistem tubuh bayi masih berkembang sehingga refleks seperti cegukan bisa muncul lebih mudah.

    Kalau bayi tetap terlihat nyaman, bernapas normal, dan bisa menyusu dengan baik, cegukan biasanya gak perlu membuatmu panik. Kamu bisa menggendong bayi dalam posisi tegak setelah menyusu dan memberikan waktu untuk bersendawa sesuai kebutuhannya. Gak perlu mencoba berbagai cara ekstrem untuk menghentikan cegukan. Kalau cegukan sangat mengganggu, terjadi bersama muntah berulang, kesulitan bernapas, atau bayi terlihat sakit, konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

  3. 3. Bayi gumoh setelah minum susu

    Ilustrasi bayi dari Pexels karya Rene Terp digunakan sebagai visual pendukung artikel tentang anak dan keluarga.
    ilustrasi bayi (pexels.com/Rene Terp)

    Gumoh adalah salah satu hal yang cukup sering membuat orangtua baru khawatir. Setelah menyusu, sedikit susu bisa keluar kembali dari mulut bayi. Karena bentuknya menyerupai muntah, kamu mungkin langsung takut bayi kekurangan nutrisi. Padahal, saluran pencernaan bayi masih berkembang dan katup antara kerongkongan serta lambung belum bekerja seefektif orang dewasa.

    Gumoh ringan biasanya berbeda dari muntah yang keluar dengan kuat atau berulang. Setelah menyusu, kamu bisa menggendong bayi dalam posisi tegak untuk beberapa saat dan menghindari aktivitas yang terlalu banyak. Tetap perhatikan kondisi bayi secara keseluruhan, termasuk pertumbuhan dan pola menyusunya. Kalau bayi muntah berulang, muntah berwarna hijau atau berdarah, sulit menyusu, tampak sangat lemas, atau ada tanda dehidrasi, segera hubungi tenaga kesehatan.

  4. 4. Bayi tidur dengan banyak suara kecil

    Seorang ibu berbaring di tempat tidur sambil memeluk bayi yang tidur di dekatnya, menggambarkan waktu istirahat bersama.
    ilustrasi tidur dengan bayi (pexels.com/William Fortunato)

    Saat tidur, bayi bisa mengeluarkan berbagai suara. Ada yang mendengus, mengerang kecil, mengeluarkan suara seperti mengorok, bahkan bergerak atau membuat ekspresi wajah. Bagi orangtua baru, suara tersebut bisa terasa mengkhawatirkan karena tidur bayi terlihat jauh berbeda dari tidur orang dewasa. Kamu mungkin beberapa kali mengecek wajahnya hanya untuk memastikan dia masih bernapas.

    Bayi memang memiliki pola tidur yang berbeda dan bisa tampak cukup aktif ketika tidur. Meski begitu, keamanan tetap menjadi hal utama. Pastikan bayi tidur telentang di permukaan yang rata dan kokoh, tanpa bantal, selimut longgar, atau benda lain di sekitar area wajahnya. Kalau suara napas disertai jeda yang mengkhawatirkan, perubahan warna kulit menjadi kebiruan, tarikan napas yang berat, atau bayi terlihat kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.

  5. 5. Bayi tiba-tiba menangis padahal semua kebutuhan sudah dipenuhi

    Ilustrasi bayi yang menangis dengan ekspresi sedih, menggambarkan kondisi saat ia membutuhkan perhatian atau kenyamanan.
    ilustrasi bayi menangis (pexels.com/William Fortunato)

    Sudah disusui, popok sudah diganti, suhu ruangan nyaman, tetapi bayi tetap menangis. Situasi seperti ini bisa membuat new mom merasa panik sekaligus frustrasi. Kamu mungkin mulai memeriksa semuanya dari awal karena merasa pasti ada sesuatu yang terlewat. Padahal, menangis memang merupakan salah satu cara utama bayi berkomunikasi.

    Bayi bisa menangis karena lelah, membutuhkan pelukan, terlalu banyak stimulasi, atau sekadar ingin merasa dekat dengan orang yang merawatnya. Kamu bisa mencoba menggendong, menenangkan suasana, atau mengurangi suara dan cahaya di sekitarnya. Namun, kalau tangisan terasa sangat berbeda dari biasanya, sulit ditenangkan, atau disertai demam, sulit bernapas, muntah berulang, bayi sulit menyusu, atau tampak sangat lemas, jangan menganggapnya sekadar rewel. Perubahan perilaku pada bayi layak diperhatikan dan dibicarakan kepada tenaga kesehatan bila membuatmu khawatir.

  6. 6. Kulit bayi terlihat mengelupas atau muncul bintik kecil

    Ilustrasi ibu menggendong bayi kecil dengan penuh kasih sebagai gambaran kedekatan dan perawatan anak.
    ilustrasi ibu dan bayi (Pexels.com/Karolina Grabowska)

    Kulit bayi baru lahir memang bisa terlihat berbeda dari kulit orang dewasa. Beberapa bayi mengalami kulit kering atau mengelupas, terutama pada hari-hari awal setelah lahir. Ada juga bayi yang mengalami bintik-bintik kecil atau perubahan warna kulit tertentu yang bisa membuat orangtua langsung mencari-cari penyebabnya. Kondisi kulit bayi memang perlu diperhatikan, tetapi gak semua perubahan berarti masalah serius.

    Hindari langsung mengoleskan berbagai produk hanya karena melihat kulit bayi berubah. Gunakan produk yang memang sesuai untuk bayi dan ikuti saran tenaga kesehatan jika kondisi kulitnya membutuhkan perawatan tertentu. Kalau muncul ruam yang menyebar cepat, kulit melepuh, bengkak, disertai demam, bayi terlihat sakit, atau kamu merasa ada sesuatu yang gak beres, segera konsultasikan. Intinya, kenali pola kulit bayi dan jangan ragu bertanya ketika perubahan terlihat berbeda dari biasanya.

    Gak perlu merasa bersalah karena mudah khawatir. Kamu sedang belajar memahami seseorang yang belum bisa menjelaskan apa yang dia rasakan. Tetap perhatikan tanda-tanda penting, pastikan lingkungan bayi aman, dan jangan ragu mencari bantuan ketika ada sesuatu yang membuatmu benar-benar khawatir. Menjadi ibu yang baik bukan berarti selalu tahu jawabannya. Kadang, menjadi ibu yang baik justru berarti tahu kapan harus berhenti menebak dan meminta bantuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More