Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Merawat Rumah saat Kondisi Cuaca Sedang Tidak Bersahabat
ilustrasi rumah modern (pexels.com/Vecislavas Popa)
  • Perubahan panas dan hujan deras dapat merusak atap, saluran air, dinding, serta meningkatkan kelembapan rumah; perawatan rutin membantu menjaga kenyamanan dan menekan biaya perbaikan.
  • Atap dan saluran air perlu diperiksa serta dibersihkan rutin untuk mencegah rembesan dan genangan; ventilasi, jendela, kipas, atau pengatur kelembapan membantu mengurangi udara pengap dan jamur.
  • Perabot kayu atau kain, instalasi listrik, halaman, dan pohon sekitar rumah perlu dirawat; segera perbaiki kabel rusak, bersihkan area luar, serta pangkas ranting rapuh demi mengurangi risiko cuaca buruk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca tidak menentu memang bisa membuat kondisi rumah jadi lebih cepat mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan cara yang benar. Perubahan antara panas yang cukup terik dan juga hujan yang deras ternyata bisa saja mempengaruhi bagian saluran air, dinding, atap, hingga kelembaban yang ada di dalam rumah, sehingga bisa berpotensi menimbulkan berbagai masalah.

Perawatan rumah harus dilakukan secara rutin agar bangunan tetap terasa nyaman untuk ditempati dan tidak mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan karena cuaca ekstrem. Melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, maka kondisi rumah pun tetap terjaga dan bisa membantu mengurangi biaya perbaikan dalam jangka panjang.

1. Rutin memeriksa atap dan saluran air

ilustrasi atap rumah (unsplash.com/Blond Fox)

Atap menjadi bagian rumah yang paling sering mengalami dampak langsung dari perubahan cuaca, terutama pada saat terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Kondisi atap yang retak atau bergeser bisa saja menyebabkan air mudah merembes ke bagian dalam rumah dan pada akhirnya justru memicu kerusakan pada bagian plafon hingga dinding.

Bukan hanya atap, saluran air juga harus dibersihkan secara rutin agar tidak sampai tersumbat oleh daun atau pun kotoran lainnya. Saluran yang kondisinya mampet bisa saja menyebabkan genangan air di area sekitar rumah dan pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kelembaban berlebih pada bagian dinding rumah.

2. Menjaga sirkulasi udara tetap baik

ilustrasi membuka jendela (unsplash.com/Jametlene Reskp)

Cuaca yang mengalami perubahan ternyata bisa membuat kondisi udara dalam rumah jadi terasa lebih lembab atau bahkan pengap jika sirkulasi udaranya tidak baik. Kondisi ini sangat rentan terjadi pada saat rumah terlalu tertutup pada saat hujan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga membuat ruangan terasa kurang nyaman atau bahkan memicu munculnya jamur.

Membuka jendela pada waktu tertentu dan memastikan ventilasi tidak tertutup bisa membantu untuk tetap menjaga aliran udara agar tetap lancar. Penggunaan kipas angin atau alat pengatur kelembaban dianggap cukup efektif untuk mengurangi risiko udara lembab di dalam rumah agar tetap nyaman untuk ditempati.

3. Melindungi perabotan dan instalasi listrik

ilustrasi instalasi listrik (pexels.com/Pixabay)

Perubahan cuaca yang cukup ekstrem bisa saja mempengaruhi kondisi perabotan rumah, terutama yang menggunakan bahan kayu atau kain. Kondisi udara yang cukup lembab bisa membuat perabotan jadi lebih mudah berjamur, sedangkan panas secara berlebihan bisa saja menyebabkan permukaan kayu jadi lebih cepat mengalami keretakan atau bahkan memudar dari sebelumnya.

Instalasi listrik juga harus diperhatikan dengan seksama karena cuaca buruk bisa saja meningkatkan risiko terjadinya korsleting. Jika memang ada kabel yang sudah mulai terlihat rusak atau stop kontak yang terkena rembesan air, maka harus segera diperbaiki agar nantinya tidak sampai berpotensi membahayakan keselamatan dari penghuni rumah di dalamnya.

4. Merawat halaman dan area sekitar rumah

ilustrasi rumah ala klasik Amerika (pexels.com/Pixabay)

Halaman rumah yang tidak dirawat dengan baik ternyata sangat rentan menjadi sumber masalah pada saat kondisi cuaca sedang tidak stabil. Rumput yang terlalu tinggi, daun kering yang sudah mulai menumpuk, atau saluran luar rumah yang terlihat kotor bisa saja menyebabkan air hujan sulit mengalir dan pada akhirnya menimbulkan genangan berlebih.

Pohon besar yang ada di sekitar rumah juga harus diperhatikan agar ranting rapuh tidak sampai berpotensi membahayakan ketika angin kencang terjadi. Memangkas cabang yang terlalu lebat bisa membantu mengurangi risiko ranting jatuh dan pada akhirnya justru bisa merusak atap atau bahkan kendaraan yang terparkir di luar.

Merawat rumah saat cuaca sedang tidak menentu memang menjadi langkah penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para penghuni rumah. Perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin bisa membantu menghindari risiko kerusakan yang lebih besar dan membuat rumah tetap sehat dan nyaman untuk ditempati. Perhatian yang tepat pada setiap bagian rumah bisa meminimalisir dampak buruk terhadap perubahan cuaca.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article