Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Pelajaran dari Episode Ambil Galah Tolong Tunjukkan Upin & Ipin

5 Pelajaran dari Episode Ambil Galah Tolong Tunjukkan Upin & Ipin
pelajaran dari episode "Ambil Galah Tolong Tunjukkan" Upin & Ipin (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
  • Episode season 3 ini menampilkan Upin, Ipin, dan teman-temannya melihat penjualan rambutan sebagai peluang usaha sederhana dengan promosi serta lokasi yang tepat.
  • Mereka bekerja sama mengumpulkan rambutan, meminta bantuan Tok Dalang, lalu menghadapi sulitnya mencari pembeli karena warga kampung umumnya memiliki pohon rambutan sendiri.
  • Setelah dagangan terjual, Mail membagi keuntungan secara rata kepada semua yang terlibat, sementara Ehsan sakit perut karena terlalu banyak memakan rambutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serial Upin & Ipin memang telah mengudara untuk waktu yang lama sejak 2007 dan masih bertahan tayang hingga kini. Total sudah ada beratus-ratus episode dan puluhan season dari kartun produksi Malaysia ini. Meski nyaris semua episodenya meninggalkan kesan yang kuat setelah disaksikan, banyak penonton yang merasa bahwa episode-episode keluaran lama dari kartun ini lebih memorable dan membekas di hati, berkat latar kehidupan sederhana serta cerita yang heartwarming.

Salah satu episode dari musim-musim awal yang banyak didiskusikan ialah "Ambil Galah Tolong Tunjukkan" dari season 3. Episode ini mengambil cerita ketika Upin dan kawan-kawan terpikir untuk menjalankan bisnis kecil-kecilan dengan berjualan buah rambutan. Kira-kira, pelajaran positif apa saja yang bisa dipetik dari episode ini, tetapi sering gak disadari penonton?

  1. 1. Hal sederhana apa pun bisa jadi ladang cuan

    Mail terpikir untuk menjalankan bisnis berjualan rambutan usai melihat buah milik Tok Dalang tersebut
    Mail terpikir untuk menjalankan bisnis berjualan rambutan usai melihat buah milik Tok Dalang tersebut (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Saat berniat ingin berbisnis, seringnya orang terpikir untuk menjual sesuatu yang bernilai tinggi. Misalnya membuat kerajinan tangan kreatif, menjual camilan atau kudapan yang sedang ngetren, atau model bisnis lainnya yang membutuhkan usaha dan modal cukup besar. Padahal, sesimpel menjual buah seperti Upin dan kawan-kawan juga bisa menjadi peluang rezeki, asal dibarengi cara berpromosi yang tepat dan pemilihan tempat yang strategis.

    Memang, sih, di beberapa daerah mungkin sudah ada banyak penjual buah sehingga cukup sulit menggaet pembeli baru yang sejak lama sudah akrab dengan penjual lain. Tapi, sebenarnya dengan teknik pemasaran khusus tanpa perlu meniru model atau harga yang dipatok penjual sejenis, kita tetap bisa memiliki pasar sendiri dan dikenal oleh masyarakat setempat. Toh, gak ada aturan yang melarang hanya boleh ada satu penjual buah saja di suatu daerah. Semua orang tetap boleh memasarkan dagangannya dengan cara masing-masing, selama mampu menawarkan sesuatu yang membuat calon pembeli tertarik.

  2. 2. Bekerja sama bisa membuat semuanya lebih mudah

    Tok Dalang dan para bocah bekerja sama mengumpulkan buah rambutan untuk dijual
    Tok Dalang dan para bocah bekerja sama mengumpulkan buah rambutan untuk dijual (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Pada episode ini, kita bisa melihat bagaimana Upin dan Ipin beserta kawan-kawannya, Mail, Fizi, Jarjit, dan Ehsan, bekerja sama untuk memungut buah rambutan. Toh, mereka sedari awal sudah berdiskusi untuk berjualan bersama-sama sehingga sebelum itu, mereka perlu terlebih dahulu mengumpulkan stok rambutan yang cukup banyak agar bisa dipasarkan kepada pembeli.

    Memang, sih, di awal mereka sempat kesulitan untuk mengambil rambutan yang masih bergelantungan di pohon. Karena itu, pelajaran lainnya adalah gak ada salahnya meminta bantuan orang lain, seperti mereka yang akhirnya ditolong Tok Dalang untuk mengambil buah rambutan dari pohon, sementara Upin dan kawan-kawannya mengumpulkan rambutan yang sudah terjatuh di tanah untuk dimasukkan ke dalam keranjang. Yap, bekerja sama dengan orang lain memang bisa membuat semuanya jadi lebih mudah. Jadi, gak usah terlalu berlagak harus bisa mandiri dalam segala hal, apalagi kalau masih berada di fase awal membangun bisnis.

  3. 3. Berbisnis tak berarti auto semudah itu buat berhasil

    Upin dan kawan-kawannya kelelahan usai tak kunjung sukses menjual rambutan
    Upin dan kawan-kawannya kelelahan usai tak kunjung sukses menjual rambutan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Ini juga yang diajarkan episode keluaran lama Upin & Ipin ini. Kalau kartun atau acara anak lain, mungkin terlalu menonjolkan sesuatu yang sifatnya instan, sehingga bikin anak-anak punya pemikiran bahwa segalanya mudah diraih. Padahal, dunia tak melulu bekerja sesederhana itu atau selalu sesuai dengan keinginan kita. Lain halnya dengan Upin & Ipin yang justru memperlihatkan aspek ini dengan lebih realistis.

    Diperlihatkan bahwa proses mereka berjualan amat tidak mudah. Selain menawarkan dagangan kepada beberapa warga yang mereka temui di jalan, mereka juga harus menenteng sekumpulan rambutan tersebut ke pinggir jalan raya demi mencari peluang lebih besar dan menjangkau lebih banyak pembeli. Maklum, di kampung mereka, buah rambutan tak terlalu diminati karena hampir setiap orang umumnya sudah punya pohon rambutan sendiri.

    Itupun cara berjualan mereka ini tak langsung berhasil. Mereka terus berusaha menarik perhatian agar ada pengendara yang berminat, bahkan hingga teriknya panas masih belum ada juga pembeli. Ini termasuk cara yang realistis untuk memperkenalkan konsep bahwa berbisnis yang kelihatannya termasuk pekerjaan gampang, nyatanya tak semudah itu dan membutuhkan usaha, kesabaran, serta cara berpromosi kreatif agar dagangan kita dilirik orang.

  4. 4. Saling berbagi profit secara adil demi tidak ada yang merasa keberatan

    hasil keuntungan yang Mail dan kawannya dapatkan dari bisnis berjualan rambutan kecil-kecilan
    hasil keuntungan yang Mail dan kawannya dapatkan dari bisnis berjualan rambutan kecil-kecilan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Karena semenjak awal sudah ada kesepakatan bersama, maka jangan sampai coba mengkhianati atau mengingkari apa yang telah disetujui. Jangan menjadi orang yang mau untung sendiri, padahal pekerjaan dan usahanya sudah dilakukan ramai-ramai. Bagaimanapun, hasil yang didapat sebaiknya dibagi secara adil agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan.

    Tengoklah Mail sebagai pemimpin dalam bisnis jual rambutan bareng-bareng ini. Selain dirinya yang memberi saran mengenai harga yang tepat untuk setiap ikat buah rambutan yang mereka jual, saat semua rambutan sukses terjual pun ia sama sekali tak gelap mata atau mencoba meraup untung besar dari bisnis tersebut. Mail tetap membagikan hasilnya secara rata, bukan hanya kepada Tok Dalang, tetapi juga kepada semua teman-temannya yang telah ikut andil dalam perjalanan berjualan kecil-kecilan ini.

  5. 5. Segala yang berlebihan tidaklah baik, termasuk perihal mengonsumsi buah

    Ehsan sakit perut akibat kebanyakan makan buah rambutan
    Ehsan sakit perut akibat kebanyakan makan buah rambutan (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

    Seperti Ehsan yang sedari awal mengutip rambutan, bukannya fokus melakukan pekerjaannya seperti teman-teman lainnya. Ia malah sibuk memakannya juga, bahkan saat rambutan tersebut mestinya dikumpulkan untuk dijual. Akhirnya, bisa ditebak, menjelang ending, ia pun mengalami sakit perut akibat terlalu banyak memakan buah rambutan.

    Pelajarannya, apa pun yang dilakukan secara berlebihan memang tidaklah baik. Bahkan, termasuk dalam hal mengonsumsi buah yang sebenarnya merupakan aktivitas positif dan sangat direkomendasikan untuk dipilih sebagai camilan ketimbang menyantap makanan manis kemasan yang cenderung tinggi gula. Nyatanya, buah pun tetap mesti dikonsumsi dalam batas wajar agar bisa memberikan manfaat bagi tubuh dan bukannya malah membuat kita jatuh sakit.

    Banyak episode Upin & Ipin dari musim lama yang memang lekat sekali dengan pesan kesederhanaan dan berbagai nilai moral spesifik lainnya. Walau barangkali kamu sudah berkali-kali rewatch episode "Ambil Galah Tolong Tunjukkan", mungkin saja masih ada beberapa pesan yang belum sepenuhnya kamu sadari dari kreator episod ini. Nah, semoga pemaparan tadi bisa menjadi hiburan singkat sekaligus membuat kita mendapat pelajaran positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More