"Karya-karyanya menunjukkan ketertarikannya yang mendalam terhadap budaya, seni, dan spiritualitas Indonesia, sekaligus memberikan sudut pandang yang luar biasa mengenai hubungan antara Swedia dan Indonesia,” ujarnya.
Pameran Tyra Kleen, Melihat Budaya Indonesia dari Perspektif Swedia
- Kedutaan Besar Swedia di Jakarta menggelar pameran karya Tyra Kleen di Autograph Tower pada 8 September 2026, menampilkan rekaman perjalanannya di Jawa dan Bali sepanjang 1919–1921.
- Berkolaborasi dengan Museum Etnografi Stockholm, pameran menghadirkan reproduksi ilustrasi, litografi, dan foto tentang tari keraton Solo, ritual Hindu, serta kehidupan masyarakat Bali dekade 1920-an.
- Pameran menjadi bagian perayaan 76 tahun hubungan diplomatik Swedia-Indonesia, didukung sejumlah perusahaan Swedia untuk mendorong pertukaran budaya dan kolaborasi kedua negara.
Kedutaan Besar Swedia di Jakarta mempersembahkan Tyra Kleen – A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java and Bali 1919–1921, sebuah pameran yang menghadirkan kembali karya-karya pilihan dari Tyra Kleen, seorang seniman, penulis, fotografer, dan peneliti budaya asal Swedia. Diselenggarakan di lantai 85 Autograph Tower, gedung tertinggi di Indonesia, pada 8 September 2026, pameran ini mempertunjukkan sejumlah karya Tyla Kleen selama perjalanannya di Jawa dan Bali pada 1919 hingga 1921.
Berkolaborasi dengan Museum Etnografi di Stockholm, pameran ini menghadirkan reproduksi sejumlah karya seni dan fotografi yang merekam perjalanan Tyra Kleen di Jawa dan Bali. Kunjungannya ke Indonesia pada 1919–1921 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kreatifnya. Selama berada di Tanah Air, Kleen mempelajari beragam tradisi lokal, khususnya tari keraton dan praktik spiritual yang kemudian dituangkannya melalui ilustrasi, litografi, serta fotografi.
1. Ragam karya yang ditampilkan

pameran Tyra Kleen (dok. Embassy of Sweden in Jakarta) Sejumlah karya yang dipamerkan, yakni ilustrasi dari buku Het Serimpi yang mendokumentasikan tari keraton dari Solo, serta karya dari buku Mudrãs yang mengangkat gerakan tangan dalam ritual yang dilakukan oleh para pemuka agama Hindu. Selain itu, ada juga foto-foto Kleen tentang Bali yang memberikan gambaran lebih dekat mengenai para penari, pemuka agama, serta kehidupan sehari-hari di Bali pada dekade 1920-an.
Dalam pembuatan karyanya, Kleen mengamati setiap objek yang ditemuinya dengan rasa ingin tahu sekaligus dorongan untuk memahami lebih dalam. Karya-tersebut memadukan unsur seni dan dokumentasi, serta mencerminkan ketertarikannya pada keterkaitan budaya, agama, spiritualitas, dan pengetahuan manusia. Sebagai perempuan yang bepergian seorang diri di era ketika hal tersebut masih jarang dilakukan, Kleen juga dikenal sebagai seniman yang mandiri dan memiliki keingintahuan intelektual yang tinggi.
2. Hadirkan karya yang sarat akan seni, budaya, dan spiritualitas Indonesia

pameran Tyra Kleen (dok. Embassy of Sweden in Jakarta) Daniel Blockert, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan ASEAN, menyampaikan rasa bangganya lantaran bisa membawa kembali karya-karya Kleen di Indonesia. Ia juga menyampaikan tentang ketertarikan sang seniman terhadap budaya Indonesia.
Selain menjadi pameran seni, Bagi Kedutaan Besar Swedia di Jakarta, momen ini juga menjadi media pertukaran budaya yang memperkuat hubungan antara kedua negara. Sebagai bagian dari perayaan 76 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia, pameran ini membawa kembali karya Kleen ke tempat yang dahulu menginspirasinya. Kehadirannya mengajak masyarakat untuk mengenal kembali warisan Kleen sekaligus melihat hubungan yang telah terjalin antara kedua negara melalui seni, gagasan, dan pertukaran antarmanusia.
3. Pameran Tyra Kleen turut didukung oleh sejumlah perusahaan Swedia di Indonesia
pameran Tyra Kleen (dok. Embassy of Sweden in Jakarta) Pameran ini turut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan Swedia yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut, di antaranya; IKEA, Sandvik, Tetra Pak, H&M, Hitachi Energy, Ericsson, Atlas Copco, EF EFEKTA, dan SKF Lubrication.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Swedia untuk terus mempererat hubungan dengan Indonesia. Selain itu, dukungan ini juga turut mendorong pertukaran budaya dan kolaborasi yang bermakna antara kedua negara.
Pameran Tyra Kleen menjadi kesempatan untuk melihat kembali kekayaan budaya Indonesia melalui perspektif seorang seniman Swedia. Lewat karya-karyanya, pengunjung diajak mengenal jejak budaya Jawa dan Bali yang telah menginspirasi Kleen lebih dari satu abad lalu.













![[QUIZ] Apakah Kamu Termasuk Orang yang Tone-Deaf?](https://image.idntimes.com/post/20240627/pexels-olly-3808012-0b6997c8ae2ba547b4f3e41dce3440bf.jpg)







