ilustrasi surah khatam Al-Qur'an (pexels.com/tayeb mezahdia)
Sudah tahu urutan surah khatam Al-Qur’an, kan? Pembacaan surah-surah tersebut memiliki banyak makna dan keutamaanm di antaranya:
Membaca surah-surah terakhir dalam Al-Qur’an menjadi simbol bahwa seseorang telah menyelesaikan bacaan. Hal ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada Al-Qur’an sebagai kalam Allah dan ungkapan rasa syukur karena bisa menuntaskan tilawah.
Dalam banyak tradisi keagamaan, khataman Al-Qur’an dianggap sebagai waktu yang penuh keberkahan. Umat Muslim biasanya memperbanyak doa karena diyakini sebagai saat yang baik untuk memohon kepada Allah.
Membaca surah-surah pendek tersebut juga merupakan bagian dari tradisi khotmil Qur’an yang telah lama berkembang di berbagai komunitas Muslim. Tujuannya adalah untuk menyemarakkan syiar Islam, menambah keberkahan dalam majelis, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Banyak surah pendek dalam Juz 30 berisi pesan inti tentang keimanan, seperti keesaan Allah, hari kiamat, dan pentingnya beribadah. Membacanya kembali saat khataman menjadi pengingat akan nilai-nilai dasar dalam ajaran Islam.
Khataman Al-Qur’an sering dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antarumat Muslim melalui kebersamaan dalam membaca Al-Qur’an dan berdoa.
Biasanya, rangkaian khataman ini ditutup dengan doa khatam Al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan agar bacaan Al-Qur’an yang telah dilakukan diterima oleh Allah serta membawa keberkahan bagi yang membacanya.