Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Hal yang Terlihat Positif tapi Bisa Bikin Hubungan Kian Berjarak

3 Hal yang Terlihat Positif tapi Bisa Bikin Hubungan Kian Berjarak
ilustrasi pasangan (pexels.com/Ron Lach)
  • Pertumbuhan personal yang tidak seimbang dapat membuat pasangan merasa terpisah dan tidak nyambung, terutama bila rasa insecure dipendam tanpa komitmen untuk berkembang bersama.

  • Promosi karier pasangan bisa memicu insecurity, apalagi jika menuntut pindah kota dan LDR; keterbukaan diperlukan agar keresahan tidak membuat hubungan dingin.

  • Fase hubungan yang terasa datar dan membosankan merupakan hal lumrah dalam relasi jangka panjang, tetapi perlu dikomunikasikan agar tidak berubah menjadi sekat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika menjalin komitmen dengan seseorang, kita bukan hanya berkata “ya” untuk momen-momen menyenangkan berdua melainkan juga momen yang menyakitkan dan nggak mengenakkan hati. Ketika ada salah satu yang dipromosikan sementara yang lain malah kehilangan pekerjaan, ketika kamu melihat karir pasangan melejit sementara pekerjaanmu stagnan, dan hal-hal lain yang membuat seolah hanya satu pihak yang bersinar.

Pada babak-babak itulah, komitmen dalam hubungan seringkali diuji. Apakah kamu masih bisa setia dalam hubungan, ketika status pasangan jauh lebih di atas? Untuk memahami hal tersebut, sima tiga hal yang tampak positif tapi berpotensi bikin hubungan jadi berjarak.

  1. 1. Pertumbuhan personal yang nggak seimbang

    ilustrasi pasangan bertengkar
    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

    Dalam hubungan, setiap pihak diasah untuk bertumbuh. Bila hanya salah satu yang bertumbuh sementara yang lainnya tertinggal, hal ini bisa menciptakan jarak dalam relasi. Bila nggak dikomunikasikan, kamu dan pasangan akan merasa jauh, terpisah, dan nggak nyambung lagi.

    Ingat, cinta saja nggak cukup untuk memulai komitmen. Kamu dan pasangan juga perlu punya komitmen untuk mau bertumbuh bersama. Ketika pihak yang “lambat” bertumbuh nggak mau terbuka dan memilih menghibur diri dengan rasa insecure, maka ini bisa jadi konflik serius.

    Seberapa pun pasangan atau orang lain mengusahakan pertumbuhanmu, kamu akan tetap stagnan di tempat yang sama. Bukan sebab nggak mampu, melainkan nggak ada tekad yang tegas dari diri sendiri untuk bisa satu level dengan pasangan.

  2. 2. Promosi pekerjaan dan karier

    ilustrasi pasangan berdebat
    ilustrasi pasangan berdebat (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Ketika pasangan dapat promosi kerja, apa responsmu? Mungkin, kelihatannya hal yang positif dan membahagiakan kalau orang yang disayang bisa berhasil dalam kariernya. Tetapi, bila tidak diterima dengan respon hati yang benar, hal ini bisa menciptakan lubang insecurity dalam hidupmu.

    Kamu merasa pasangan lebih berhasil darimu, sementara kamu nggak menghasilkan apa pun. Belum lagi, kalau promosi pekerjaan membuat pasangan harus pindah ke luar kota dan menyebabkan kalian harus menjalani Long Distance Relationship (LDR). Malah bisa jadi masalah baru dalam hubungan kalian.

    Bila nggak diresponi dengan keterbukaan dan kedewasaan, akan sulit bagimu untuk mendukung pilihan pasangan. Hubungan akan terasa semakin dingin dan berjarak, karena kamu terlalu sungkan untuk jujur tentang keresahan dan kekhawatiranmu pada pasangan.

  3. 3. Perubahan fase hubungan

    ilustrasi pasangan ngobrol
    ilustrasi pasangan ngobrol (pexels.com/David Crypto)

    Dulu, kamu mungkin bisa menghabiskan 24/7 bareng doi. Tapi, seiring bertambahnya, ada beberapa fase yang terkesan “membosankan” dalam hubungan. Padahal nggak ada konflik, nggak ada hal yang “wow” terjadi dalam relasi, tapi justru itu yang bikin kalian merasa bosan.

    Tenang aja, hal ini sebenarnya lumrah terjadi terlebih pada hubungan jangka panjang. Ini berarti, kamu dan pasangan memasuki fase baru dalam hubungan. Ketika rasa bosan sudah melanda, segera komunikasikan dengan pasangan.

    Yang menjadi masalah ketika rasa bosan terus-menerus dipendam sendirian. Bukannya dicari solusinya, malah bisa jadi sekat antara kamudengan pasangan.

    Namanya hubungan, pasti nggak melulu datar-datar. Sesekali, ada ups and downs-nya. Masalahnya ada pada respon hati, apakah kamu dan pasangan mampu meresponi dengan keterbukaan dan kedewasaan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More