Pernah merasa pasangan selalu berkata, “Aku nggak bisa,” “Kamu lebih jago,” atau “Aku takut salah,” setiap kali diminta mengerjakan sesuatu? Jika pada akhirnya tugas tersebut selalu kembali kepada kamu, bisa jadi kamu sedang menghadapi pola weaponized incompetence. Istilah ini menggambarkan perilaku ketika seseorang menggunakan ketidakmampuan atau berpura-pura tidak mampu sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab. Jika dilakukan berulang, pola ini dapat membuat pembagian tanggung jawab menjadi tidak seimbang dan memicu rasa kesal, lelah, hingga konflik dalam hubungan.
Namun, penting untuk tidak langsung memberi label pada pasangan hanya karena ia belum mahir melakukan sesuatu. Seseorang yang benar-benar belum bisa biasanya masih menunjukkan kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri. Perbedaannya terletak pada pola: apakah pasangan berusaha memahami tugas tersebut atau justru terus menghindarinya sampai kamu akhirnya mengambil alih? Jika situasi seperti ini mulai terasa berulang, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapinya.
