'Bucin' alias budak cinta sejatinya tak patut hadir dalam menjalani lika-liku asmara. Percayalah, relasi asmara bukanlah wadah untuk memenuhi ambisi, melainkan sarana untuk saling membenahi diri. Nah, inilah beberapa hal yang harus banget kamu renungkan bahwa menjadi seorang 'Bucin' itu adalah kekeliruan besar. Ingatlah, kalian itu sama-sama manusia, yang diberi akal dan nurani.
5 Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Menjadi 'Bucin', Catat!

1. Kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban yang setara
Setiap individu di dalam suatu hubungan asmara mempunyai hak untuk dimengerti dan juga kewajiban untuk mengerti. Adanya kata saling itulah yang akan mengokohkan relasi yang dijalin. Dengan kata lain, kedua belah pihak mempunyai tatakan yang setara sehingga tak adil apabila salah satunya harus diperbudak atas nama cinta belaka.
2. Kedua belah pihak memiliki rotasi hidup yang tak melulu soal asmara
Hidup tak melulu seputar tetek-bengek asmara. Ragam aktivitas yang produktif dalam artian positif pun patut untuk dilaksanakan. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga persoalan terkait orang-orang terdekat lainnya seperti keluarga dan sahabat. Sebab, dunia ini tak hanya dihuni oleh kalian berdua saja.
3. Kedua belah pihak harus mau berlatih mengelola ego
Ego merupakan bumerang nyata dalam sebuah hubungan. Ego yang gagal dikendalikan akan mengakibatkan hubungan menjadi rapuh karena salah satu pihak (ataupun keduanya) hanya berkaca dari sudut pandang pribadi yang relatif sempit. Alih-alih terus menyalahkan pasangan, redamlah ego untuk instropeksi diri terlebih dahulu.
4. Pada hakikatnya, hubungan itu harusnya mengayomi bukan malah memperbudak
Cinta itu mendewasakan, bukan malah dijadikan wahana untuk bertingkah kekanakan. Kedua belah pihak hendaknya saling belajar untuk terus membenahi diri. Misalnya, melalui terbuka menerima saran dan kritik sehingga timbul rasa mengayomi tanpa harus mendikte sana-sini.
5. Pada hakikatnya, cinta itu tak mengekang tapi melatih berpikir dan bersikap lapang
Sejatinya, cinta itu tak akan menjerumuskan apabila berhasil disikapi dengan bijak. Janganlah latah melarang ini-itu atas dasar ego semata, belajarlah berpikir dan bersikap lapang. Misalnya, dukunglah prestasi pasangan, berbanggalah dengan kegigihannya berjuang. Jadikan lecutan semangat untuk bertumbuh bersama menjadi lebih baik dalam beragam aspek yang tak melulu soal asmara.
Itulah beberapa alasan mengapa kamu harusnya tak menjadi 'Bucin' dalam dunia asmara. Yakinlah, dirimu terlalu berharga untuk dijadikan budak semata.