Setiap orang tentu pernah merasa marah, termasuk dalam hubungan. Marah sesekali bukan berarti seseorang memiliki sifat temperamental. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang bereaksi ketika emosinya muncul dan apakah kemarahannya membuat pasangan merasa takut atau terancam.
Dalam hubungan, perilaku yang terus berulang dan semakin intens perlu mendapat perhatian. Apalagi kalau pasangan mulai mengendalikan, mengintimidasi, atau menyakiti orang lain ketika sedang marah. Kondisi seperti ini gak sebaiknya dianggap hanya sebagai masalah komunikasi biasa.
