Kamu pasti sering mendengar istilah attachment dalam hubungan, bukan? Istilah ini merujuk pada pola ikatan emosional yang terbentuk antara seseorang dengan orang lain sejak masa kanak-kanak. Namun, ada jenis attachment yang sering kali diabaikan, yaitu attachment disorganisasi. Meski terdengar teknis, dampak dari pola ini dalam hubungan dewasa bisa sangat besar, bahkan merusak. Lantas, bagaimana attachment disorganisasi bisa mempengaruhi kualitas hubungan kita? Mari kita telusuri lebih dalam.
Penting untuk memahami bahwa pola attachment yang tidak sehat ini berakar dari pengalaman masa kecil yang kacau atau penuh ketidakpastian. Jika kamu pernah merasa bingung antara ingin dekat atau malah menjauh dari pasangan, kemungkinan besar kamu sedang berhadapan dengan ciri-ciri attachment disorganisasi. Dampaknya bukan hanya pada hubungan emosional, tetapi juga bisa merambah ke sisi lain dalam kehidupan kita. Inilah alasan mengapa mengenali dan mengatasi pola ini sangat penting.
