5 Alasan Atasan Langsung Setuju Kamu Resign, Positif atau Negatif?

Ada beberapa kemungkinan ketika kamu mengajukan pengunduran diri pada pimpinan. Atasan dapat langsung menyetujuinya, menahanmu agar tidak jadi resign, atau setuju tetapi tidak dalam waktu dekat. Dirimu yang sudah gak betah bekerja pasti cemas menunggu keputusannya.
Kamu ingin permohonan resign di-ACC tanpa banyak drama. Namun, jika pun keinginanmu terwujud apakah itu pertanda yang positif? Mungkin buatmu rasanya lebih baik begitu. Itu yang diinginkan olehmu.
Namun, dari segi penilaian kinerja boleh jadi malah tanda negatif yang harus menjadi bahan introspeksi. Nah, agar di pekerjaan barumu nanti kamu dapat lebih berkembang. Di bawah ini beberapa kemungkinan penyebab surat pengunduran dirimu lolos dengan mudah.
1. Kamu sudah lama menyatakan keinginan ini

Komunikasi memegang peran penting dalam hubungan kerja. Juga segala keputusan yang diambil atasan. Jika dirimu sudah cukup lama menyampaikan rencana buat resign, atasan tentu akan mempertimbangkan dan mengantisipasinya.
Pun keinginan itu disampaikan secara berulang pada teman-teman dan terdengar juga oleh atasan. Berarti kamu serius pengin keluar. Walaupun rencanamu baru resign beberapa bulan ke depan, atasan telah mempersiapkan segala langkah yang diperlukan. Seperti memastikan setiap tugas yang diserahkan padamu beres dengan cepat.
Itu mencegah adanya tugas yang terbengkalai seandainya mendadak dirimu keluar lebih awal. Kamu juga tidak diproyeksikan untuk proyek penting jangka panjang atau mengikuti pelatihan yang akan menambah skill-mu. Kesempatan-kesempatan itu lebih baik diberikan pada orang lain. Bahkan atasan diam-diam telah menyiapkan penggantimu.
2. Tidak ada gunanya mencoba menahanmu

Karyawan yang akan mengundurkan diri biasanya telah menunjukkan sejumlah tanda. Seperti kinerja yang makin menurun. Kamu pun begitu. Semangat kerjamu terlihat gak sestabil dulu. Dirimu mulai melakukan kenakalan-kenakalan kecil di kantor.
Seperti datang agak terlambat, mencuri kesempatan buat pulang lebih awal, tidak menyelesaikan beberapa tugas dengan baik, dan sebagainya. Atasan tahu bahwa mencoba menahanmu untuk tetap bekerja sehari saja bukan keputusan yang tepat. Saat keinginanmu buat resign ditolak, kinerjamu pasti tambah drop.
Malah atasan repot seakan-akan mesti mengasuhmu yang makin tidak profesional dan bersikap seperti anak kecil. Walaupun pengunduran diri mendadak merepotkannya bahkan orang sekantor, minimal tim yang tersisa tetap bekerja optimal. Pun jika permintaanmu resign tidak dikabulkan, keesokannya dirimu gak mau berangkat kantor juga atasan tak bisa melakukan apa-apa.
3. Kamu tak punya nilai lebih untuk dibujuk agar bertahan

Ini penyebab yang perlu menjadi bahan introspeksi kalau kamu ingin kariermu ke depan lebih berkembang. Mencari karyawan baru buat menggantikan posisimu tidak mudah, lho. Bukan karena tak ada orang yang berkompeten untuk itu.
Namun, perusahaan tetap harus mengagendakan penerimaan karyawan baru dulu. Lalu pelatihan dan sebagainya. Semua itu makan biaya dan waktu. Pengerjaan berbagai tugas yang sebelumnya dipegang olehmu menjadi terseok-seok sampai karyawan baru cukup mahir.
Akan tetapi, atasan juga merasa memintamu gak jadi resign bukan langkah yang worth it. Pertama, itu tanda dirimu gak ingin lagi bekerja. Kedua, kamu bukan karyawan sarat prestasi yang pantas buat dibujuk dan diiming-imingi dengan apa pun untuk bertahan. Lebih simpel pengajuan pengunduran dirimu di-ACC langsung.
4. Perusahaan sudah berpengalaman menghadapi karyawan resign

Kantormu gak baru berdiri 1 atau 2 tahun. Sejak tahun pertama kantor beroperasi sampai hari ini tentu sudah banyak sekali pengalaman manis maupun pahit yang dihadapinya. Soal pengunduran diri karyawan menjadi masalah yang sangat umum dan kerap berulang.
Tentu turn over karyawan yang tinggi dapat menjadi tanda perusahaan kurang sehat. Artinya, banyak karyawan merasa gak nyaman bekerja di situ. Baik karena alasan kesejahteraan yang minim, besarnya tekanan, atau hal-hal lain.
Namun, sebagus apa pun perusahaan tetap tidak bebas dari keinginan karyawan untuk resign. Bisa karena karyawan ingin mencoba hal-hal baru di luar, alasan kesehatan, atau pindah kota tinggal. Atasanmu yang telah cukup sering menghadapi pengunduran diri karyawan merasa gak perlu banyak drama hanya untuk persoalan seperti ini.
5. Perusahaan diuntungkan dengan pengunduran dirimu

Pengunduran diri karyawan seperti dua mata koin bagi perusahaan. Satu sisi, jelas butuh penataan ulang akan tugas-tugas yang biasa dipegang olehmu. Ini saja sudah merepotkan sebab teman-temanmu bisa gak sanggup mengerjakan tugas dobel walau cuma sementara.
Di sisi lain, perusahaan tetap dapat diuntungkan oleh keinginanmu resign. Minimal perusahaan tak perlu memberikan pesangon seperti ketika kamu kena PHK. Perusahaan yang sedang berencana melakukan perampingan karyawan bisa lega sekali dengan keputusanmu resign.
Atau, kantor sebetulnya tak ada wacana efisiensi dengan melakukan PHK. Akan tetapi, kinerjamu memang telah mengalami penurunan yang signifikan belakangan ini. Ujung-ujungnya atasan mempertimbangkan buat memberhentikanmu. Keuntungan bagi kantor kalau kamu resign duluan.
Perjalananmu di dunia kerja masih panjang bila dirimu hanya ingin pindah kantor. Bukan selamanya kamu tidak bekerja lagi. Mudahnya pengajuan pengunduran dirimu disetujui jangan terlalu membuatmu senang. Boleh jadi di balik itu ada hal-hal yang pantas diperbaiki dari sikap dan kinerjamu selama ini.


![[QUIZ] Dari Karakter Ehsan, Ini Insecurity Terbesarmu dalam Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232143-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-c55cb88189ac8880f9c09a13a7d39963.jpg)




![[QUIZ] Kalau Hubunganmu Kayak Duo Upin Ipin, Kamu dan Pasangan Tipe Mana?](https://image.idntimes.com/post/20260520/pexels-katerina-holmes-5911298_0f3c3843-0768-44ee-ac8d-27c8b8571a20.jpg)











