Cara Bikin Scrapbook Journaling ala Pinterest, Murah tapi Estetik

Belakangan ini, scrapbook journaling ala Pinterest semakin populer karena tampilannya yang estetik dan personal. Tidak hanya menjadi tempat menulis cerita harian, scrapbook journaling juga berfungsi sebagai media ekspresi diri melalui foto, stiker, potongan kertas, hingga berbagai dekorasi unik yang disusun dalam satu halaman kreatif.
Menariknya, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membuat scrapbook journaling yang cantik. Dengan beberapa perlengkapan DIY yang mudah ditemukan di marketplace, siapa pun bisa membuatnya!
1. Mulai dari notebook dengan kertas yang nyaman dipakai

Langkah pertama adalah memilih notebook yang sesuai dengan gaya scrapbook journaling yang ingin dibuat. Banyak kreator Pinterest menggunakan notebook berwarna krem atau ivory karena memberikan kesan vintage dan hangat. Kertas yang cukup tebal juga membantu agar lem, stiker, dan tinta tidak mudah tembus ke halaman berikutnya.
Produk yang mudah ditemukan antara lain Notebook Vintage A5 (Rp35–Rp70 ribuan), Journal Kraft Notebook A5 (Rp25–Rp50 ribuan), serta Deli Journal Notebook Premium (Rp60–Rp120 ribuan) yang banyak dijual di Shopee maupun Tokopedia. Jadi kamu tinggal memilih mana yang paling sesuai dengan konsepmu.
2. Kumpulkan stiker, memo paper, dan washi tape

Ciri khas scrapbook journaling ala Pinterest adalah penggunaan berbagai elemen dekoratif seperti stiker, memo paper, tiket bekas, potongan majalah, hingga washi tape. Kombinasi material ini membuat halaman jurnal terlihat lebih hidup dan memiliki banyak tekstur visual.
Di marketplace, satu set stiker vintage biasanya dijual mulai Rp8–Rp25 ribuan. Memo paper aesthetic berkisar Rp10–Rp30 ribuan per paket, sedangkan washi tape motif vintage atau floral dijual mulai Rp5–Rp20 ribuan per gulung. Semua ini bisa kamu gunakan membuat scrapbook journaling yang estetik.
3. Gunakan teknik layering agar halaman terlihat penuh

Salah satu rahasia scrapbook journaling Pinterest biar menarik adalah dengan teknik layering atau menumpuk beberapa elemen dalam satu area. Misalnya, tempel memo paper terlebih dahulu, lalu tambahkan foto, stiker, dan tulisan tangan di atasnya.
Teknik ini tidak membutuhkan kemampuan menggambar yang tinggi. Kamu hanya perlu mengombinasikan berbagai ukuran kertas dan warna yang masih satu tema. Untuk membantu proses ini, kamu bisa menggunakan lem roller, glue tape, atau double tape transparan. Pilih sesuai kebutuhanmu.
4. Pilih tema warna agar feed jurnal lebih estetik

Banyak halaman scrapbook ala Pinterest terlihat menarik karena memiliki palet warna yang konsisten. Kamu bisa memilih tema seperti beige vintage, cottagecore, dark academia, pastel, atau earth tone agar setiap halaman tampak selaras.
Untuk mendukung tema tersebut, tersedia paket scrapbook paper bertema vintage seharga Rp15–Rp40 ribuan, floral paper Rp20–Rp50 ribuan, dan sticker pack aesthetic Rp10–Rp35 ribuan. Semua itu bisa kamu dapatkan di Shopee maupun Tokopedia.
5. Tambahkan foto polaroid dan cerita singkat

Hal yang membuat scrapbook journaling terasa personal adalah adanya cerita di balik setiap halaman. Karena itu, jangan hanya menempel dekorasi. Sisipkan juga foto, catatan harian, kutipan favorit, atau kenangan dari suatu momen.
Kini banyak printer mini thermal atau printer sticker portable yang dijual dengan harga Rp150–Rp500 ribuan. Selain itu, jasa cetak foto Polaroid online biasanya mematok harga mulai seribu hingga Rp3 ribuan per lembar di marketplace tergantung ukuran.
6. Jangan takut halaman terlihat tidak sempurna

Kesalahan terbesar pemula adalah mencoba membuat halaman yang sama persis dengan Pinterest. Padahal, scrapbook journaling sejatinya adalah media ekspresi diri, bukan kompetisi estetika.
Banyak kreator journaling menggunakan halaman yang berantakan, potongan kertas tidak simetris, hingga tulisan tangan yang berbeda-beda. Justru elemen-elemen tersebut membuat jurnal terasa lebih autentik dan memiliki karakter.
Scrapbook journaling ala Pinterest sebenarnya tidak serumit yang terlihat di media sosial. Dengan notebook sederhana, beberapa stiker, washi tape, serta foto-foto favorit, kamu sudah bisa mulai membuat halaman jurnal yang estetik dan penuh cerita.


















