Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Emotional Availability dalam Hubungan? Cek Penjelasannya!

Apa Itu Emotional Availability dalam Hubungan? Cek Penjelasannya!
Ilustrasi hubungan (pexels.com/Fernanda De Freitas)
Intinya Sih
  • Emotional availability adalah kemampuan hadir secara emosional dengan memahami, merespons, dan menerima perasaan pasangan secara terbuka untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat dan nyaman.
  • Seseorang yang memiliki ketersediaan emosional mampu berkomunikasi jujur, mendengarkan tanpa menghakimi, serta memberikan respons empatik terhadap emosi pasangannya.
  • Ketersediaan emosional penting karena membantu membangun kepercayaan, rasa aman, dan autentisitas dalam hubungan sehingga kedua pihak bisa menjadi diri sendiri tanpa berpura-pura.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dalam sebuah hubungan, kedekatan tidak hanya diukur dari seberapa sering seseorang hadir secara fisik. Ada hal lain yang jauh lebih penting, yaitu kemampuan untuk hadir secara emosional dan benar-benar memahami perasaan satu sama lain.

Konsep ini dikenal sebagai emotional availability atau ketersediaan emosional. Lalu, apa sebenarnya arti emotional availability dan mengapa hal ini penting dalam sebuah hubungan?

1. Emotional availability, kemampuan hadir secara emosional

Ilustrasi hubungan
Ilustrasi hubungan (freepik.com/freepik)

Emotional availability adalah kemampuan seseorang untuk terbuka, memahami, dan merespons emosi orang lain dalam sebuah hubungan. Seseorang yang memiliki ketersediaan emosional tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berusaha memahami perasaan pasangannya.

Hal ini berarti mampu menunjukkan perhatian, memberikan dukungan, serta menciptakan ruang aman agar pasangan bisa mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi. Kehadiran emosional membuat hubungan terasa lebih dekat dan nyaman.

Menurut Joel Frank, PsyD, psikolog klinis sekaligus pemilik Duality Psychological Services, "Emotional availability berarti hadir dengan cara yang lebih dalam dari sekadar berada di dekat seseorang secara fisik".

“Untuk mengatakan seseorang tersedia secara emosional berarti hadir dengan cara yang melampaui kedekatan fisik. Ini tentang keterbukaan untuk benar-benar memahami, berempati, dan saling merespons emosi orang lain,” jelas Joel Frank.

Ia juga menambahkan, bahwa hal ini berkaitan dengan kemampuan berbagi koneksi emosional serta terbuka menerima emosi dari orang lain.

2. Tanda seseorang memiliki ketersediaan emosional

ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Meruyert Gonullu)

Seseorang yang emotionally available biasanya mampu berkomunikasi dengan lebih terbuka. Mereka tidak hanya berbicara tentang hal menyenangkan, tetapi juga berani membahas perasaan, kekhawatiran, atau masalah yang sedang dihadapi.

Selain itu, mereka juga mampu mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau mengabaikan perasaan pasangan. Mereka memahami bahwa setiap emosi memiliki nilai dan perlu dihargai dalam hubungan.

Ketersediaan emosional juga terlihat dari kemampuan seseorang untuk memberikan respons yang empatik. Alih-alih hanya memberikan solusi, mereka mencoba memahami apa yang sedang dirasakan pasangannya.

3. Mengapa emotional availability penting dalam hubungan?

Ilustrasi hubungan
Ilustrasi hubungan (freepik.com/jcomp)

Hubungan yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar rasa sayang. Kemampuan untuk saling memahami dan terbuka secara emosional dapat membantu pasangan membangun kepercayaan yang lebih kuat.

Ketika seseorang merasa didengar dan diterima, hubungan akan terasa lebih aman. Pasangan pun lebih mudah menjadi diri sendiri tanpa harus menyembunyikan perasaan atau berpura-pura baik-baik saja.

"Ketersediaan emosional memberikan ruang bagi seseorang untuk menjadi autentik dalam hubungan. Ketika kita tersedia secara emosional, kita memberikan ruang bagi diri sendiri dan orang lain untuk menjadi selaras dan autentik. Autentisitas berarti menjadi diri kita yang sebenarnya tanpa terus-menerus menghakimi diri sendiri,” ungkap Domenique Harrison, MPH, LMFT, LPCC, pendiri sekaligus psikoterapis The Racial Equity Therapist.

Pada akhirnya, emotional availability bukan berarti harus selalu sempurna dalam memahami perasaan orang lain. Namun, ini tentang kemauan untuk hadir, mendengarkan, dan membangun hubungan yang lebih tulus bersama pasangan. Apakah kamu sudah merasa menjadi seseorang yang hadir secara emosional dalam hubunganmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More