Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Quiet Dating? Tren Kencan Bikin Hubungan Lebih Santai

Apa Itu Quiet Dating? Tren Kencan Bikin Hubungan Lebih Santai
ilustrasi pasangan pakai baju tradisional Jepang (pexels.com/yaroslavshuraev)
Share Article

Pernah gak, baru selesai kencan lalu langsung mengirim voice note panjang ke sahabat untuk menceritakan semua detailnya? Mulai dari apa yang dipakai si dia, topik obrolan, sampai menebak-nebak arti chat terakhir yang dikirim.

Meski seru, terlalu banyak membahas hubungan dengan orang lain terkadang justru membuat kita overthinking. Nah, belakangan ini muncul tren bernama quiet dating yang mengajak orang untuk menjalani hubungan dengan lebih tenang dan minim tekanan. Kira-kira apa itu quiet dating? Yuk, simak penjelasannya lewat artikel berikut!

1. Apa itu quiet dating?

ilustrasi pasangan traveling (pexels.com/olly)
ilustrasi pasangan traveling (pexels.com/olly)

Quiet dating adalah tren berkencan yang dilakukan dengan lebih privat dan tidak menjadikan hubungan asmara sebagai pusat kehidupan. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Kimberly Bizu, host podcast Rich Little Broke Girls.

Menurut Shan Boodram, pakar hubungan dari Bumble, dikutip dari Bustle, quiet dating berarti menjalani hubungan dengan rasa percaya diri tanpa mencari validasi dari orang lain. Dengan kata lain, kamu tidak merasa perlu membagikan setiap perkembangan hubungan kepada teman, keluarga, atau media sosial.

“Ini adalah pendekatan yang lebih santai dalam menjalin hubungan, di mana kamu tidak mengejar label, pencapaian, atau validasi, melainkan mengeksplorasi apa yang terasa baik dan memahami apa yang benar-benar kamu inginkan,” kata Boodram.

Shanon Boodram juga menjelaskan bahwa, quiet dating pada dasarnya adalah menempatkan romansa bukan lagi sebagai alasan utama hidupmu, melainkan sebagai salah satu dari banyak aspek kehidupan.  Alih-alih sibuk mencari pengakuan dari luar, quiet dating mendorong seseorang untuk fokus pada perasaannya sendiri dan mengenal pasangan secara lebih objektif.

2. Mengapa quiet dating semakin populer?

ilustrasi pasangan gunakan jaket denim  (pexels.com/thomasleeward)
ilustrasi pasangan gunakan jaket denim (pexels.com/thomasleeward)

Di era media sosial, kehidupan asmara sering kali terasa seperti pencapaian yang harus dipamerkan. Mulai dari hard launch pasangan di Instagram hingga membagikan momen romantis secara rutin, hubungan terkadang berubah menjadi konsumsi publik.

Padahal, terlalu banyak masukan dari orang lain bisa membuat penilaian menjadi kabur. Gak jarang seseorang jadi lebih fokus pada bagaimana hubungan itu terlihat di mata orang lain dibanding bagaimana hubungan tersebut benar-benar terasa. Karena itulah, banyak orang mulai tertarik dengan quiet dating.

“Fenomena ini mendorong banyak orang lajang untuk bercermin dan mengevaluasi secara jujur seberapa besar peran publik dalam hubungan mereka, serta apakah mereka menggunakan public display of affection (PDA) untuk memvalidasi hubungan sekaligus diri mereka sendiri,” jelas Shan Boodram.

3. Apa manfaat menjalani quiet dating?

ilustrasi pasangan pakai baju tradisional Jepang (pexels.com/yaroslavshuraev)
ilustrasi pasangan pakai baju tradisional Jepang (pexels.com/yaroslavshuraev)

Salah satu manfaat terbesar quiet dating adalah membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih jernih. Tanpa terlalu banyak pendapat dari luar, kamu bisa lebih mudah menilai apakah hubungan tersebut benar-benar sehat dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Selain itu, quiet dating juga mengingatkan bahwa hubungan hanyalah salah satu bagian dari kehidupan. Karier, pertemanan, keluarga, dan hobi tetap memiliki peran penting dalam membentuk identitas diri. Dengan begitu, status hubungan tidak menjadi satu-satunya hal yang menentukan kebahagiaan atau nilai diri seseorang.

4. Apakah quiet dating berarti merahasiakan hubungan?

ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro)

Tidak juga. Ada perbedaan antara hubungan yang dirahasiakan dan hubungan yang dijaga privasinya. Quiet dating bukan berarti menyembunyikan pasangan, melainkan memilih untuk tidak menjadikan hubungan sebagai topik utama dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, kamu tetap bisa membagikan momen bersama pasangan sesekali, tetapi tidak merasa harus mengunggah setiap kencan atau menjelaskan semua detail hubungan kepada orang lain. Menurut Boodram, quiet dating sesederhana mengalihkan sorotan hidup kembali kepada diri sendiri.

“Ketika seseorang bertanya, ‘Kamu sedang dekat dengan siapa?’ kamu bisa tersenyum dan dengan sopan menjawab, ‘Tidak terlalu penting,’ lalu melanjutkan pembicaraan,” ujarnya.

Berkencan seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan sumber stres atau ajang pembuktian. Jadi, jika akhir-akhir ini kamu merasa lelah dengan ekspektasi soal hubungan, mungkin quiet dating bisa jadi cara untuk menikmati cinta dengan lebih santai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Gaya Busana dan Makeup Dua Lipa di Pernikahannya, bak Royal Wedding!

20 Jun 2026, 20:06 WIBLife