ilustrasi selingkuh emosional lebih menyakitkan dibandingkan selingkuh fisik (pexels.com/cottonbro studio)
Memiliki teman dekat lawan jenis tetap bisa berjalan beriringan dengan hubungan romantis, selama ada rasa hormat terhadap pasangan dan batasan yang disepakati. Misalnya, memperkenalkan teman kepada pasangan jika situasinya memungkinkan, tidak menjadikan teman sebagai 'pasangan cadangan', serta menghindari perilaku yang sengaja memicu kecemburuan atau menyamarkan ketertarikan romantis sebagai pertemanan.
Jika pasangan merasa tidak nyaman, respons yang membantu bukan langsung menyebutnya posesif, atau sebaliknya menuntut pemutusan pertemanan tanpa pembicaraan. Cobalah mencari tahu perilaku apa yang memicu rasa tidak aman, apakah ada pengalaman masa lalu yang memengaruhi kekhawatiran, dan batasan seperti apa yang bisa diterima kedua pihak.
"Ketika pasangan kamu keberatan dengan adanya persahabatan dengan lawan jenis, adalah suatu kekeliruan jika menganggap hal itu semata-mata sebagai kecemburuan akibat rasa tidak percaya diri. Pasangan yang memiliki harga diri tinggi tidak akan menoleransi persahabatan dengan lawan jenis yang tidak dikelola dengan baik. Hal ini biasanya mencerminkan kecerdasan emosional serta pemahaman mereka mengenai apa yang diperlukan untuk menjaga keutuhan hubungan yang intim," jelas Dr. Jennice.
Jadi, punya teman dekat lawan jenis tidak otomatis dapat disebut selingkuh. Yang lebih menentukan adalah apakah kedekatan itu tetap menghormati komitmen, dijalani secara jujur, dan tidak menggantikan atau merusak hubungan utama secara diam-diam.