Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Bahaya Punya Pasangan Malas Kerja, Selektif sebelum Nikah

8 Bahaya Punya Pasangan Malas Kerja, Selektif sebelum Nikah
ilustrasi malas bekerja (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Pasangan yang malas bekerja dapat menyebabkan kebutuhan keluarga tidak terpenuhi dan membuat salah satu pihak harus bekerja lebih keras untuk menutupi kekurangan ekonomi.
  • Ketimpangan tanggung jawab finansial sering memicu pertengkaran, tekanan mental, serta pandangan negatif dari lingkungan sekitar terhadap hubungan tersebut.
  • Sifat malas pasangan bisa berdampak buruk bagi anak dan kehidupan rumah tangga, termasuk menjadi contoh negatif serta membuka peluang munculnya perilaku destruktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Berpacaran dengan seorang pekerja keras sering dianggap tidak menyenangkan. Dia gak punya banyak waktu buat kamu. Orang lain diantar jemput oleh pacarnya, dirimu malah sering ditinggal berhari-hari karena ia bertugas ke luar kota. Atau, dia gak bisa kabur sejenak dari kantornya.

Orang yang banyak energinya telah habis untuk bekerja juga sering kali kurang romantis. Ia melupakan hari-hari penting kalian atau beberapa janji. Isi pikiranmu dipenuhi urusan pekerjaan. Segala hal dibuat sepraktis mungkin.

Kalian juga jarang liburan bareng sehingga tak punya banyak foto estetik buat dipamerkan di media sosial. Namun, punya pasangan yang suka bekerja keras sangat penting untuk ke depannya. Seandainya dirimu meneruskan hubungan hingga ke jenjang pernikahan dengan orang yang enggan untuk mencari nafkah, berikut ini bahaya punya pasangan malas kerja yang akan dirasakan.

1. Kebutuhan keluarga tidak tercukupi

duduk melamun
ilustrasi duduk melamun (pexels.com/Theodore Nguyen)

Sedikit bekerja tentu juga akan membuat penghasilan tak seberapa. Bahkan bila dia memperoleh gaji bulanan, bonus-bonus mungkin tidak didapatkan karena sifat malasnya. Padahal, bonusnya lebih gede daripada gaji pokok. Sementara kebutuhan rumah tangga tak terhingga banyaknya. Sampai kalian gak bisa nabung pun, kebutuhan dasar belum terpenuhi dengan baik.

2. Kamu harus bekerja sangat keras

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Bimbim Sindu)

Situasi seperti di atas tidak bisa dibiarkan berlama-lama. Dirimu juga tak tahan dengan kondisi yang penuh keterbatasan. Akhirnya kamu yang mesti bekerja dua kali lipat lebih keras hanya untuk memastikan semua kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Berarti baik capek fisik maupun psikismu juga dobel.

3. Memicu pertengkaran setiap hari

hubungan tidak harmonis
ilustrasi hubungan tidak harmonis (pexels.com/Vitaly Gariev)

Dengan kelelahan hebat yang dirasakan olehmu, pasti kamu jengkel bukan main melihat pasangan santai bermalas-malasan. Ketidakpuasanmu terhadap hubungan kalian bertambah. Di lain pihak pasangan boleh jadi makin mengandalkanmu dalam hal keuangan. Pertengkaran suami istri pun meledak setiap hari, bahkan setiap saat.

4. Jadi bahan omongan orang

duduk melamun
ilustrasi duduk melamun (pexels.com/Arturo Añez.)

Andai pun kamu dapat menerima kemalasan pasangan dalam mencari uang, mungkin dirimu tak bakal tahan mendengar omongan orang. Baik keluarga maupun tetangga tidak henti-hentinya membicarakan sifat minus pasanganmu. Dia yang pemalas, tapi dirimu juga mesti terus mendengar penilaian mereka. Kamu merasa antara risi sekaligus tahu bahwa semua ucapan itu benar adanya.

5. Juga contoh yang buruk buat anak

malas bekerja
ilustrasi malas bekerja (pexels.com/Ron Lach)

Setiap hal yang dilakukan orangtua menjadi contoh buat anak. Ada anak yang melihat salah satu orangtuanya malas bekerja, lalu bertekad tak mau seperti itu setelah dewasa. Malah sejak kecil ia telah membantumu mencari uang lantaran tahu bebanmu berat.

Akan tetapi, ada juga anak yang justru berpikir bahwa bermalas-malasan tidak apa-apa. Bila saat dia kelak dewasa benar-benar mengikuti jejak pasanganmu, kamu pula yang repot. Dirimu harus terus memberinya uang buat hidup bahkan sampai ia berkeluarga.

6. Cenderung malas juga dalam hal-hal lain

malas bekerja
ilustrasi malas bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Sangat sulit untuk membatasi kemalasan pada satu hal. Kalau pasanganmu bekerja pun malas, pasti dalam berbagai hal lainnya pun sama saja. Seperti malas beres-beres rumah, mengasuh anak, dan sebagainya. Beban tugasmu menjadi luar biasa. Semua urusan seolah-olah ditaruh di pundakmu.

7. Waktu dipakai buat hal-hal buruk

mabuk
ilustrasi mabuk (pexels.com/TREEDEO.ST)

Seorang pekerja keras akan memanfaatkan waktu luangnya untuk beristirahat atau berlibur bersama keluarga. Sementara orang yang malas bekerja punya lebih banyak waktu luang. Sayangnya, waktu luang yang melimpah itu malah cenderung dipakainya untuk hal-hal yang negatif. Misalnya, nongkrong sambil mabuk-mabukan, ikut taruhan, dan sebagainya.

8. Iri serta cemburu padamu serta teman-teman

teman kerja
ilustrasi teman kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Malas bekerja berbuntut pada kariermu yang jauh lebih baik. Seharusnya dia mencontohmu dan berubah. Namun, biasanya orang yang malas bekerja cuma bisa bersikap iri atas pencapaian-pencapaian pasangannya. Juga cemburu pada kawan-kawanmu yang lawan jenis dan kariernya bagus. Pikirannya selalu dipenuhi kecurigaan kalian ada main di belakangnya.

Ada bahaya punya pasangan malas kerja yang sebenarnya bisa menjadi sumber penderitaan. Tidak hanya untukmu, tetapi juga untuk anak-anak kalian. Masukkan sifat rajin bekerja atau pekerja keras dalam kriteria pasangan impianmu sekarang juga, mumpung kamu belum telanjur menikah dengan orang pemalas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More