Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bilang "I Love You" Terlalu Cepat? Ini yang Bisa Kamu Lakukan Menurut Ahli

4 min read
Bilang "I Love You" Terlalu Cepat? Ini yang Bisa Kamu Lakukan Menurut Ahli
ilustrasi couple (pexels.com/leeloothefirst)
Share Article

Baru beberapa minggu menjalin hubungan, tetapi kamu sudah terlanjur mengatakan “I love you”? Situasi ini bisa terasa canggung, apalagi jika pasangan belum memberikan respons yang sama.

Gak perlu panik, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar situasi ini gak semakin awkward. Yuk, simak langkah yang bisa dilakukan saat kamu terlanjur bilang “I love you” terlalu cepat menurut ahli!

  1. 1. Jangan langsung panik dan evaluasi hubungan kalian

    ilustrasi pasangan sedang berdiskusi
    ilustrasi pasangan sedang berdiskusi (pexels.com/pavel-danilyuk)

    Sebelum memikirkan reaksi pasangan, coba tenangkan diri dan lihat kembali perkembangan hubungan kalian. Pertimbangkan sudah berapa lama bersama, seberapa dekat kalian, serta apakah perasaan tersebut muncul karena hubungan yang berkembang atau sekadar terbawa suasana di awal.

    Perhatikan juga apakah kalian sudah nyaman membicarakan perasaan, kebutuhan, konflik, hingga rencana masa depan secara terbuka. Hal ini bisa membantu menilai apakah ucapan “I love you” memang sesuai dengan perkembangan hubungan atau diucapkan terlalu cepat.

    “Dua orang gak selalu merasakan cinta atau memiliki keinginan untuk mengungkapkannya pada waktu yang sama,” ujar Claudia de Llano, LMFT, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi serta penulis The Seven Destinies of Love, dikutip dari Verywell Mind.

  2. 2. Kalau dia belum membalas, jangan langsung menganggapnya sebagai penolakan

    ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama
    ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/samson-katt)

    Kalau pasangan hanya tersenyum canggung, mengalihkan pembicaraan, atau memberikan respons netral setelah mendengar “I love you”, jangan langsung menganggap dia gak punya perasaan yang sama. Setiap orang punya waktu berbeda untuk memahami dan mengungkapkan perasaannya, jadi hindari terburu-buru menyimpulkan hubungan kalian akan berakhir.

    Beri pasangan ruang untuk memproses perasaannya tanpa menuntut jawaban saat itu juga. Kamu bisa mengatakan bahwa kamu hanya ingin jujur dan gak berharap dia membalas sebelum benar-benar siap.

    “Kamu gak bisa memaksa atau memanipulasi seseorang untuk mencintaimu. Namun, dengan kesabaran, kebaikan, dan pengertian, kamu bisa mengenal pasanganmu lebih jauh, memahami perasaannya, serta melihat apakah ada kemungkinan cinta itu tumbuh bersama,” ujar Sabrina Romanoff, PsyD, psikolog klinis, dikutip dari Verywell Mind.

  3. 3. Jangan mengatakan "I love you" lagi hanya untuk mendapatkan balasan

    ilustrasi pasangan bahagia (pexels.com/gustavofring)
    ilustrasi pasangan bahagia (pexels.com/gustavofring)

    Kalau pasangan belum membalas “I love you”, jangan tergoda mengulanginya hanya untuk mendapatkan respons yang sama. Ungkapkan perasaanmu sebagai bentuk kejujuran, bukan cara untuk memaksa pasangan memberikan kepastian.

    Kalau hubungan tetap berjalan baik, beri waktu agar perasaan kalian berkembang secara alami. Kamu juga gak perlu menarik kembali ucapan tersebut hanya karena pasangan belum mengatakannya, selama kamu memang mengungkapkannya dengan tulus.

    “Kalau kamu mengatakannya padahal sebenarnya gak bermaksud demikian, kamu justru membawa ketidakjujuran ke dalam hubungan. Berbohong terang-terangan bukanlah pilihan yang baik,” ujar Karin Anderson, Ph.D., psikolog hubungan, dikutip dari Glamour.

  4. 4. Tetap jalani hubungan tanpa terburu-buru mengambil langkah besar

    ilustrasi couple
    ilustrasi couple (pexels.com/leeloothefirst)

    Kalau pasangan membalas “I love you”, kamu tetap gak perlu buru-buru mengambil keputusan besar dalam hubungan. Nikmati momen tersebut sambil memberi waktu untuk semakin mengenal satu sama lain, termasuk cara menghadapi konflik dan menghargai kebutuhan masing-masing.

    Jadikan pengakuan cinta sebagai awal untuk membangun hubungan secara perlahan, bukan alasan untuk langsung tinggal bersama atau menikah. Bagaimanapun, rasa cinta perlu terus ditunjukkan lewat sikap saling menghargai, menghormati, dan memperhatikan.

  5. 5. Kalau responsnya negatif, terima dan tetap hargai dirimu

    ilustrasi couple (pexels.com/katerinaholmes)
    ilustrasi couple (pexels.com/katerinaholmes)

    Respons pasangan bisa saja gak sesuai dengan harapan, misalnya dia mengatakan belum memiliki perasaan yang sama atau bahkan memilih mengambil jarak. Situasi ini memang bisa menyakitkan, tetapi kamu gak perlu berusaha meyakinkannya agar berubah pikiran. Cinta bukan sesuatu yang bisa dipaksakan, sehingga kejujuran pasangan tetap perlu dihargai meskipun jawabannya terasa mengecewakan.

    Kamu bisa merespons dengan tenang, misalnya mengatakan, "Aku mengerti, terima kasih sudah jujur." Setelah itu, beri dirimu waktu untuk memproses rasa malu, sedih, atau kecewa tanpa menyalahkan diri sendiri karena sudah mengungkapkan perasaan. Mengatakan "I love you" bukan kesalahan hanya karena orang yang kamu cintai belum siap memberikan respons yang sama.

    Pada akhirnya, mengatakan "I love you" terlalu cepat gak selalu berarti hubunganmu bermasalah. Yang penting, beri ruang bagi kedua pihak untuk memiliki ritme perasaan masing-masing dan tetap jujur dalam menjalaninya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More