Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Catat! Ini 5 Alasan Jatuh Cinta dengan Sahabat Itu Menyakitkan

Catat! Ini 5 Alasan Jatuh Cinta dengan Sahabat Itu Menyakitkan
Unsplash/loic
Share Article

Semesta itu rumit, entah atas dasar apa menciptakan sepasang sahabat yang awalnya berjalan begitu indah, bisa berubah hanya karena sebuah rasa. Semesta memang bisa membolak-balikkan setiap hati dengan mudahnya, tanpa memandang status, ras, suku, dan agama. Namun ada kalanya semesta seakan ingin bermain dengan kita, ya persahabatan kita.

  1. 1. Mulai bersikap egois

    Unsplash/ericjamesward
    Unsplash/ericjamesward

    Bukankah kita adalah sahabat, tentu saja temanku adalah temanmu juga. Namun ketika sikap egois itu muncul, aku bahkan tak rela melihatmu dekat dengan perempuan lain selain aku, melihatmu tertawa bukan karenaku dan bukan pula untukku.

    Semesta seakan-akan ingin melihat sampai dimana aku bisa mengendalikan egoku, yang membuatku tersadar peraturan pertama dalam persahabatan adalah "tak boleh ada rasa diantara persahabatan kita".

  2. 2. Dilema antara kehilangan persahabatan atau cinta

    Unsplash/zetsir
    Unsplash/zetsir

    Entah sejak kapan perasaan ini ada, semesta tiba-tiba saja membuatku merasakan rasa yang belum pernah ada sebelumnya, jantungku berdegup lebih kencang hanya dengan melihat senyumanmu. Sedetik kemudian aku sadar perasaan itu mungkin tidak seharusnya ada, karena semakin jauh aku melangkah semua terasa makin rumit.

  3. 3. Perubahan sikapku

    Unsplash/franciscoegonzalez
    Unsplash/franciscoegonzalez

    Kemudian semesta mulai menyadarkanmu, bahwa sikapku terhadapmu berbeda dan sedikit berlebihan, perhatian yang lebih, khawatir yang lebih, dan rindu yang lebih. Tapi sayangnya semesta tidak menyadarkanmu bahwa perasaanku kepadamu juga lebih, ya lebih dari sekadar sahabat.

  4. 4. Memendam rindu

    Unsplash/yrss
    Unsplash/yrss

    Setelah itu rindu muncul begitu egoisnya, sikapmu yang mulai berubah dan mulai menjauh, membuatku harus memendam rindu yang begitu berat. Lagi-lagi semesta tak berpihak padaku, bahkan hanya untuk sekadar bertemu dan berbincang denganmu seperti dulu.

  5. 5. Persahabatan yang berubah

    Unsplash/itsmiki5
    Unsplash/itsmiki5

    Semuanya berubah ketika kita berdua menyadari bahwa aku melanggar peraturan pertama dalam persahabatan, kita tak lagi seperti dulu. Kamu tak lagi suka bercerita tentang duniamu, dan hanya diam membisu bahkan ketika kamu ada di hadapanku. Kita tak lagi seperti dulu, namun setidaknya kamu tau tentang rasaku, rasa yang berusaha kuhapus seiring dengan berjalannya waktu.

    Namun semesta tak selamanya bersikap seperti itu, ada kalanya semesta berpihak padamu. Hanya saja saat ini semesta ingin melihat sejauh mana aku mampu bertahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More