Mungkin banyak orang berpikir bahwa mencintai dan merasa dicintai adalah dua hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda karena melibatkan cara seseorang memberikan kasih sayang dan bagaimana kasih sayang tersebut diterima.
Dicintai Vs. Merasa Dicintai, Ternyata Punya Makna yang Berbeda!

- Artikel menjelaskan perbedaan antara dicintai dan merasa dicintai, di mana dicintai berkaitan dengan tindakan memberi kasih sayang, sedangkan merasa dicintai berhubungan dengan cara seseorang menerima cinta tersebut.
- Disebutkan bahwa kemampuan seseorang untuk merasa dicintai dipengaruhi oleh penerimaan diri; semakin seseorang mencintai dirinya, semakin mudah ia menerima kasih sayang dari pasangan.
- Memahami perbedaan ini membantu membangun hubungan yang lebih sehat melalui komunikasi terbuka, pengurangan ekspektasi berlebih, serta peningkatan kemampuan menghargai dan menerima cinta dari pasangan.
Dalam sebuah hubungan, seseorang bisa mencintai pasangannya dengan tulus dan menunjukkan berbagai bentuk perhatian, tetapi pasangannya belum tentu merasa dicintai. Sebaliknya, ada pula yang merasa dicintai meski pasangannya tidak selalu mengekspresikan cinta dengan cara yang sama. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan saling memahami.
1. Perbedaan antara dicintai dan merasa dicintai

Dicintai merupakan kondisi ketika seseorang menunjukkan kasih sayangnya melalui tindakan nyata. Bentuknya dapat berupa kata-kata yang menenangkan, perhatian, sentuhan fisik, dukungan, maupun berbagai tindakan sederhana yang membuat pasangan merasa dihargai. Dengan kata lain, dicintai lebih mengacu pada ekspresi kasih sayang yang diberikan kepada pasangan.
Sementara itu, merasa dicintai berkaitan dengan bagaimana seseorang menerima dan memaknai kasih sayang tersebut. Perasaan ini muncul ketika tindakan yang diberikan pasangan sesuai dengan kebutuhan emosional atau cara seseorang merasakan cinta. Itulah sebabnya, seseorang belum tentu merasa dicintai meski pasangannya sudah menunjukkan banyak bentuk kasih sayang.
2. Dicintai belum tentu membuat seseorang merasa dicintai

Dikutip dari Psychology Today, terapis pasangan dan keluarga berlisensi, Assael Romanelli, menjelaskan bahwa kemampuan seseorang untuk merasakan cinta dari orang lain dipengaruhi oleh hubungan yang ia miliki dengan dirinya sendiri. Semakin seseorang mampu menerima dan mencintai dirinya, semakin mudah pula ia menerima kasih sayang dari pasangan.
Sebaliknya, jika seseorang masih memiliki penerimaan diri yang rendah, ia cenderung lebih mudah meragukan perhatian atau cinta yang diberikan pasangan. Akibatnya, seseorang bisa saja sebenarnya dicintai, tetapi tetap tidak merasa dicintai.
"Kebutuhan yang sangat besar akan validasi dan apresiasi muncul dari keinginan untuk merasa dicintai; hal ini berujung pada munculnya ekspektasi, rasa sakit hati, rasa ketidaknyamanan dalam hubungan, dan menyembunyikan kebenaran diri demi disukai dan dicintai," tutur Saloni Singh, ketua eksekutif DidiBahini, dikutip dari Saloni Singh.
3. Memahami perbedaanya dapat memperbaiki hubungan

Mengetahui perbedaan antara dicintai dan merasa dicintai dapat membantu kamu melihat hubungan dari sudut pandang yang lebih objektif. Kamu jadi tidak mudah menyimpulkan bahwa pasangan tidak mencintai hanya karena cara mereka menunjukkan kasih sayang berbeda dari yang kamu harapkan.
Selain itu, pemahaman ini juga membantu mengurangi kebiasaan memproyeksikan perasaan kepada pasangan. Dengan begitu, kamu dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan memahami kebutuhan emosional masing-masing.
4. Belajar menerima cinta yang diberikan pasangan

Merasa dicintai juga berhubungan dengan kemampuan menerima kasih sayang yang diberikan orang lain. Karena itu, penting untuk mulai membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri agar lebih mudah menghargai perhatian dan usaha pasangan.
Dikutip dari Psychology Today, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu menghargai diri sendiri adalah dengan menerima kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki tanpa terus-menerus meragukan nilai diri. Ketika kamu mampu menerima diri sendiri, akan lebih mudah pula menghargai perhatian, dukungan, maupun kasih sayang yang diberikan pasangan.
"Solusi dalam menghadapi hal ini adalah bukan dengan menyalahkan pasangan, tetapi memahami apa yang membuat kita dicintai. Dengan mengenali kebutuhan emosional tersebut, kita dapat mengurangi jarak antara dicintai dan merasa dicintai," ungkap Darcy Sterling, terapis hubungan, penulis, dan pendidik, dikutip dari Ask Dr.Darcy.
Membedakan antara mencintai dan merasa dicintai dapat membantu kamu memahami dinamika hubungan dengan lebih baik. Pada akhirnya, hubungan yang sehat tidak hanya dibangun dari bagaimana seseorang menunjukkan cinta, tetapi juga dari kemampuan masing-masing untuk menerima dan merasakan cinta tersebut.






![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)








![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Hanya Capek atau Mulai Stres](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)






