Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

9 Amalan saat Gerhana Matahari, Ini Niat dan Panduan Salat Sunah

9 Amalan saat Gerhana Matahari, Ini Niat dan Panduan Salat Sunah
ilustrasi salat Idul Adha (unsplash.com/Yoga Sukma 🇮🇩)
Intinya Sih
  • Gerhana matahari total diprediksi terjadi 12 Agustus 2026, ketika bulan menutupi seluruh piringan matahari dan langit siang berubah gelap beberapa menit.
  • Dalam Islam, gerhana menjadi tanda kebesaran Allah Swt. Umat dianjurkan memperbanyak zikir, doa, sedekah, serta melaksanakan salat gerhana sebagai ibadah sunah muakkad.
  • Salat gerhana dilakukan dua rakaat dengan dua kali qiyam dan rukuk di tiap rakaatnya, dimulai sejak gerhana terjadi hingga matahari kembali normal atau terbenam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Gerhana matahari total diprediksi akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Peristiwa ini terjadi ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi sehingga menutupi seluruh piringan matahari. Fenomena ini akan mengubah langit siang menjadi gelap selama beberapa menit.

Dalam Islam, gerhana matahari menjadi salah satu fenomena yang menjadi tanda kekuasaan Allah Swt. Ketika terjadi peristiwa tersebut, dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan ibadah serta melakukan salat gerhana. Terdapat sejumlah amalan yang bisa dilakukan ketika terjadi gerhana, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!

1. Anjuran untuk memperbanyak ibadah sunah

ilustrasi salat Ied Adha di masjid (pexels.com/Mohammed Alim)
ilustrasi salat Ied Adha di masjid (pexels.com/Mohammed Alim)

Amalan yang sangat dianjurkan ketika terjadinya gerhana adalah melaksanakan salat sunah. Mengutip NU Online, salat gerhana memiliki hukum sunnah muakkad, yakni dianjurkan dilaksanakan oleh umat Islam. Adapun hadis terkait dengan gerhana adalah sebagai berikut:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari banyak tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena wafatnya atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah, dan bersedekahlah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda:

“Maka bersegeralah untuk berzikir kepada Allah, berdoa kepada-Nya, dan beristighfar.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua hasil menegaskan bahwa gerhana menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah sunah. Akan tetapi, Rasulullah melarang menghubungkan fenomena alam seperti gerhana bulan atau matahari dengan mitos maupun takhayul. Tidak pula diperkenankan menghubungkan dengan kematian atau kehidupan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis berikut:

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena wafatnya atau hidupnya seseorang.” (HR Bukhari).

2. Amalan saat terjadi gerhana

Ilustrasi salat Id (pexels.com/Mohammed Alim)
Ilustrasi salat Id (pexels.com/Mohammed Alim)

Mengutip NU Online, amalan yang dapat dilakukan saat terjadi gerhana adalah sebagai berikut:

  1. Salat gerhana
  2. Bersedekah
  3. Taubat dari maksiat
  4. Mengerjakan kebaikan
  5. Membebaskan budak
  6. Kehati-hatian jangan sampai lalai
  7. Memperbanyak doa
  8. Memperbanyak istigfar
  9. Memperbanyak zikir

3. Panduan salat gerhana

Ilustrasi salat Id (pexels.com/Chattrapal (Shitij) Singh)
Ilustrasi salat Id (pexels.com/Chattrapal (Shitij) Singh)

Melansir NU Online, salat gerhana dilakukan sebanyak dua rakat dua kali qiyam, dua kali rukuk, dan dua kali i'tidal (berdiri dari rukuk) dalam setiap rakaatnya. Berakhirnya waktu pelaksanaan salat gerhana matahari adalah ketika kembalinya matahari normal (tidak lagi terjadi gerhana) atau dengan terbenamnya matahari saat masih dalam keadaan gerhana. Sementara waktu berakhirnya salat gerhana bulan adalah ketika hilangnya gerhana atau terbitnya matahari.

Berikut adalah tata cara salat gerhana:

  1. Membaca niat dalam hati ketika takbiratul ihram. Adapun niat salat gerhana yakni "Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ"
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram
  3. Membaca ta'awudz dan surah Al-Fatihah, setelah itu membaca surah Al-Baqarah atau bacaan sepanjang itu
  4. Rukuk dengan membaca tasbih sepanjang bacaan seratus ayat dari Al-Baqarah
  5. Qiyam, berdiri lagi untuk membaca surah Al-Fatihah. Setelah itu membaca surah Ali Imran atau membaca kira-kira 200 ayat dari surah Al-Baqarah
  6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat surah Al-Baqarah
  7. I'tidal dengan membaca doa i'tidal
  8. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua
  9. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit mengerjakan rakaat kedua
  10. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat kedua qiyam yang ketiga, dianjurkan membaca surah An-Nisa atau membaca sekitar seratus lima puluh ayat dari surah Al-Baqarah setelah membaca Al-Fatihah
  11. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 70 ayat dari surah Al-Baqarah
  12. Qiyam keempat, berdiri lagu untuk membaca surah Al-Fatihah, setelah itu membaca surah Al-Maidah atau membaca surah kira-kira seratus ayat dari surah Al-Baqaarah
  13. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 50 ayat dari surah Al-Baqarah
  14. I'tidal hingga duduk kedua seperti rakaat pertama
  15. Tahyat akhir lalu salam.

Pelaksanaan salat di atas adalah yang paling utama atau afdal. Akan tetapi, sumber yang sama menyebut bahwa bacaan salat gerhana bisa diringkas, seperti membaca surah Al-Fatiha saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tanpa dilanjutkan dengan membaca ayat-ayat atau surah dalam Al-Qur'an. Wallahu a'lam.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More