Comscore Tracker

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hati

Aku tengah menantimu...di pucuk kemarau yang mulai gundul itu...

Luka hati tak cuma bisa diobati dengan musik, traveling, atau nonton bioskop. Bisa juga dengan puisi. Puisi merupakan salah satu media yang ampuh untuk menyembuhkan atau setidaknya mengurangi rasa ngilu lantaran putus cinta atau sakit hati yang mendalam karena beragam persoalan. Beberapa puisi sastrawan ini, misalnya, berhasil membuat pembacanya kembali menemukan pemulihan.

1. Doa Mempelai - Joko Pinurbo

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatiscratchthelist.com/q

Malam ini aku akan berangkat mengarungimu.

Perjalanan mungkin akan panjang berliku
dan nasib baik tidak selalu menghampiriku
tapi insyaallah suatu saat
bisa kutemukan sebuah kiblat
di ufuk barat tubuhmu.
(2002; kado buat Ade & Fajar)

2. Barangkali Telah Kuseka Namamu - Goenawan Mohamad

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatiabsfreepic.com

Barangkali telah kuseka namamu

dengan sol sepatu
Seperti dalam perang yang lalu
kauseka namaku
Barangkali kau telah menyeka bukan namaku
Barangkali aku telah menyeka bukan namamu
Barangkali kita malah tak pernah di sini
Hanya hutan, jauh di selatan, hujan pagi

3. Hatiku Selembar Daun – Sapardi Djoko Damono

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatiblog.kitmapper.com

Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;

nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi.

4. Di Hadapan Rahasia - Adimas Immanuel

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka HatiPhoto by Nielsen Ramon on Unsplash

Masihkah kita harus bersengketa

ketika hari hampir habis
dan doa hanya menjadi ritus ala kadarnya?
Sementara daun-daun tak sekalipun
menebak ke mana angin akan meniupnya.
Seperti kita manusia
yang amat kecil di hadapan rahasia,
yang tak sepenuhnya berkuasa
atas jatuh-bangun kita.

Baca Juga: 9 Sastrawan Tanah Air yang Berhasil Bikin Kita Tergila-gila dengan Puisi

5. Yang Terampas dan yang Putus - Chairil Anwar

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatidesignbundles.ne

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,

menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

6. Kerinduan - Kahlil Gibran

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatiunsplash.com/

Merenda sebuah tali kasih

Kusimpul menjadi satu hati
gambaran jiwa yang terluka
bagai langit meratap sendu
kala bias cinta menghilang
sakit itupun dtng tanpa permisi
rembulan tak menyisakn senyum.
Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan
Kesendiriaan.

7. Hari Ini Seperti Juga Kemarin

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatiisgcharlotte.com

Hari ini seperti juga kemari

tak lagi terbandingkan, antara nasib antara sepi
kemudian rawan, jatuh di bumi
lantas seperti kemarin-kemarin : matahari pagi

8. "O" – Sutardji Calzoum Bachri

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka Hatistoriesofworld.com

dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau

resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian
raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian
mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai
siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia
waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas
duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai
oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O...

9. Aku Tengah Menantimu – Sapardi Djoko Damono

9 Puisi Sastrawan Paling 'Jleb' yang Ampuh Obati Luka HatiPhoto by Milos Tonchevski on Unsplash

Aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas

Di pucuk kemarau yang mulai gundul itu
Berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu
Yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas
Awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menantimu
Musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku
Kudengar berulang suara gelombang udara memecah
Nafsu dan gairah telanjang di sini, bintang-bintang gelisah
Telah rontok kemarau-kemarau yang tipis; ada yang mendadak
Sepi
Di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun
Menanti
Barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana
Dan tak ada, kau pun, yang merasa ditunggu begitu lama

Dibaca, diresapi, sungguh bisa memulihkan perasaan.

Baca Juga: 9 Puisi Romantis yang Bakal Bikin Pasangan LDR Baper Maksimal

Topic:

Berita Terkini Lainnya