Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Makin Lama Jomblo, Makin Sulit Buka Hati? Ini 5 Alasannya!
Cuplikan drama Genie Make a Wish (Netflix.com/Genie Make a Wish)
  • Orang yang lama melajang bisa terlalu nyaman mandiri, sehingga perlu penyesuaian besar untuk berbagi waktu, kebutuhan, dan kebiasaan dengan pasangan.

  • Kembali berkencan dapat terasa canggung karena merasa insting romantis tumpul, sementara kedekatan emosional bisa memicu ketidaknyamanan atau sikap terlalu kritis.

  • Pengalaman hubungan yang menyakitkan dapat membangun pertahanan diri, tetapi sebagian orang juga merasa hidup lajang sudah utuh tanpa harus memiliki pasangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa ingin punya pasangan, tetapi di saat yang sama justru ragu ketika ada seseorang yang mendekat? Fenomena ini cukup umum dirasakan orang yang sudah terlalu lama melajang. Konon, mereka lebih sulit untuk membuka hati.

Lantas, apa yang membuat seseorang semakin sulit memulai hubungan romantis setelah lama terbiasa hidup sendiri? Berikut beberapa alasannya!

1. Sudah terlalu nyaman menjalani semuanya sendiri

Cuplikan drama Pump up the Healthy Love (kbs.com/Pump up the Healthy Love)

Selama jomblo, kamu terbiasa melakukan berbagai hal sendiri. Namun, ketika ada seseorang yang ingin masuk ke dalam hidupmu, kamu mungkin merasa perlu menyesuaikan banyak hal. Kamu harus berbagi waktu, mempertimbangkan kebutuhan pasangan, dan mencari kompromi dalam berbagai situasi.

"Setelah sekian lama melajang, kembali ke dunia kencan bisa menjadi hal yang menantang," ungkap Psikolog, Becky Spelman dalam artikel How to tell if being single for a long time has made you bad at relationships dilansir dari Business Insider.

Becky juga menjelaskan bahwa orang yang terbiasa melakukan segala sesuatu dengan caranya sendiri mungkin membutuhkan waktu untuk memberi ruang bagi orang baru. Salah satu caranya adalah membangun rutinitas baru yang bisa dinikmati bersama, bukan sekadar memaksakan pasangan masuk ke dalam kebiasaan yang sudah ada.

2. Merasa canggung saat harus kembali berkencan

Cuplikan drama Can This Love be Translated? (Netflix.com/Can This Love be Translated?)

Dalam artikel yang sama, Psikolog Becky juga menjelaskan bahwa seseorang yang sudah lama melajang bisa memiliki perasaan kalau insting romantis mereka sudah tumpul. Mereka mungkin khawatir bahwa kebiasaan atau norma dalam berkencan telah berubah sejak terakhir kali mencoba menjalin hubungan.

Perasaan canggung ini gak berarti kamu kehilangan kemampuan untuk mencintai atau membangun hubungan. Bisa jadi, kamu hanya belum terbiasa lagi dengan proses mengenal orang baru secara romantis. Mulailah dengan percakapan ringan, bertemu tanpa ekspektasi berlebihan, dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk belajar kembali.

3. Sulit menerima kedekatan emosional

Cuplikan drama Can This Love be Translated? (Netflix.com/Can This Love be Translated?)

Ada kalanya kamu merasa ingin memiliki pasangan, tetapi justru gak nyaman ketika seseorang mulai menunjukkan ketertarikan yang serius. Kamu mungkin merasa risih ketika ditanya tentang perasaan, kesulitan menceritakan hal pribadi, atau mendadak kehilangan minat ketika hubungan mulai terasa dekat.

Psikolog klinis, Lisa Firestone,menjelaskan bahwa orang yang sudah lama melajang bisa mengalami ketakutan terhadap kedekatan emosional. Dalam kondisi tertentu, seseorang juga dapat bersikap terlalu kritis untuk menjaga jarak emosional.

"Bahkan, perhatian yang sebenarnya diinginkan bisa terasa mencurigakan atau membuat gak nyaman," tulisnya dalam artikel 8 Reasons You Might Still Be Single dikutip dari Psychology Today

4. Takut mengalami kekecewaan yang sama

Cuplikan drama Second Shot at Love(tvn.com/Second Shot at Love)

Kalau hubungan sebelumnya berakhir menyakitkan, wajar jika kamu lebih berhati-hati ketika ada orang baru yang mendekat. Psikolog Klinis, Lisa Firestone, juga menjelaskan bahwa pengalaman interpersonal yang menyakitkan dapat membuat seseorang membangun pertahanan diri. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih tertutup, sulit menunjukkan kerentanan, atau terlalu cepat mengesampingkan orang lain.

Sikap berhati-hati sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Namun, jika ketakutan terhadap pengalaman masa lalu membuatmu selalu mengantisipasi hal buruk, kamu mungkin kesulitan memberi kesempatan kepada orang baru. Penting untuk membedakan antara mengenali tanda bahaya dan menganggap semua hubungan akan berakhir dengan kekecewaan.

5. Merasa tidak harus punya hubungan romantis

Cuplikan drama Lovely Runner (tvn.com/Lovely Runner)

Setelah lama melajang, kamu mungkin menyadari bahwa hidupmu ternyata terasa menyenangkan tanpa pasangan. Kamu punya teman untuk berbagi cerita, kesibukan yang disukai, serta tujuan pribadi yang ingin dicapai. Kamu pun gak lagi merasa harus memiliki pasangan karena sudah merasa cukup.

Tentunya, ini bukan hal yang salah. Psikolog, Duygu Balan, LPCC, mengingatkan bahwa menjadi lajang gak seharusnya selalu dipandang sebagai masa tunggu sebelum seseorang menemukan pasangan. Bahkan ini bisa menjadi fase yang bermakna untuk mengenali diri, memperkuat pertemanan, dan menikmati kemandirian.

"Perbedaannya terletak antara pola pikir ‘Aku sendirian sampai ada seseorang yang memilihku’ dan ‘Aku sedang membangun kehidupan yang utuh, dan aku akan membuka ruang untuk seseorang jika memang cocok denganku.’" tulis psikoterapis Duygu Balan LPCC dalam artikel Let This Be Your Year of Thriving Solo, dikutip dari Psychology Today.

Itu tadi alasan kenapa semakin lama jomblo, makin sulit membuka hati. Kira-kira alasan yang paling kamu yang mana?

Curated For You

Editorial Team

Related Article