Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pernah Kena Layoff? Kenali 5 Dampaknya saat Mulai Pekerjaan Baru!

4 min read
Pernah Kena Layoff? Kenali 5 Dampaknya saat Mulai Pekerjaan Baru!
Ilustrasi orang yang sedang mengalami stress (pexels.com/Liza Summer)
  • Pengalaman layoff dapat memicu kekhawatiran kehilangan pekerjaan lagi, terutama saat muncul pembahasan efisiensi, restrukturisasi, atau anggaran di perusahaan baru.

  • Riwayat kehilangan kerja bisa menurunkan kepercayaan diri dan mendorong dorongan bekerja berlebihan demi membuktikan kompetensi serta mempertahankan posisi.

  • Layoff sebelumnya dapat memperbesar kecemasan terhadap atasan dan membuat karyawan membandingkan kantor baru dengan perusahaan lama, sehingga kepercayaan lebih sulit dibangun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendapatkan pekerjaan baru setelah terkena layoff tentu bisa menjadi awal yang menyenangkan. Kamu kembali memiliki rutinitas, mendapatkan penghasilan, dan punya kesempatan untuk mengembangkan karier

Meskipun begitu, pengalaman kehilangan pekerjaan sebelumnya bisa saja masih membekas, bahkan ketika kamu sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Berikut beberapa dampak yang mungkin kamu rasakan!

  1. 1. Selalu khawatir kehilangan pekerjaan lagi

    Laki laki yang sedang stress
    Laki laki yang sedang stress (unsplash.com/Tim Gouw)

    Meskipun sudah bekerja di perusahaan baru, kamu mungkin masih dihantui kekhawatiran akan mengalami layoff untuk kedua kalinya. Setiap kali perusahaan membicarakan efisiensi, restrukturisasi, atau perubahan anggaran, pikiranmu langsung tertuju pada kemungkinan kehilangan pekerjaan.

    Survei Work in America yang diterbitkan American Psychological Association (APA) pada 2025 menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai keamanan kerja berkaitan dengan stres dan ketidakpastian yang dirasakan pekerja. Temuan tersebut juga menyoroti bagaimana pengalaman PHK di lingkungan kerja dapat memengaruhi kondisi psikologis karyawan.

    Kekhawatiran ini pun bisa membuatmu sulit menikmati pekerjaan yang sekarang. Bahkan, ketika situasi perusahaan sebenarnya baik-baik saja, kamu mungkin tetap merasa harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

  2. 2. Kurang percaya diri di tempat kerja baru

    ilustrasi perempuan sedang mengalami stress
    ilustrasi perempuan sedang mengalami stress (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Pernah mengalami layoff bisa membuatmu mempertanyakan kemampuan diri sendiri, bahkan setelah berhasil mendapatkan pekerjaan baru. Kamu mungkin mulai meragukan kualitas pekerjaanmu, takut melakukan kesalahan, atau merasa harus bekerja lebih keras agar dianggap kompeten.

    Psikiater Jean Kim, M.D menjelaskan bahwa kehilangan pekerjaan bisa terasa seperti penolakan terhadap seluruh usaha, waktu, dan kontribusi yang sudah diberikan seseorang. Pengalaman ini dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri, terutama jika pekerjaan merupakan bagian penting dari identitasnya.

    “Pengalaman traumatis tersebut bisa sulit diproses sepenuhnya, sehingga orang yang mengalaminya dapat merasa sangat terisolasi, tidak berharga, dan kesepian," tulisnya dalam artikel The Underrated Trauma of Being Fired dilansir dari Psychology Today.

  3. 3. Merasa harus bekerja ekstra untuk membuktikan diri

    Ilustrasi pekerja yang mengalami stress dalam pekerjaan
    Ilustrasi pekerja yang mengalami stress dalam pekerjaan (Gambar : Magnific.com)

    Setelah pernah terkena layoff, kamu mungkin merasa perlu bekerja lebih keras di perusahaan baru agar dianggap sebagai karyawan yang kompeten. Kamu berusaha menyelesaikan semua tugas dengan sempurna, jarang menolak pekerjaan tambahan, atau merasa bersalah ketika mengambil waktu istirahat. Di balik kebiasaan tersebut, mungkin ada kekhawatiran bahwa kamu akan kehilangan pekerjaan lagi jika performamu dianggap kurang memuaskan.

    "Pengalaman masa lalu dapat membentuk keyakinan bahwa seseorang hanya berharga ketika mampu menunjukkan prestasi," tulis Psikiater Marlynn Wei, dalam artikel 4 Hidden Costs of Workaholism That Could Be Masking Trauma dikutip dari Psychology Today

    Meskipun pembahasan Wei berfokus pada pengalaman masa kecil dan workaholism, gagasan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian orang mengaitkan harga diri dengan pencapaian kerja. Jika kamu masih membawa rasa takut setelah terkena layoff, cobalah mengevaluasi apakah kamu bekerja ekstra karena memang ingin berkembang atau karena merasa harus terus membuktikan bahwa dirimu layak dipertahankan?

  4. 4. Mudah cemas ketika dipanggil atasan

    ilustrasi berdiskusi dengan atasan
    ilustrasi berdiskusi dengan atasan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Merasa takut saat dipanggil atasan adalah hal yang wajar. Namun, setelah pernah mengalami layoff, perasaan ini bakal memiliki level cemas lebih tinggi. Kamu bisa langsung bertanya-tanya apakah pekerjaanmu bermasalah, apakah performamu dianggap kurang baik, atau apakah perusahaan sedang mempertimbangkan pengurangan karyawan?

    Dalam artikel The Rise of Job Insecurity: Handling Layoff Fears yang direview oleh Monica Vilhauer Ph.D, seorang konselor filsafat, reaksi tersebut bisa berkaitan dengan kekhawatiran kehilangan pekerjaan yang terbawa dari pengalaman sebelumnya. Apalagi jika proses layoff terdahulu berlangsung mendadak atau kamu gak mendapatkan penjelasan yang memadai.

    Untuk menghadapinya, cobalah gak langsung menyimpulkan hal terburuk sebelum mengetahui konteksnya. Jika memang ada evaluasi kerja, dengarkan masukan yang diberikan dan tanyakan hal-hal yang belum jelas. Kamu juga bisa meminta feedback secara berkala agar memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai performamu.

  5. 5. Sering membandingkan tempat kerja baru dengan perusahaan lama

    ilustrasi stress dengan beban finansial
    ilustrasi stress dengan beban finansial (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Setelah pindah ke perusahaan baru, kamu mungkin tanpa sadar sering membandingkan lingkungan kerja sekarang dengan tempat kerja sebelumnya. Kamu membandingkan cara atasan memberikan arahan, budaya komunikasi tim, hingga kebijakan perusahaan terhadap karyawan. Jika pengalaman di perusahaan lama cukup menyakitkan, kamu mungkin lebih mudah merasa curiga ketika menemukan situasi yang sedikit mirip.

    Dalam penelitian Lost Job, Lost Trust? On the Effect of Involuntary Job Loss yang diterbitkan dalam Journal of Economic Psychology, kehilangan pekerjaan secara tidak sukarela berkaitan dengan penurunan tingkat kepercayaan seseorang. Pengalaman tersebut dapat membuat seseorang lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain.

    Karena itu, pengalaman layoff sebelumnya mungkin masih memengaruhi cara kamu memandang situasi di kantor baru. Namun, cobalah menilai keadaan berdasarkan fakta yang ada sekarang, bukan hanya karena situasinya mengingatkanmu pada pengalaman lama. Kamu tetap bisa belajar dari masa lalu tanpa harus menganggap setiap perubahan di perusahaan baru akan berakhir dengan cara yang sama.

    Itu tadi dampak layoff yang bisa kamu rasakan meski sudah kerja di tempat baru. Cemas itu wajar, namun jangan biarkan ini menguasaimu sehingga tidak bisa menikmati pekerjaanmu, ya!

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More