Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Punya Crush Bikin Kamu Jadi Overthinking? Ternyata Ini Alasannya
ilustrasi pria dan wanita di perpus (pexels.com/timamiroshnichenko)
  • Overthinking saat punya crush terjadi karena otak memicu hormon seperti dopamin dan endorfin yang membuat seseorang fokus serta merasa senang pada orang yang disukai.
  • Ketidakpastian tentang perasaan balasan dari crush memicu pikiran berulang dan kecemasan, membuat seseorang terus membayangkan berbagai kemungkinan hubungan.
  • Semakin sering seseorang memikirkan crush-nya, semakin kuat pula perasaan yang muncul karena otak menganggap pengalaman tersebut menyenangkan dan sulit dilepaskan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya crush memang bisa menjadi fase yang menyenangkan sekaligus bikin overthinking. Baru bertukar pesan singkat saja bisa membuatmu senyum-senyum sendiri, tetapi ketika dia belum membalas chat atau mengunggah sesuatu di media sosial, kamu justru mulai memikirkannya terus-menerus.

Kalau kamu pernah mengalaminya, tenang saja, kamu tidak sendirian! Menurut para ahli, overthinking saat menyukai seseorang merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh berbagai respons emosional dan cara kerja otak. Berikut beberapa alasan mengapa punya crush bisa membuatmu sulit berhenti memikirkannya.

1. Kamu jadi lebih fokus pada orang yang kamu sukai

ilustrasi pria dan wanita membaca buku di perpus (pexels.com/timamiroshnichenko)

Saat memiliki crush, perhatianmu akan lebih mudah tertuju pada satu orang. Kamu mungkin mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang dirinya dan terus memikirkannya tanpa sadar. Otakmu pun menganggap sosok tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk menjadi pusat perhatianmu.

Perasaan senang yang muncul ketika melihat atau berinteraksi dengannya, juga membuatmu ingin mengulang pengalaman tersebut. Inilah yang membuat seseorang bisa mendadak lebih rajin membuka media sosial crush-nya atau merasa lebih bersemangat ketika mengetahui dirinya akan bertemu dengan orang yang disukai.

"Oksitosin memicu pelepasan dopamin. Dopamin membuat tubuh melepaskan endorfin dan endorfin inilah yang membuat kita merasa senang," ujar Lamont Moss, MD, psikiater di Kaiser Permanente Denver, dikutip dari SELF.

2. Ketidakpastian membuatmu terus memikirkan berbagai kemungkinan

ilustrasi pria dan wanita membaca buku di perpus (pexels.com/timamiroshnichenko)

Salah satu penyebab terbesar overthinking saat punya crush adalah ketidakpastian. Kamu mungkin mulai bertanya-tanya apakah dia juga menyukaimu atau apakah hubungan kalian memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Berbagai pertanyaan yang belum memiliki jawaban inilah, yang membuatmu terus memikirkannya.

Di sisi lain, seseorang yang sedang menyukai orang lain juga cenderung mengidealkan crush-nya. Tidak sedikit orang yang mulai membayangkan skenario romantis di masa depan meskipun hubungan mereka masih sebatas saling menyapa atau bahkan belum terlalu dekat. Akibatnya, overthinking pun menjadi semakin sulit dihindari.

"Hal ini membuatmu berada dalam kondisi lebih waspada dan cemas sehingga semakin memperkuat sensasi emosional yang terasa tidak stabil," ujar Kate Truitt, PhD, MA, MBA, psikolog klinis berlisensi dan applied neuroscientist, dikutip dari SELF.

3. Semakin sering dipikirkan, semakin kuat pula perasaanmu

ilustrasi pria dan wanita di perpus (pexels.com/timamiroshnichenko)

Overthinking saat punya crush ternyata bisa menjadi lingkaran yang terus berulang. Semakin sering kamu memikirkan seseorang, semakin kuat pula perasaan yang muncul. Bahkan, hal-hal sederhana seperti melihat profil media sosialnya atau mengingat percakapan singkat dengannya, bisa membuatmu semakin sulit melupakannya.

Menariknya, perasaan suka tidak selalu membutuhkan interaksi yang intens untuk berkembang. Bahkan, seseorang tetap bisa sangat menyukai orang lain meskipun mereka jarang berbicara secara langsung. Otakmulah yang secara tidak sadar terus mempertahankan perasaan tersebut karena menganggapnya sebagai sesuatu yang menyenangkan.

"Semakin sering kamu memikirkannya, semakin kuat pula perasaan yang kemungkinan akan kamu rasakan," ujar David Tzall, PsyD, psikolog klinis di New York, dikutip dari SELF.

Demikianlah, overthinking saat punya crush adalah hal yang wajar dan manusiawi. Selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, nikmati saja fase berbunga-bunga yang membuat jatuh hati terasa begitu menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article