Benarkah Gel Polish Bisa Merusak Kuku? Begini Penjelasan Ahli

- Gel polish adalah teknik pewarnaan kuku dengan cat berbahan akrilik yang dikeringkan di bawah sinar UV atau LED, menghasilkan tampilan mengilap dan tahan lama.
- Ahli dermatologi menjelaskan bahwa kerusakan kuku bukan disebabkan langsung oleh gel polish, melainkan oleh proses penghapusan, penggunaan aseton, bor mekanis, serta paparan sinar UV berulang.
- Untuk menjaga kesehatan kuku, disarankan tidak membiarkan gel polish lebih dari tiga minggu dan melakukan penghapusan di salon agar prosesnya aman serta kuku tetap terawat.
Bagi para pencinta nail art, menerapkan manikur gel atau gel polish sering jadi pilihan karena manikur ini mampu memberikan tampilan kuku mengilap yang memesona dan tahan lama. Namun, di balik daya tahannya yang tinggi, banyak orang penasaran apakah gel polish dapat memberikan efek negatif pada kuku.
Setiap tren manikur tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk mengetahui fakta di balik anggapan bahwa gel polish bisa merusak kuku, yuk simak penjelasan dari ahli yang telah IDN Times rangkum dalam artikel ini!
1. Apa itu gel polish?

Bagi yang belum tahu, gel polish merupakan teknik pewarnaan kuku yang dilakukan dengan cat kuku gel. Cat kuku gel sendiri adalah jenis cat kuku yang berbeda dari cat kuku biasanya karena dirancang mampu bertahan hingga berminggu-minggu tanpa terkelupas.
Laman Real Simple menuliskan bahwa kemampuan gel polish yang bisa bertahan lama, disebabkan oleh kandungan monomer dan oligomer akrilik di dalamnya, yang menyatu saat dikeringkan di bawah sinar UV atau LED. Hasilnya, kuku akan terasa lebih tebal, lebih keras, dan tampak lebih mengilap dibandingkan memakai cat kuku biasa.
2. Benarkah gel polish bisa merusak kuku?

Dilansir Time, Dr. April Schachtel, dokter kulit di UW Medicine di Seattle yang berspesialisasi dalam penyakit kuku, mengatakan bahwa orang yang rutin melakukan manikur gel mungkin akan melihat perubahan pada kuku mereka, seperti menipis, retak, melemah, atau muncul bintik-bintik putih. Menurutnya, banyak hal yang membuat manikur gel begitu menarik, tapi ada juga efek negatif yang mungkin menanti.
Heather Reynosa, Direktur Desain Pendidikan Global OPI, dalam laman Real Simple, juga menambahkan bahwa pada dasarnya, kerusakan kuku tidak semata-mata disebabkan oleh cat kuku gel itu sendiri. Kerusakan kuku bisa disebabkan juga oleh hal lain.
“Penting untuk dicatat, cat kuku gel sebenarnya tidak membahayakan kuku. Hanya saja, kesehatan kuku yang diberi gel polish dapat terganggu akibat kerusakan mekanis dan lampu UV,” jelas Reynosa.
Schachtel memaparkan bahwa teknik penghapusan cat kuku gel lama memerlukan proses yang cukup panjang. Dimulai dari membungkus jari dengan kapas yang direndam aseton dan aluminium foil hingga mempersiapkan permukaan kuku untuk lapisan baru, di mana petugas dapat mengikir atau menghaluskan kuku dengan mechanical drill.
“Tidak diragukan lagi bahwa 20 menit menggunakan aseton itu cukup keras, bukan hanya pada kulit, tetapi juga kuku,” kata Dr. Phoebe Rich, dokter kulit di Portland, Oregon yang berspesialisasi dalam pencegahan dan pengobatan gangguan kuku, kepada Time. “Kemudian, menggunakan bor setelah itu untuk menghilangkan sisa-sisa aseton yang tertinggal. Tentu, dapat berpotensi merusak kuku,” imbuhnya.
Mengikis produk secara paksa saat proses penghapusan alih-alih membiarkannya terlepas, bisa menyebabkan kerusakan pada kuku. Terlebih, jika alat-alat yang digunakan tidak disterilkan dengan benar.
Di sisi lain, lampu UV maupun LED yang digunakan untuk mengeringkan cat kuku gel dapat memancarkan radiasi UV. Meskipun frekuensi paparan sinar UV selama manikur gel tergolong singkat, paparan tersebut tetap bisa terkonsentrasi dan menumpuk seiring waktu. Faktor inilah yang berpotensi mempercepat penuaan pada kulit tangan.
3. Tips menghapus gel polish dengan aman

Walaupun perawatan kuku yang diberi gel polish membutuhkan kehati-hatian, jika dilakukan dengan metode yang benar, tentu kamu tidak akan kehilangan kuku asli yang sehat. Hindari membiarkan manikur gel bertahan lebih dari dua hingga tiga minggu, meskipun masih terlihat utuh.
Selain itu, jangan sekali-kali melakukan pengelupasan cat kuku sendiri tanpa memahami teknik yang tepat. Sebaiknya, kunjungi salon kuku agar proses penghapusan gel polish dapat dilakukan dengan aman. Di salon kuku, kamu juga biasanya akan diberi perawatan kuku secara khusus setelah proses penghapusan kuteks agar kuku tetap sehat.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa manikur gel merupakan teknik pewarnaan kuku yang sering dilakukan oleh banyak orang. Pewarnaan ini umumnya memiliki risiko rendah yang hanya bisa dicapai jika dilakukan dengan cara yang benar.









![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)








![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Hanya Capek atau Mulai Stres](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)



