Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Love Bombing atau Tulus? Kenali 4 Tandanya di Media Sosial
ilustrasi orang menatap layar laptop (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Love bombing di media sosial sering tampak sebagai perhatian intens sejak awal, tetapi berbeda dari ketulusan yang konsisten, tidak memaksa, dan tidak mengontrol.
  • Interaksi sehat menghargai privasi serta batasan; perhatian berlebihan yang terus menekan batasan dapat menjadi strategi untuk mengontrol seseorang.
  • Tanda lain love bombing mencakup pujian terlalu muluk dan gaslighting, seperti membuat korban merasa bersalah saat membalas pesan terlambat karena kesibukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial bukan hanya tempat untuk menunjukkan eksistensi diri dengan mengunggah berbagai macam konten, tetapi juga wadah untuk berkomunikasi. Lewat fitur pesan langsung, hubungan yang intens bisa tumbuh lebih cepat di media sosial. Namun, di balik kemudahan dan keseruan dalam berinteraksi digital, ada bahaya yang juga kerap gak terlihat karena romantisasi medsos, yakni love bombing.

Saat berinteraksi di medsos, gak sedikit orang terkecoh menganggap perhatian bertubi-tubi di awal sebagai bentuk ketulusan untuk ingin dekat, padahal bisa saja ia tengah melakukan love bombing. Agar kamu gak terkecoh, berikut penjelasan lengkapnya!

1. Love bombing bersifat sementara di awal, gak seperti ketulusan yang konsisten

ilustrasi orang bermain ponsel (pexels.com/Keira Burton)

Fast-burn romance memang menjadi suatu hal yang terasa indah dan menggemaskan di media sosial. Apakah kamu pernah merasa terlalu cepat berkenalan dengan seseorang? Baru kenal hitungan hari, ia sudah memperlakukanmu begitu spesial. Kalau begitu, hati-hati ya. Meski terlihat normal dan penuh perhatian, bisa saja kamu tengah terjebak dalam permainan love bombing.

Hubungan yang berkualitas itu gak terpaku pada seberapa cepat komunikasi bisa terjalin, tetapi tentang seberapa konsisten perlakuan kalian satu sama lain. Kalau ia tulus ingin dekat denganmu, ia akan membiarkan hubungan kalian berjalan mengalir, tidak memaksa, tidak menuntut, dan tidak mengontrol.

2. Interaksi sehat di media sosial berbanding lurus dengan sikap menghargai batasan

ilustrasi orang bermain media sosial (pexels.com/JESSICA TICOZZELLI)

Perbedaan mendasar dari love bombing dan tulus ingin dekat itu salah satunya terletak pada menghargai privasi. Kalau kamu mendapatkan perhatian berlebihan di awal, hingga mengabaikan batasan, jelas itu bukanlah hubungan yang sehat. Hal tersebut bisa saja merupakan strategi pelaku untuk mengontrolmu. Kalau strategi mereka berhasil di awal, mereka akan terus menekan batasanmu hingga kamu merasa wajib untuk selalu menuruti keinginannya.

3. Orang yang tulus ingin dekat memberikan pujian yang realistis

ilustrasi sepasang kekasih sedang berjalan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Pujian bukanlah sesuatu hal dilarang dalam sebuah hubungan, justru penting dan punya pengaruh positif. Namun, hal yang perlu diwaspadai dan dihindari adalah pujian yang berlebihan dan gak realistis. Nah, pelaku love bombing biasannya memberikan pujian semacam ini kepada korbannya di awal-awal hubungan. Misalnya, memberikanmu pujian yang terasa sangat personal atau terlalu muluk dengan mengatakan kamu adalah satu-satunya orang yang spesial dalam hidupnya.

4. Adanya taktik gaslighting dalam love bombing

ilustrasi orang menatap gawai (pexels.com/Tim Douglas)

Gaslighting adalah manipulasi psikologis ketika seseorang sengaja memutarbalikkan fakta. Inilah yang biasanya dilakukan oleh pelaku love bombing pada korbannya. Misalnya, ketika kamu lama membalas chatnya karena sibuk, ia akan membuatmu merasa jadi orang yang paling jahat karena gak menghargainya. Padahal, apa yang kamu lakukan tergolong ranah privasi dan manusiawi.

Kamu gak perlu menyediakan waktu 24 jam untuk orang lain, kan. Kamu ada untuk menjalani kehidupanmu sendiri, kan. Nah, taktik gaslighting ini membuat kamu meragukan logika dirimu sendiri. Lama-lama, kamu jadi merasa selalu salah dan menuruti semua keinginannya.

Jadi, apakah hubungan yang tengah kamu jalani di media sosial termasuk dalam love bombing atau tulus ingin dekat? Bagaimana jika kamu mengetahui itu adalah love bombing? Ingat untuk terus menetapkan batasan, ya. Take it slow. Hubungan yang sehat gak berkembang dengan buru-buru. Media sosial memang menyenangkan untuk tempat berkenalan, tapi romantisasi yang berlebihan akan merugikan dirimu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article