ilustrasi trauma (freepik.com/freepik)
Mengidentifikasi dan melepaskan emosi yang melekat pada trauma tentu bukan langkah yang mudah. Beverly mengidentifikasi emosi yang paling signifikan dan perlu diproses yakni kemarahan, kesedihan, ketakutan, dan rasa malu atau bersalah akan sesuatu. Emosi inilah yang paling menonjol ketika seseorang mengalami trauma.
Sebagai profesional, Beverly mendorong orang agar memproses emosinya dengan mengidentifikasi perasaan tersebut. Akui emosi yang ada pada tubuh, tanpa melawannya atau menyangkal. Setelah memahami perasaan apa saja yang mungkin tengah dialami, tuliskan dan ekspresikan emosi tersebut. Kamu juga bisa melepaskan energi yang diciptakan oleh emosi, misalnya dengan menangis atau melakukan kegiatan aman untuk meluapkan amarah. Terakhir, berbagi cerita dengan terapis, psikologi, atau profesional akan sangat membantu dalam merilis emosi.
Bagi kamu yang merasa tengah terjebak dalam siklus hubungan negatif karena memiliki trauma di masa lalu, beberapa tahap di atas dapat menjadi salah satu langkah untuk merespons hal tersebut. Disarankan untuk tidak melakukan self diagnosis dan menghubungi profesional jika membutuhkan bantuan.