5 Obrolan Wajib Saat Baru Menjalin Komitmen, Samakan Ekspetasi!

- Pasangan perlu menyepakati intensitas pertemuan, jadwal, dan waktu sendiri agar kesibukan masing-masing dipahami tanpa memicu salah paham.
- Kebutuhan kasih sayang serta batasan fisik, finansial, dan perlakuan perlu dibicarakan jujur agar kedua pihak bisa saling menyesuaikan.
- Visi komitmen dan privasi hubungan, termasuk sikap di media sosial serta cara menghadapi konflik, perlu disamakan sejak awal.
Awal menjalani hubungan, pasti ada perasaan senang dan berbunga-bunga. Ada sensasi berbeda ketika tahu orang yang kamu sukai ternyata balik menyukaimu. Sebab sedang kasmaran, kamu langsung membayangkan ini dan itu. Tanpa disadari, kamu sedang membangun ekspetasi untuk pasangan dan hubungan kalian.
Gak ada yang salah sebenarnya, tapi pertanyaannya, sudahkah kamu mengomunikasikan ekspetasi tersebut pada pasangan? Tiap orang punya latar belakang, kebiasaan, dan pandangan yang berbeda. Salah satu pemicu konflik adalah ketidaksesuaian ekspetasi. Berikut lima ekspetasi yang perlu disamakan saat awal menjalin relasi.
1. Intensi ketemu atau quality time

ilustrasi kencan (pexels.com/Zeynep M.) Ada tipe orang yang suka menghabiskan waktu bareng orang yang disuka, tapi ada juga tipe orang yang perlu waktu sendiri untuk regulasi dirinya lagi. Gak ada yang salah atau benar, tapi hal ini jelas harus dikomunikasikan.
Kamu dan pasangan perlu punya kesepakatan tentang jadwal dan intensi ketemuan. Pada kesempatan ini, kamu juga perlu jujur tentang kesibukanmu. Ini bertujuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masa mendatang. Kamu dan pasangan bisa mengerti kesibukan dan jadwal masing-masing, dan saling mengusahakan untuk tetap quality time berdua.
2. Love language masing-masing pihak

ilustrasi pasangan (pexels.com/Kampus Production) Hal sederhana yang sering orang remehkan: perbedaan love language kedua pihak. Bisa jadi, kamu merasa sangat dicintai saat pasangan memberi words of affirmation, tapi bisa jadi pasanganmu tipe yang kaku dan malu-malu.
Seringkali, orang enggan untuk jujur dengan kebutuhan cinta mereka sendiri, dan berakhir diam-diam menyimpan kekecewaan pada pasangan. Suatu saat, ini malah jadi bom waktu yang bisa meledak kapan pun.
Ingat guys, pasangan bukan dukun yang tahu apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Karena itu, ekspetasi tentang bagaimana kamu ingin dicintai dan diperlakukan pun perlu untuk dikomunikasikan di awal hubungan. Ini bertujuan, supaya kalian bisa saling mengenal dan menyesuaikan ritme masing-masing saat kelak menjalani relasi bersama.
3. Boundary dan batasan bersama

ilustrasi pasangan (pexels.comAretha Raasch) Salah satu hal yang penting dikomunikasikan ialah batasan yang jelas dalam hubungan. Batasan ini bisa berupa fisik, batasan finansial, termasuk bagaimana kamu ingin diperlakukan. Lagi-lagi, ini bukan tentang siapa yang benar dan salah. Melainkan kamu mau untuk belajar jujur dan terbuka tentang preferensi satu sama lain.
Adanya batasan bukan untuk membuat hubungan semakin renggang. Batasan justru memperkuat kedua pihak dalam hubungan. Akhirnya, kalian jadi punya titik temu yang jelas untuk kepentingan bersama.
4. Visi dan tujuan bersama

ilustrasi pasangan (pexels.com/Arina Krasnikova) Visi hubungan penting untuk disamakan sedini mungkin dalam relasi. Ini mencegah adanya satu pihak yang kecewa karena ingin menjalin komitmen serius, sementara pihak lain hanya ingin sekadar coba-coba.
Dengan adanya visi, hubunganmu jadi jelas terarah. Kamu dan pasangan jadi punya satu tujuan yang sama untuk diusahakan.
5. Privasi hubungan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Gary Barnes) Ada tipe orang yang suka go public dengan mengunggah momen romantisnya dengan pasangan ke media sosial, tapi ada juga pasangan yang lebih memilih untuk menjalani quiet relationship. Hal ini pun perlu dibicarakan agar ekspetasimu dan pasangan sama-sama menemukan titik tengah.
Privasi hubungan juga tentang bagaimana kalian bereaksi saat ada konflik: apakah ingin mengomunikasikan berdua, atau meminta saran dari orang lain. Hal yang terlihat kecil seperti itu bisa jadi fundamental dalam relasi.
Sedari awal, hal-hal tersebut harus dikomunikasikan dengan jelas. Keterbukaan dan komunikasi tetap penting. Jangan sampai karena gak enakan, kamu jadi mengorbankan masa depan kalian berdua.
























