Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tanda Hubungan Terlalu Bergantung pada Standar Media Sosial

3 min read
4 Tanda Hubungan Terlalu Bergantung pada Standar Media Sosial
ilustrasi pasangan (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Ketergantungan pada opini dan standar media sosial dapat memicu kebingungan serta ketidakbahagiaan, terutama ketika seseorang belum memiliki prinsip, visi, dan tujuan hubungan yang jelas.
  • Tanda lainnya adalah sering membandingkan hubungan dengan pasangan lain di media sosial, hingga mudah kecewa tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
  • Hubungan terlalu dipengaruhi media sosial terlihat saat masalah lebih sering diunggah daripada dibicarakan berdua, serta ketika citra kemesraan lebih diprioritaskan dibanding kualitas hubungan nyata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Era digital seperti sekarang, segala sesuatu bisa kamu cari dengan mudah melalui media sosial. Mulai dari tips PDKT, sampai standar bare minimum dalam hubungan. Kamu begitu terpaku pada opini orang lain dengan ribuan likes dan ratusan komentar, lalu seketika menganggap hal tersebut sebagai standar baku dalam relasi.

Ini yang bisa menanam benih-benih ketidakbahagiaan dalam hubungan. Mungkin awalnya kamu hanya ingin mencari saran, tapi berakhir bergantung sepenuhnya pada opini media sosial. Padahal, gak semua hal bisa ditelan mentah-mentah.

Yang ada, kamu malah jadi bingung dan overthinking sendiri. Jadikan bahan introspeksi, berikut empat tanda hubungan terlalu bergantung pada standar media sosial.

  1. 1. Gak punya prinsip pribadi yang teguh dan jelas

    ilustrasi wanita
    ilustrasi wanita (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

    Sebelum menjalin komitmen dengan seseorang, penting untuk tahu terlebih dulu alasan mengapa kamu mengambil komitmen itu. Kalau tidak, mudah sekali untuk diombang-ambingkan apa kata orang. Kamu gak punya visi, tujuan, dan prinsip pribadi yang teguh dan jelas sebelum masuk dalam hubungan.

    Alhasil, tiap gerak-gerik pasangan kamu cari di media sosial. Tiap ada masalah, alih-alih mengomunikasikan solusinya dengan doi, kamu lebih percaya opini orang lain. Ini karena, jauh di dalam kamu kehilangan prinsip pribadi. Dalam jangka panjang, hal ini malah bisa memicu hubungan toksik.

  2. 2. Selalu membandingkan hubungan diri sendiri dengan orang lain

    ilustrasi wanita bermain gawai
    ilustrasi wanita bermain gawai (pexels.com/Artem Podrez)

    Zaman sekarang, banyak sekali tren pasangan green flag yang bertebaran dan bermacam-macam. Hati-hati, kalau kamu gak punya filter yang jelas, terlalu banyak mengonsumsi konten demikian bisa bikin kamu mudah membandingkan hubunganmu dengan orang lain.

    Kamu akan mudah kecewa pada pasangan, yang menurutmu tidak seromantis pasangan orang lain. Misal, media sosial mengatakan bahwa pasangan yang tepat berani untuk kasih hadiah mahal ke pacarnya. Kamu langsung menelan itu secara mentah-mentah, tanpa terlebih dulu mempertimbangkan kondisi finansial pasangan. Perbandingan tidak sehat bikin kamu sulit bahagia.

  3. 3. Gak bisa mengomunikasikan masalah berdua

    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Timur Weber)
    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

    Ada tipe orang yang ketika memiliki masalah dalam hubungan, lebih memilih untuk cerita dan minta saran pada pengikutnya di media sosial dibanding mengomunikasikannya dengan pasangan. Kamu lebih percaya pada apa kata orang, daripada intuisimu dan juga pasangan.

    Masalahnya, gak semua opini orang layak didengarkan. Belum lagi kamu mengumbar privasi hubungan ke media sosial, malah jadi malu sendiri. Alih-alih demikian, coba belajar untuk mengomunikasikannya dengan pasangan.

    Belajar untuk mencerna dan mengomunikasikan masalah berdua, kemudian cari penyelesaiannya bersama. Gak semua solusi permasalahan orang, bisa jadi solusi permasalahanmu.

  4. 4. Lebih mengutamakan citra dibanding kualitas hubungan

    ilustrasi seseorang melihat media sosial
    ilustrasi seseorang melihat media sosial (Pexels.com/SHVETS production)

    Saat quality time, apa kamu tipe orang yang menikmati waktu dengan pasangan, atau justru lebih memilih sibuk update status? Bukannya salah mengunggah momen kebersamaan dengan orang tersayang di media sosial.

    Tapi, orang yang hidupnya fokus pada standar medsos lebih mementingkan citra hubungan dibanding kualitas hubungan itu sendiri. Ia hanya sibuk mengunggah kemesraan bersama pasangan, padahal di dunia nyata hubungannya terasa hambar.

    Coba introspeksi, apakah kamu memusatkan perhatian pada apa yang orang lain pikirkan tentang hubunganmu lebih dari keadaan hubungan itu sendiri? Apa kamu sibuk membangun citra pasangan lebih dari memerhatikan kondisi nyata pasanganmu? Dua hal itu sangat berbeda.

    Bukan untuk menghakimi, empat tanda di atas jadi bahan untuk introspeksi. Bukannya salah mengikuti tren media sosial, tapi pastikan kamu punya prinsip yang asertif dan jelas pada diri sendiri. Tujuannya, agar kamu gak mudah diombang-ambingkan saat standar yang bertebaran saling bertolakbelakang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More