Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dari Fesyen hingga Keuangan, Ini 5 Tren Halal Lifestyle ala Gen Z

4 min read
Dari Fesyen hingga Keuangan, Ini 5 Tren Halal Lifestyle ala Gen Z
IN2MOTIONFEST dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). (dok. Bank Indonesia)
  • Gaya hidup halal Gen Z kini mencakup fesyen muslim, skincare dan kosmetik, kuliner, hingga pengelolaan keuangan, dengan pilihan produk dan layanan yang semakin beragam.

  • Indonesia menempati peringkat pertama sektor modest fashion global 2025/2026, sementara literasi keuangan syariah mencapai 43,07 persen dan inklusinya 13,24 persen pada SNLIK 2026.

  • ISEF 2026 menghadirkan pameran fesyen, kuliner, dan keuangan syariah; acara ini dikunjungi sekitar 93.000 orang, mencatat transaksi Rp13,8 miliar serta business deals Rp3,2 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gaya hidup halal kini punya cakupan yang semakin luas. Pilihannya gak cuma soal makanan dan minuman, tetapi juga merambah ke fesyen, produk perawatan diri, hingga cara mengelola keuangan. 

Tren ini tentu turut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan. Memangnya, apa saja sih tren halal lifestyle yang lagi dekat dengan keseharian Gen Z? Cari tahu di sini, yuk!

  1. 1. Fesyen muslim yang makin beragam

    DSC04026.JPG
    Pameran fesyen muslim di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. (dok. Bank Indonesia)

    Buat kamu yang suka eksplorasi outfit, fesyen muslim sekarang punya banyak pilihan gaya. Mulai dari pakaian casual untuk kuliah atau kerja, sampai busana yang cocok dipakai ke acara formal.

    Pilihan ini bikin fesyen muslim bisa menyesuaikan dengan gaya masing-masing orang. Jadi, tetap bisa tampil nyaman dan percaya diri tanpa harus terpaku pada satu model saja.

    Potensi fesyen muslim Indonesia juga cukup besar. Dalam laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion, lho!

  2. 2. Produk skincare dan kosmetik halal makin dilirik

    DSC04475.JPG
    Suasana di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. (dok. Bank Indonesia)

    Produk perawatan diri juga bisa jadi bagian dari gaya hidup halal. Misalnya, saat memilih skincare, makeup, atau produk perawatan tubuh, sebagian konsumen turut memperhatikan bahan yang digunakan dan status kehalalannya.

    Informasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli produk. Apalagi, sekarang pilihan produk kecantikan makin beragam, sehingga konsumen perlu lebih cermat membaca komposisi dan memeriksa informasi pada kemasan.

  3. 3. Kuliner halal dengan pilihan yang makin variatif 

    DSC04057.JPG
    ilustrasi pameran booth makanan halal di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. (dok. Bank Indonesia).

    Cari makanan halal sekarang gak harus selalu berujung di menu yang itu-itu saja. Mulai dari jajanan kaki lima, makanan khas Nusantara, sampai kuliner kekinian buat teman nongkrong, ada banyak pilihan yang bisa dicoba.

    Meski pilihannya makin banyak, tetap pastikan informasi kehalalan makanan atau minuman yang kamu beli, ya. Apalagi kalau lagi penasaran ingin mencoba tempat makan baru.

  4. 4. Mulai kenalan dengan keuangan syariah sejak dini

    DSC07270.JPG
    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada Rabu (14/10/2026). (dok. Bank Indonesia)

    Gaya hidup halal juga bisa diterapkan saat mengatur keuangan. Buat Gen Z yang mulai belajar mengelola penghasilan sendiri, mengenal tabungan, investasi, dan layanan keuangan syariah bisa jadi langkah awal untuk memahami pilihan finansial yang tersedia.

    Namun, pemahaman masyarakat soal keuangan syariah masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi keuangan syariah Indonesia mencapai 43,07 persen, sedangkan tingkat inklusinya baru 13,24 persen.

    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, berpendapat bahwa Indonesia sudah memiliki fondasi yang kuat, tetapi masih perlu mendorong pertumbuhannya lebih jauh.

    “Ini tentu menjadi PR buat kita, karena kita sudah memiliki basis yang kuat, tinggal bagaimana kita bisa mendorong (ekonomi syariah) ke depan,” ujar Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada Rabu (14/10/2026).

    Untuk mendorong perkembangannya, Bank Indonesia mengumumkan tiga program dalam ISEF 2026. Program tersebut mencakup pedoman transaksi pasar keuangan syariah melalui Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan indeks penerapan prinsip utama zakat dengan tambahan aspek manajemen risiko, serta beasiswa internasional bagi mahasiswa asing yang didukung dana sosial syariah.

    Ketiga program ini menyasar aspek yang berbeda, mulai dari penguatan pasar keuangan dan tata kelola zakat hingga pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah untuk memperluas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

  5. 5. Mengenal halal lifestyle lewat berbagai kegiatan

    DSC08386.JPG
    Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, dalam penutupan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada Minggu (18/10/2026). (dok. Bank Indonesia)

    Untuk mengenal halal lifestyle, kamu juga bisa mengeksplorasinya lewat berbagai kegiatan, mulai dari melihat tren fesyen muslim, mencoba kuliner halal, sampai mengikuti kegiatan edukasi seputar ekonomi dan keuangan syariah.

    Beragam kegiatan tersebut hadir dalam ISEF 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di JICC. Acara tahunan yang diinisiasi Bank Indonesia bersama berbagai mitra ini menghadirkan pameran produk makanan, fesyen, dan keuangan syariah. Ada juga IN2MOTIONFEST yang berfokus pada fesyen muslim serta Halalicious untuk kuliner halal.

    Dalam penutupan acara, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menyampaikan bahwa ISEF 2026 telah dikunjungi sekitar 93.000 orang. Acara ini juga mencatat nilai transaksi Rp13,8 miliar dan business deals mencapai Rp3,2 triliun.

    “Pertumbuhan bukan hanya tentang semakin besarnya aktivitas ekonomi, tetapi yang juga penting adalah semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi, menikmati manfaatnya,” ujar Solikin.

    Capaian tersebut menunjukkan bahwa ISEF bukan cuma menjadi tempat untuk mengenal berbagai produk halal, tetapi juga wadah untuk mempertemukan berbagai pihak dan mendorong perkembangan ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More