Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Red Flags dalam Persahabatan yang Sering Dianggap Normal

5 min read
6 Red Flags dalam Persahabatan yang Sering Dianggap Normal
potret persahabatan wanita (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Persahabatan suportif berpengaruh pada kesehatan dan kesejahteraan, sedangkan relasi toxic dapat mengganggu kesehatan mental serta memicu kelelahan emosional.
  • Red flag terlihat ketika teman gemar menjelekkan orang, membocorkan rahasia, membuatmu tidak bisa menjadi diri sendiri, atau takut menyampaikan pendapat.
  • Waspadai hubungan yang menguras energi dan melanggar batasan, termasuk memaksa kegiatan, mengungkit topik sensitif, atau tidak menghargai waktu bersama teman lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu mungkin tahu bahwa hubungan asmara sering kali sulit diprediksi. Itulah mengapa memiliki persahabatan yang suportif sering kali menjadi  penyeimbang dalam menjaga stabilitas dan konsistensi hidup. Tapi, seperti dalam hubungan asmara, persahabatan juga bisa memiliki awal yang indah hingga sejumlah pola tingkah laku mengkhawatirkan mulai terlihat. Bisa jadi, masalah dalam persahabatan ini sudah lama ada, namun terabaikan.

Penelitian menunjukkan bahwa persahabatan yang kuat dan suportif dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan, suasana hati, dan kesejahteraanmu secara keseluruhan. Sebaliknya, persahabatan yang bersifat toxic atau sudah tidak sehat lagi, dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Jika biasanya tanda  red flags dikaitkan dengan hubungan asmara atau kencan, kali ini mari kita lihat lebih dalam tanda red flags dalam persahabatan!

  1. 1. Mereka menjelek-jelekkan orang lain di hadapan kamu

    tanda di persahabatanmu ada red flags
    ilustrasi wanita sedang mengobrol dengan sahabat (pexels.com/RDNE Stock project)

    Apakah kamu sering kali merasa lelah karena temanmu suka membicarakan keburukan orang lain denganmu? Dalam posisi tersebut, kamu mungkin awalnya merasa dekat dengannya karena ia mampu mencurahkan isi hatinya padamu. Tapi seiring berjalannya waktu, kebiasaan membicarakan keburukan orang lain itu mungkin terus berlanjut dan mulai membuatmu resah.

    Kamu mungkin menyadari bahwa temanmu ini memiliki banyak ketidakpuasan di dalam hidup. Temanmu mungkin seakan sering merasa tidak puas atas orang lain. Kamu pun mulai berpikir, bagaimana jika tiba giliranmu yang menjadi sasaran pembicaraan buruk tersebut. Jika saat ini kamu memiliki teman yang sudah sangat membuatmu cemas dalam situasi ini, maka bisa jadi hubunganmu mulai menunjukkan red flags.

  2. 2. Kamu tidak bisa menjadi diri sendiri saat bersama mereka

    tanda di persahabatanmu ada red flags
    ilustrasi wanita sedang mengobrol dengan sahabat (pexels.com/RDNE Stock project)

    Salah satu tanda persahabatan yang sehat dan suportif adalah ketika kamu mampu menjadi diri sendiri saat bersama mereka. Sebab kondisi menunjukkan bagaimana persahabatmu dan ia memang terjalin di atas rasa tulus. Tapi, kalau kamu merasa lebih tertutup saat bersama sahabatmu, terus-menerus waspada, tidak bisa menjadi diri sendiri, maka kamu harus menelusuri apa sebabnya.

    Saat menjalin hubungan persahabatan, tidak seharusnya kamu merasa tertekan. Namun,  saat kamu  takut sekadar  untuk menjadi diri sendiri di depan sahabat, bisa  jadi kamu takut  akan mendapat penghakiman  dari mereka. Kamu takut dianggap aneh, salah, atau tidak bertanggung jawab atas hidupmu. Padahal, seharusnya persahabatan yang sehat menjadi sumber dukungan dan kekuatan untukmu.

  3. 3. Kamu merasa sangat berhati-hati saat berinteraksi dengan mereka

    tanda di persahabatanmu ada red flags
    ilustrasi wanita sedang mengobrol dengan sahabat (pexels.com/Nam Phong Bùi)

    Dalam persahabatan yang sehat, kamu juga tidak seharusnya merasa takut menyampaikan pendapatmu tentang sesuatu. Kamu seharusnya bebas mengungkapkan pendapatmu tentang apa pun yang kamu inginkan. Tapi, jika kamu tidak merasa bebas, bahkan cenderung sering takut akan reaksi negatif sahabat, bisa jadi ada tanda-tanda red flags yang selama ini kamu abaikan dalam persahabatan ini.

    Jika kamu merasa tidak aman dengan berbagai pendapat tentang kehidupan bersama sahabat, artinya kamu  tidak benar-benar merasa nyaman di dekatnya. Kondisi ini berkaitan dengan emotional safety dalam persahabatan yang seharusnya menjadi salah satu fondasi penting hubungan kalian. Jika kamu merasa tidak emotionally safe bersamanya, artinya ia mungkin bukan sahabat yang tepat.

  4. 4. Kamu merasa banyak energi terkuras setelah menghabiskan waktu dengan mereka

    tanda di persahabatanmu ada red flags
    ilustrasi wanita sedang mengolah adonan kue (pexels.com/Artem Podrez)

    Coba bandingkan kondisi saat kamu bermain dengan satu sahabat ini dengan sahabat kamu lainnya. Apa perasaan yang biasanya kamu rasakan setelah menghabiskan waktu bersama mereka? Apa kamu merasa lebih bersemangat, biasa saja, atau lelah karena terlalu banyak energi terkuras? Terkadang, tubuh kamu akan lebih dahulu menyadari saat suatu hubungan berjalan kurang sehat untukmu.

    Jika kamu menyadari saat bersama seorang teman kamu  lebih banyak terkuras energinya, bisa jadi ada masalah yang perlu perhatian. Kamu mungkin tidak benar-benar menikmati waktu yang kamu habiskan bersama mereka. Bisa jadi, kamu juga lebih banyak tertekan, daripada merasa aman saat bersama sahabat ini. Alhasil, saat seharusnya merasa lebih baik, kamu justru merasa terlalu lelah.

  5. 5. Mereka sering membagikan rahasia orang lain kepadamu

    tanda di persahabatanmu ada red flags
    ilustrasi wanita sedang mengolah adonan kue (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Kamu mungkin mulanya merasa terhormat saat melihat sahabatmu mau berbagi suatu rahasia kepadamu. Namun, seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini dapat mengikis rasa kepercayaanmu terhadap sahabat ini. Misalnya, kamu mendapati dirimu mulai berhati-hati saat berbagi informasi kepada sahabat ini.

    Di dalam pikiranmu, kamu menjadi ragu dan takut sahabatmu akan membagikan rahasia kepada orang lain. Akhirnya, kamu dan sahabat tidak bisa membangun keterbukaan dalam  hubungan ini. Seiring kamu menjadi semakin tertutup, begitu pun dia. Saat itulah keterikatan di antara kalian akan berkurang, sebab rasa curiga dalam menjalin hubungan lebih mendominasi.

  6. 6. Mereka sering kali melanggar batasan yang kamu miliki

    tanda di persahabatanmu ada red flags
    ilustrasi wanita sedang mengobrol dengan sahabat (pexels.com/Edmond Dantès)

    Kamu juga bisa mengenali tanda red flags dari apa yang terjadi saat kamu menetapkan batasan atau menyampaikan preferensi dalam persahabatan ini. Apakah sahabat kamu bersikap terbuka dan memahami batasan yang kamu  punya, atau ia sering kali berusaha untuk melanggarnya. Misalnya, kamu terus dipaksa  melakukan kegiatan tertentu yang kamu bilang sudah tidak ingin lagi.

    Begitu juga saat kamu tak ingin membicarakan suatu topik lagi, sahabatmu ini justru terus-menerus mengungkitnya. Dalam situasi lain, sahabat ini juga tidak bisa menghargai  waktu yang kamu habiskan bersama sahabat yang lain. Misalnya, ia terus memaksa untuk bergabung dan bermain bersama saat kamu sedang menghabiskan waktu bersama lingkaran pertemanan lain.

    Mengetahui bahwa dalam hubungan persahabatan juga ada tanda-tanda red flags membuat kamu  menjadi lebih jeli dalam memilih pertemanan. Terlebih, dalam hubungan persahabatan dewasa, terkadang kita harus menerima bahwa ada teman yang datang dan pergi. Dengan memahami tanda red flags, kamu bisa mengenali apakah persahabatan dengan orang tersebut memang cocok atau tidak. Dengan begitu, kamu bisa mencegah kelelahan mental yang mungkin terjadi akibat berada dalam toxic friendship.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More