Dalam hubungan suami istri, seks memang bukan segalanya. Masih banyak bentuk cinta terhadap pasangan dan keluarga kecil kalian di luar hubungan intim. Namun, jangan sampai gak ada seks sama sekali walau usia pernikahan terus bertambah.
6 Topik yang Merusak Mood Bercinta Pasangan, Jangan Blunder

Artikel menekankan pentingnya membangun suasana nyaman agar hubungan intim dinikmati bersama, bukan terasa sebagai kewajiban atau tekanan.
Membahas mantan, masalah keuangan, kritik penampilan, kecemburuan tanpa dasar, serta keluhan tentang keluarga pasangan dapat memadamkan gairah dan memicu konflik.
Pasangan tetap berhak menolak saat lelah atau tidak ingin berhubungan intim, tetapi komunikasi perlu disampaikan secara jujur dan pada waktu yang tepat.
Bagaimanapun juga, manusia memiliki nafsu seksual. Kalau kebutuhan ini tidak pernah tersalurkan, padahal ada pasangan sah, dikhawatirkan memicu perselingkuhan dan ketidakbahagiaan. Namun, membangun suasana yang tepat buat bercinta juga penting.
Hubungan suami istri di ranjang bukan sekadar tugas untuk melayani yang bikin tertekan. Keduanya mesti dapat saling menikmati dan mencapai kepuasan bersama. Hindari topik-topik yang merusak mood bercinta pasangan yang bikin gairah padam. Beberapa topik memang tetap perlu dibicarakan dengan pasangan, tapi jangan menjelang hubungan seks.
1. Mantan, bahkan jika kamu bermaksud memuji pasangan

ilustrasi pasangan (pexels.com/Irma Sjachlan) Kamu masih membawa-bawa mantan dalam berbagai kesempatan. Kalian mengobrol saja telah membuat suasana mendadak canggung bagi pasangan. Apalagi ini diungkit sesaat sebelum kalian seharusnya memadu asmara. Jika dirimu peka, pasti bisa melihat bahwa dia seperti membeku selama beberapa detik.
Raut wajahnya berubah. Tadinya ia terlihat bahagia, bergairah, dan menaruh perhatian penuh padamu, lalu tiba-tiba terlihat seperti bingung. Pikirnya, kenapa kamu mendadak membicarakannya?
Barangkali dirimu cuma menyatakan bahagia menikah dengannya. Tak terbayangkan olehmu seandainya kamu berumah tangga dengan mantan yang sifatnya kurang baik. Sebetulnya ini pujian buat pasangan yang lebih baik daripada mantanmu. Namun, dia pasti kecewa bahwa kamu masih saja mengingatnya bahkan di momen yang seharusnya hanya milik kalian berdua.
2. Masalah keuangan

ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro studio) Masalah keuangan dalam keluarga sangat umum, baik yang besar maupun kecil. Namun, tidak tepat untukmu mengajak pasangan membicarakannya di menit-menit menjelang bercinta. Bahkan meski kamu cuma mengatakannya sepintas.
Seperti tadi pagi, ada penagih utang yang datang. Pastinya persoalan keuangan dalam rumah tangga harus tetap dibahas. Bila ini diabaikan serta dianggap tidak ada apa-apa, malah sangat berbahaya. Akan tetapi, waktunya bukan sekarang ketika pasangan mulai bergairah.
Bisa-bisa kalian bukan cuma batal bercinta, melainkan bertengkar. Selama masalah finansial tidak terlalu besar, jadikan hubungan seks sebagai rekreasi sejenak yang gak akan menambah persoalan kalian. Setelahnya pasti pikiran sama-sama lebih rileks. Kalian siap untuk membicarakannya dengan tenang serta mencari solusi.
3. Kritik atas penampilan sekecil apa pun

ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber) Kritik terhadap penampilan yang rentan membuat orang lain mendadak gak percaya diri. Walaupun kamu dan pasangan sudah lama saling mengenal, bukan lantas kamu boleh kapan pun mengkritik penampilannya. Dirimu pasti juga gak ingin ia mendadak insecure lalu memilih keluar kamar.
Contoh, kamu mengkritik pakaian tidur yang dipilihnya. Mungkin warnanya buatmu terlalu norak, ukurannya kurang sesuai dengan kemauanmu, ada bercak di kulitnya, dan sebagainya. Itu memang terasa agak mengganggumu.
Akan tetapi, tidak setiap gangguan yang dirasakan mesti buru-buru disingkirkan. Terkadang kamu hanya perlu mengendalikan diri, fokus pada hal yang lebih penting, dan secepatnya membangun perspektif baru atas sesuatu. Soal bercak di kulit, misalnya, nanti atau besok kamu dapat menanyakannya serta membelikannya krim buat mengatasi hal tersebut.
4. Bilang sebenarnya kamu capek atau lagi gak ingin

ilustrasi pasangan (pexels.com/Anna Pou) Bukan berarti kamu tetap harus melayani pasangan ketika kondisimu benar-benar lelah sampai di titik gak enak badan. Siapa pun tidak kehilangan kemerdekaan atas tubuhnya bahkan setelah pernikahan. Kamu tetap memiliki hak untuk menolak ajakan pasangan buat bercinta jika benar-benar tak memungkinkan.
Akan tetapi, jangan sampai ada kesan bahwa dirimu sengaja menolak pasangan dengan alasan tersebut. Penilaian ini bakal muncul apabila tadinya kamu terlihat baik-baik saja. Dirimu masih makan dengan lahap, asyik menonton hiburan, dan melakukan hal-hal lain.
Namun, begitu kalian masuk kamar dan pasangan melakukan pendekatan, kamu memasang kuda-kuda dengan alasan capek atau gak ingin berhubungan intim. Rasa lelah yang asli tanpa dikatakan pun akan tampak dari raut wajah serta gerak-gerik yang tak bersemangat. Kalau pasangan sejak tadi tidak melihatnya, pasti ia gak percaya dan kesal.
5. Kecemburuan yang tidak jelas

ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro studio) Semua orang bakal capek kalau pasangannya gampang sekali cemburu. Tidak ada alasan atau bukti yang kuat untukmu cemburu. Namun, kamu bersikap seakan-akan pasangan telah dipastikan bermain api dengan orang lain.
Dirimu asal menuduhnya di luar waktu bercinta saja. Pasangan sudah lelah menanggapi. Apalagi, kamu menunjukkan kecemburuan yang tidak jelas itu ketika kalian telah naik ke tempat tidur. Bukan cuma keinginan untuk berhubungan intim yang bisa hilang.
Seandainya pasangan mengantuk pun, rasa kantuknya pasti lenyap. Kamu melempar bola panas ke arahnya. Pasangan cuma punya tiga pilihan dalam situasi begini. Dia berusaha sekuat tenaga meyakinkanmu, keluar dari kamar daripada tambah bad mood, atau sekalian saja kalian berantem. Apakah ini yang diinginkan olehmu?
6. Keluhan terkait sikap keluarga pasangan

ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro studio) Barangkali kamu dan pasangan gak bertemu seharian karena kesibukan masing-masing. Dirimu ingin membicarakan banyak hal dengannya. Khususnya hal-hal yang kurang mengenakkan perasaanmu biar kamu lega sebelum tidur.
Akan tetapi, pahami bahwa ini waktunya kalian bercinta atau bukan. Jika kalian hendak berhubungan intim, tunda dulu segala obrolan yang kurang menyenangkan. Apalagi, topiknya terkait sikap keluarga pasangan yang membuatmu gak berkenan.
Benar dia mencintaimu dan selama ini memprioritaskan hubungan kalian daripada keluarganya. Ia tahu bahwa setelah kalian menikah, dia gak boleh terlalu condong ke keluarga besar. Akan tetapi, pahami bahwa bagaimanapun juga pasangan lahir dan besar di tengah keluarganya. Perasaannya pasti tidak nyaman jika kamu mengeluarkan unek-unek tentang mereka sesaat sebelum kalian memadu kasih.
Suasana yang mendukung perlu dibangun supaya kamu dan pasangan dapat berhubungan seks dengan menyenangkan. Hindari topik-topik yang merusak mood bercinta pasangan karena belum tentu ia pulih dengan cepat dari obrolan tersebut. Bahkan sampai lama setelahnya, dia bisa seperti tak memiliki hasrat padamu.






















