Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bukan Hanya Hormon Seks, Testosteron Rendah Pengaruhi Mood Pria

Bukan Hanya Hormon Seks, Testosteron Rendah Pengaruhi Mood Pria
Dokter spesialis andrologi, dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And (IDN Times/Misrohatun)
Intinya Sih
  • Testosteron tidak hanya memengaruhi kesuburan dan fungsi seksual pria, tetapi juga energi, suasana hati, konsentrasi, kemampuan berpikir, serta performa kerja dan hubungan personal.
  • Kadar testosteron rendah dikaitkan dengan mudah lelah, emosi tidak stabil, depresi, penurunan kinerja, serta risiko masalah metabolik seperti obesitas, gula darah, kolesterol, dan tekanan darah tinggi.
  • Pria dengan keluhan terkait dianjurkan menjalani tes darah dan konsultasi andrologi; penanganan dapat mencakup terapi testosteron, obat hormon, suplemen, serta olahraga, pola makan sehat, tidur cukup, dan pengendalian stres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hormon testosteron berhubungan dengan kemampuan reproduksi pria, yang salah satu fungsinya adalah untuk pembentukan sel sperma. Inilah yang menjadi tolok ukur pertama dalam kesuburan.

Namun, testosteron tidak hanya berperan sebagai hormon seks pria. Ada banyak aspek kehidupan yang memengaruhi, termasuk aspek psikologis, seperti suasana hati, tingkat energi, hingga kemampuan konsentrasi.

“Ketidakseimbangan kadar hormon testosteron dalam tubuh seorang pria bisa memengaruhi kinerjanya di kantor dan hubungannya dengan orang terdekatnya,” ujar dokter spesialis andrologi dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And, di Tangerang, Selasa (28/07/2026).

Peran penting testosteron

Manfaat testosteron yang paling utama adalah proses tumbuh kembang, memberikan karakteristik seperti pertumbuhan rambut di wajah, buah zakar, hingga otot.

Testosteron juga punya peranan penting dalam pembentukan sperma, sehingga sangat menentukan kesuburan pria. Itu sebabnya, banyak yang hanya datang memeriksakan kadar hormon testosteron bila berkaitan dengan masalah kesuburan.

“Selain masalah kesuburan, beberapa tanda hormon tersebut rendah pada pria juga dapat dilihat dari sisi psikologis, misalnya kinerja yang menurun atau emosi yang tidak stabil, bahkan memengaruhi hubungan personal dan profesional,” dr. Sunnu mengatakan.

Beberapa peran penting testosteron selain sebagai hormon seks dan kesuburan, yaitu:

  • Menjaga dan meningkatkan performa seksual

Testosteron merupakan hormon utama yang meningkatkan dorongan seksual pada pria dan perempuan. Hormon ini memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, yang berhubungan dengan kesuburan.

  • Menjaga tingkat energi

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa pria yang memiliki kadar testosteron rendah memiliki level energi yang lebih rendah juga. Mudah lelah dan tidak bersemangat adalah salah satu tanda hormon testosteron rendah.

Menjaga kadar normal testosteron dapat mendukung stamina dan fokus yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

  • Mengatur suasana hati

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria yang memiliki kadar testosteron rendah diketahui lebih rentan mengalami depresi, kelelahan, dan mudah tersinggung.

Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga memengaruhi hubungan dengan rekan kerja, teman dan keluarga.

  • Meningkatkan kemampuan berpikir

Testosteron juga berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir. sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara kadar testosteron yang sehat dengan kemampuan berpikir seseorang, seperti memori verbal dan proses berpikir yang lebih cepat.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa terapi testosteron dapat membantu meningkatkan kemampuan spasial seseorang.

  • Meningkatkan performa kerja

Fungsi testosteron pada pria adalah membantu menjaga suasana hati, meningkatkan kemampuan berpikir, serta menjaga stamina. Ketiganya, berperan penting dalam menjaga fokus dan konsentrasi, khususnya dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas lainnya.

  • Mendorong semangat hidup aktif

Manfaat testosteron lainnya adalah menentukan perilaku tertentu, seperti agresivitas dan dominasi. Hal inilah yang berperan dalam menciptakan kompetisi, kepercayaan diri serta dorongan untuk hidup tetap aktif.

Berhubungan dengan masalah metabolik

Pria bertelanjang dada menunduk sambil memegang kepala, menggambarkan kondisi kekurangan testosteron.
ilustrasi pria yang kekurangan testosteron (unsplash.com/Adrian Swancar)

Umumnya pada pria, kadar testosteron yang terlalu tinggi tidak menjadi soal. Sementara itu, yang rendah terasosiasi dengan masalah kesehatan metabolik, antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, gula darah tinggi, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Mengingat testosteron punya banyak fungsi, mulai dari hormon reproduksi yang memengaruhi kesuburan hingga masalah psikologis, gejala yang muncul bisa bervariasi,” kata dr. Sunnu.

Terapi untuk kadar testosteron yang rendah

Apabila kadar testosteron sampai menyebabkan berbagai masalah kesehatan, konsultasikan ke dokter untuk melakukan tes darah. Jika benar gejala yang dialami karena kadarnya yang rendah, kamu akan dirujuk ke dokter spesialis andrologi.

Beberapa opsi terapi untuk mengatasi masalah tersebut, yakni:

Terapi penggantian testosteron (testosterone replacement therapy/TRT)

Terapi penggantian testosteron dilakukan dengan menggunakan testosteron buatan. Pemberian hormon buatan bisa dilakukan dalam berbagai cara, di antaranya:

  • Injeksi. Suntikan hormon testosteron buatan yang disuntikkan ke jaringan otot setiap 1-14 hari.
  • Gel atau krim. Obat yang dioleskan setiap hari di kulit lengan atas, bahu, atau paha.
  • Skin patch. Testosteron buatan yang ditempelkan di kulit pada sore hari akan melepaskan hormon testosteron secara perlahan dalam 24 jam melalui kulit.
  • Tablet. Obat yang diminum secara oral ataupun ditempelkan di gusi atau pipi bagian dalam. Testosteron kemudian akan menyerap ke aliran darah.
  • Pelet. Ini adalah obat yang ditanam di bawah kulit, biasanya di area pinggul atau bokong. Pelet diganti setiap 3-6 bulan.

Obat hormon

Selain testosteron buatan, dokter juga dapat meresepkan obat hormon clomiphene citrate. Obat ini sebenarnya lebih umum digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan pada perempuan. Namun, beberapa studi menyebutkan, konsumsi obat ini pada pria bisa membantu meningkatkan testosteron dan jumlah sperma.

Suplemen dan vitamin

Beberapa vitamin dan mineral diketahui dapat meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh. Dokter akan merekomendasikan beberapa suplemen untuk melengkapi terapi penggantian testosteron, seperti:

  • Vitamin D.
  • Zink.
  • Magnesium.
  • Dehydroepiandrosterone (DHEA).
  • L-arginine.
  • D-aspartic acid.

Perubahan gaya hidup

Ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk dapat membantu meningkatkan kadar testosteron secara alami, berupa:

  • Olahraga rutin 150 menit dalam seminggu, terutama latihan beban.
  • Konsumsi makanan sehat, misal protein rendah lemak dan lemak sehat.
  • Mengendalikan stres dengan melakukan meditasi, yoga, menjalani hobi, atau kegiatan relaksasi lainnya untuk menurunkan kadar kortisol.
  • Tidur cukup minimal 6-8 jam setiap harinya.
  • Batasi konsumsi alkohol.

Masalah hormon testosteron bisa menyebabkan berbagai komplikasi, baik kesehatan fisik ataupun psikis. Apabila mengalami berbagai keluhan di atas, cobalah konsultasikan ke dokter spesialis andrologi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More