Weaponized incompetence adalah pola ketika seseorang sengaja atau terus-menerus menunjukkan ketidakmampuan dalam melakukan suatu tugas sehingga orang lain akhirnya mengambil alih pekerjaan tersebut. Dalam hubungan sehari-hari, perilaku ini sering kali tidak terlihat sebagai bentuk manipulasi karena dibungkus dengan kalimat seperti "aku memang gak bisa" atau "kamu kan lebih jago". Jika berlangsung berulang, orang lain justru bisa merasa tidak punya pilihan selain mengerjakannya sendiri.
Sifat manchild dapat membuat pola tersebut semakin mudah muncul, terutama ketika seseorang terbiasa bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalahnya. Ia tidak selalu secara sadar merencanakan untuk memanfaatkan orang lain. Namun, ketika ketidakmampuan terus dipertahankan meski sebenarnya bisa belajar dan berusaha, perilaku tersebut dapat berubah menjadi cara untuk menghindari tanggung jawab. Berikut beberapa bentuknya.
