"Untuk berjaga-jaga, pasangan sebaiknya bertemu seminggu sekali selama bulan pertama, lalu meningkatkan frekuensinya setelah itu. Yang terpenting, pria dan wanita tidak boleh merasa cemas atau terburu-buru saat membangun hubungan baru. Semakin sedikit kecemasan yang mereka rasakan, semakin besar peluang hubungan mereka akan berhasil," katanya dalam Psychology Today.
Weekend Couple, Tren Hubungan karena Kesibukan Kerja

- Weekend couple menggambarkan pasangan yang terutama bertemu saat akhir pekan karena waktu hari kerja terbatas, termasuk pada pekerja kota besar dan hubungan jarak jauh.
- Riset 2017 terhadap 167 pasangan bekerja menunjukkan pertemuan akhir pekan dapat membantu pasangan saling memulihkan stres dan memberi energi untuk menghadapi pekerjaan.
- Kesibukan seperti lembur, perjalanan dinas, commute panjang, atau side hustle mendorong pola ini; fenomena tersebut juga muncul dalam commuter marriage akibat tuntutan kerja atau pendidikan.
Gak semua orang punya waktu yang longgar untuk bertemu dengan pasangan di hari kerja. Jadinya, weekend merupakan hari-hari spesial untuk menghabiskan waktu bersama yang terkasih. Fenomena ini mungkin sering kamu temui di kota-kota besar, di kalangan pekerja, atau mereka yang sedang menjalani hubungan jarak jauh.
Sebenarnya, ada banyak alasan mengapa bisa menjadi weekend couple, kesibukan kerja salah satu faktornya. Namun bukan berarti hal ini menjadi pertanda hubungan yang renggang, ya. Ini dia penjelasan singkat seputar weekend couple, tren hubungan yang terjadi karena kesibukan kerja.
Table of Content
1. Gak semua pasangan harus bertemu setiap hari

Gak semua pasangan harus bertemu tiap hari. Untuk beberapa situasi tertentu, bertemu pasangan di akhir pekan justru bisa membantu memulihkan stres dan meningkatkan semangat, lho. Fakta ini ada dalam riset tahun 2017 tentang "Dual-earner Couples' Weekend Recovery Support"
Penelitian yang dilakukan oleh Young Ah Park dan Verena C. Haun ini menyasar 167 pasangan suami istri yang sama-sama bekerja. Hasilnya, pasangan yang bertemu di akhir pekan pun bisa saling memberikan energi dalam menghadapi pekerjaannya esok hari. Jadi sebenarnya, gak ada salahnya buat pasangan bertemu di hari-hari tertentu saja seperti weekend.
Psikolog klinis berlisensi, Seth Meyers kepada Psychology Today menjelaskan frekuensi pertemuan pasangan (yang belum menikah) yang tinggi gak bisa menjamin hubungan akan berlangsung dalam jangka panjang. Namun, ada pula pasangan-pasangan yang tetap merasa mereka butuh untuk bertemu setiap hari.
2. Budaya kerja atau side hustle bisa jadi penyebab jarang bertemu pasangan

Mengapa bisa ada fenomena weekend couple? Hal ini berhubungan dengan profesi. Ada beberapa profesi yang mengharuskanmu untuk lembur, sering melakukan perjalanan dinas, atau lebur. Namun, ada pula individu yang melakukan perjalanan panjang dari rumah ke kantor begitu pun sebaliknya, sehingga mereka tidak lagi punya energi untuk bertemu.
Oleh karena itu, weekend menjadi salah satu opsi terbaik untukmu yang tidak bisa sesering itu bertemu dengan pasangan. Budaya kerja sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mengambil keputusan dalam hubungan.
Seorang public speaker dan penulis, Wendy L. Patrick, J.D., Ph.D kepada Psychology Today mengatakan bahwa terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis antara hari kerja dan akhir pekan. Perubahan emosi bisa memengaruhi bagaimana pasangan saling memperlakukan satu sama lain.
"Pasangan yang kesulitan menghadapi rutinitas kerja selama seminggu dapat mempertimbangkan untuk menyelingi kegiatan menyenangkan yang biasanya dilakukan di akhir pekan. Jika jadwal memungkinkan, menonton film bersama, acara olahraga, atau bahkan kencan di rumah dapat mengurangi stres selama seminggu," katanya kepada Psychology Today.
3. Bisa terjadi pada orang dalam commuter marriage

Tren hubungan karena kesibukan kerja ini juga bisa merujuk pada commuter marriage. Jurnal Hsin-Pei Wu & Yu-Mei Wang (2022) dalam Frontiers in Psychology mendefinisikan commuter marriage sebagai hubungan pernikahan jarak jauh karena tuntunan pekerjaan maupun pendidikan yang mengharuskan pasangan hidup terpisah tetapi bisa bertemu di akhir pekan.
Jurnal "Beyond the trailing spouse: the commuter partnership as an alternative to family migration" menyebut weekend marriage daripada weekend couple di mana pasangan tetap memilih hidup di dua tempat berbeda dengan pertimbangan karier masing-masing. Namun setelahnya, mereka bisa berkumpul di akhir pekan. Ini juga yang dialami oleh keluarga dual-earner (pasangan sama-sama bekerja).
Itu dia ulasan singkat seputar weekend couple. Apakah kamu juga termasuk orang yang merasakan hal ini?






















