ilustrasi seorang wanita memakai hair oli sebagai perawatan (pexels.com/Beyzanur K.)
Setelah menentukan jenis minyak, langkah berikutnya adalah mengaplikasikannya dengan benar. Hair oiling tidak harus dilakukan setiap hari atau menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Untuk pemula, kamu bisa mencoba perawatan ini satu kali seminggu dan mengamati respons rambut setelah beberapa kali penggunaan. Cukup diamkan sekitar 20 hingga 30 menit sebagai langkah awal, lalu sesuaikan dengan kebutuhan rambut. Selanjutnya, bilas dan keramas menggunakan sampo hingga sisa minyak terangkat. Kamu juga bisa menggunakan kondisioner agar rambut terasa lebih lembut dan mudah diatur.
Hindari membiarkan minyak terlalu lama jika kulit kepala atau rambutmu tidak cocok dengan perawatan tersebut. Kamu juga tidak perlu menggosok rambut secara berlebihan ketika membilasnya. Jika setelah mencoba hair oiling rambut justru terasa semakin lepek, gatal, atau muncul iritasi, hentikan penggunaannya dan evaluasi produk yang dipakai.
Hair oiling sebelum keramas bisa menjadi tambahan menarik dalam rutinitas hair care, terutama bagi kamu yang memiliki rambut kering, mudah kusut, tebal, atau sering terpapar panas dari alat styling. Perawatan ini membantu melindungi batang rambut dari gesekan dan mengurangi kehilangan protein akibat proses pencucian, terutama ketika menggunakan minyak yang sesuai seperti minyak kelapa.
Namun, tren hair oiling bukan solusi untuk semua masalah rambut. Kunci utamanya adalah mengenali kondisi rambut dan kulit kepala sebelum memilih jenis minyak serta menentukan frekuensi penggunaannya. Selamat mencoba!