ilustrasi manikur (pexels.com/Diana ✨)
Dilansir Time, Dr. April Schachtel, dokter kulit di UW Medicine di Seattle yang berspesialisasi dalam penyakit kuku, mengatakan bahwa orang yang rutin melakukan manikur gel mungkin akan melihat perubahan pada kuku mereka, seperti menipis, retak, melemah, atau muncul bintik-bintik putih. Menurutnya, banyak hal yang membuat manikur gel begitu menarik, tapi ada juga efek negatif yang mungkin menanti.
Heather Reynosa, Direktur Desain Pendidikan Global OPI, dalam laman Real Simple, juga menambahkan bahwa pada dasarnya, kerusakan kuku tidak semata-mata disebabkan oleh cat kuku gel itu sendiri. Kerusakan kuku bisa disebabkan juga oleh hal lain.
“Penting untuk dicatat, cat kuku gel sebenarnya tidak membahayakan kuku. Hanya saja, kesehatan kuku yang diberi gel polish dapat terganggu akibat kerusakan mekanis dan lampu UV,” jelas Reynosa.
Schachtel memaparkan bahwa teknik penghapusan cat kuku gel lama memerlukan proses yang cukup panjang. Dimulai dari membungkus jari dengan kapas yang direndam aseton dan aluminium foil hingga mempersiapkan permukaan kuku untuk lapisan baru, di mana petugas dapat mengikir atau menghaluskan kuku dengan mechanical drill.
“Tidak diragukan lagi bahwa 20 menit menggunakan aseton itu cukup keras, bukan hanya pada kulit, tetapi juga kuku,” kata Dr. Phoebe Rich, dokter kulit di Portland, Oregon yang berspesialisasi dalam pencegahan dan pengobatan gangguan kuku, kepada Time. “Kemudian, menggunakan bor setelah itu untuk menghilangkan sisa-sisa aseton yang tertinggal. Tentu, dapat berpotensi merusak kuku,” imbuhnya.
Mengikis produk secara paksa saat proses penghapusan alih-alih membiarkannya terlepas, bisa menyebabkan kerusakan pada kuku. Terlebih, jika alat-alat yang digunakan tidak disterilkan dengan benar.
Di sisi lain, lampu UV maupun LED yang digunakan untuk mengeringkan cat kuku gel dapat memancarkan radiasi UV. Meskipun frekuensi paparan sinar UV selama manikur gel tergolong singkat, paparan tersebut tetap bisa terkonsentrasi dan menumpuk seiring waktu. Faktor inilah yang berpotensi mempercepat penuaan pada kulit tangan.