“Lebih dari sekadar mahakarya dalam mode, desain, dan inovasi material, gaun ini merayakan seni gerak, alam, dan tubuh. Bagi saya, sebagai atlet freeski (ski gaya bebas), elemen-elemen ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dan gaun ini adalah distilasi paling murni dari seni saya," kata Eileen Gu kepada Vogue.
Bubble Dress Eileen Gu di Met Gala 2026, Bisa Mengeluarkan Gelembung!

Ajang penggalangan dana, Met Gala, selalu berlangsung dengan meriah setiap Senin pertama bulan Mei. Tentunya, puluhan anak tangga menuju Metropolitan Museum of Art yang berlokasi di New York itu tampak dipenuhi oleh berbagai kalangan elite dari bintang papan atas dan beragam tokoh ternama di industri mode. Setiap orang berbondong-bondong menampilkan look terbaik hingga nyeleneh yang sukses menyita perhatian seluruh dunia.
Met Gala 2026 mengusung tema "Costume Art" dengan dresscode 'Fashion is Art'. Tema tersebut memberikan kebebasan bagi para tamu untuk menginterpretasikan karya seni melalui busana mereka. Salah satu yang berani tampil unik adalah Eileen Gu yang datang dengan kostum bubble dress, bagaimana cerita di balik pemilihan kostum ini?
1. Atlet Eileen Gu mengenakan kostum bubble dress dari desainer Iris van Herpen dan duo artistik Azusa Murakami dan Alexander Groves dari A.A Murakami
Kostum yang dipakai oleh Eileen Gu merupakan kontribusi pemikiran banyak orang, khususnya desainer Iris van Herpen serta duo artistik Azusa Murakami dan Alexander Groves dari A.A.Murakami. Eileen kepada Vogue mengatakan bahwa memang mereka saling memilih satu sama lain untuk menghadirkan elemen yang berbeda.
Desainer Iris van Herpen terkenal dengan identitas mode yang melekat pada sentuhan teknologi. Ia termasuk orang pertama yang menggunakan pencetakan 3D. Iris van Herpen juga yang berani memanfaatkan material langka untuk memberikan nilai yang berbeda pada kostum-kostumnya.
Selain Iris van Herpen, kostum bubble dress Eileen Gu juga juga melibatkan Azusa Murakami dan Alexander Groves dari A.A Murakami. Duo artistik inilah yang membuat sistem untuk memunculkan bubble dari dalam dress.
2. Bubble dress merupakan interpretasi dari tubuh manusia
“Tubuh adalah pusat dalam pameran ini, dan yang paling membuat saya terpesona dari tubuh kita bukanlah bagian luarnya, melainkan bahwa secara anatomi atom, tubuh kita sebagian besar adalah ruang kosong, 99,9 persen darinya adalah ruang kosong,” kata Iris van Herpen kepada Vogue.
Menurut van Herpen, desain gaun Airo yang dikenakan oleh Eileen Gu merupakan perpaduan dari konsep realisme dan surealisme secara bersamaan. Gaun ini didesain sebagai bentuk interprestasi terhadap tubuh manusia. Berawal dari teori ilmiah yang menyatakan bahwa beberapa bentuk kehidupan paling awal di bumi muncul dari dalam gelembung kecil yang disebut vesikel.
Untuk Eileen Gu, gaun tersebut menampilkan 15.000 gelembung kaca yang dibentuk dan direkatkan satu per satu secara manual dengan tangan pada mini dress berpotongan A-line itu. Di balik dress-nya tersembunyi sistem kompleks yang terdiri dari mikroprosesor, nosel gelembung, pompa udara, serta sistem daya portabel yang melepaskan gas bertekanan dan gelembung yang diatur waktunya melalui kode algoritmik.
Saat Eileen Gu berjalan di red carpet Met Gala, dress tersebut mengeluarkan gelembung. Setiap gelembung itu sudah diatur untuk dilepaskan sebanyak dua hingga lima gelembung per detik. Menurut Eileen Gu, gaun ini mendefinisikan ulang bagaimana perempuan modern di ranah olahraga ekstrem yang biasanya didominasi oleh laki-laki. Gaunnya merupakan interpretasi bahwa ia bisa melampaui batasan dari apa yang selama ini dianggap tidak mungkin.
3. Butuh waktu selama 15 minggu dengan total 2550 jam kerja
Pesona tak tertandingi ketika atlet ski peraih emas olimpiade berjalan dan berpose di depan puluhan kamera. Semua mata fokus pada detail baju yang dipenuhi oleh gelembung dan mengeluarkan gelembung. Ia hanya mengenakan heels transparan dan anting-anting kecil karena sejatinya aksesori utamanya adalah gelembung itu sendiri.
Bubble dress ini dibuat selama 15 minggu dengan total 2.550 jam. Pengerjaannya melibatkan tim yang terdiri dari berbagai bidang seni, mode, hingga teknik untuk mewujudkan gaun fenomenal ini. Iris van Herpen menjelaskan bahwa ia tidak ingin mengekspresikan tubuh dari cara yang biasa saja. Ia ingin gaunnya bisa menginspirasi orang lain untuk memandang tubuh manusia dari perspektif ilmiah.
“Karya ini sangat menyentuh saya melalui tema gerakan dan keheningan,” kata Eileen Gu.


















