Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hati-Hati, Ini Dampak Buruk Kulit Akibat Pakai Makeup Setiap Hari

Hati-Hati, Ini Dampak Buruk Kulit Akibat Pakai Makeup Setiap Hari
ilustrasi pakai makeup (pexels.com/freestocks.org)
Share Article

Bagi perempuan, makeup sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Dengan memoleskan makeup di wajah, kamu bisa tampil lebih percaya diri. Namun di sisi lain, makeup juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit jika digunakan setiap hari.

Hal ini karena pemakaian primer, concealer, dan foundation secara teratur berpotensi menyumbat pori-pori, menyebabkan iritasi, serta memicu timbulnya jerawat. Lalu, apakah ini berarti kamu harus menghentikan rutinitas makeup harianmu? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari simak ulasan mengenai dampak negatif penggunaan makeup setiap hari bagi kulit dan faktor apa yang menjadi pemicunya.

1. Wajah lebih rentan berjerawat

ilustrasi mengalami jerawat (freepik.com/gpointstudio)
ilustrasi mengalami jerawat (freepik.com/gpointstudio)

Dilansir Everyday Health, salah satu pendiri dan CEO Acaderma, Shuting Hu, PhD, mengatakan bahwa masalah kulit yang disebabkan oleh penggunaan makeup sehari-hari umumnya terjadi secara bertahap. Misalnya, jerawat di area dahi, pipi, dagu, dan hidung muncul karena produk makeup telah bercampur dengan sebum, sel kulit mati, serta keringat dalam waktu yang lama. Tak sampai di situ, bedak atau alas bedak yang mengandung talk juga perlu diwaspadai karena biasanya bahan ini dapat meningkatkan risiko jerawat ketika bercampur dengan sebum.

“Riasan digunakan untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan, tetapi pada gilirannya bisa 'menyumbat' pori-pori dan folikel rambut serta berkontribusi pada siklus jerawat,” ujar Courtney Gwinn, MD, dokter kulit bersertifikasi di Advance Dermatology & Skin Surgery di Spokane Valley, Washington, dilansir Everyday Health.

2. Kulit terkena iritasi atau reaksi alergi

ilustrasi wajah kemerahan (freepik.com/freepik)
ilustrasi wajah kemerahan (freepik.com/freepik)

Selain jerawat, pemakaian makeup setiap hari juga membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi atau reaksi alergi. Ini merupakan kondisi dermatitis kontak yang menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, dan bersisik di area tempat produk dioleskan.

Terlebih, jika kamu memakai produk makeup yang mengandung pewangi, pengawet, serta bahan-bahan yang mengeringkan. Hal itu, tentu saja bisa memperparah masalah kulit yang sudah ada.

“Menggunakan riasan pada kulit yang iritasi hanya akan memerangkap bakteri, memperburuk peradangan, dan memperlambat penyembuhan,” tambah Rodaina Ahmed, MD, seorang dokter kulit di Tono Health, dikutip dari Everyday Health.

3. Skin barrier akan kehilangan fungsinya

ilustrasi seorang wanita becermin (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi seorang wanita becermin (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Lapisan pelindung kulit atau skin barrier punya peran penting dalam menjaga kulit agar senantiasa sehat. Namun, skin barrier bisa kehilangkan fungsinya jika kamu tidak merawat dengan benar. Banyak produk makeup tahan lama yang mengandung bahan pembentuk lapisan, seperti polimer akrilik.

Menurut Dr. Hu, lapisan-lapisan itu bisa memerangkap minyak, keringat, dan polutan, yang berpotensi mengganggu kulit dan mikrobioma (bakteri bermanfaat yang secara alami hidup di kulit) seiring waktu. Bakteri baik ini menghasilkan senyawa pelindung dan mengatur peradangan. Ketika mikrobioma terganggu, fungsi lapisan pelindung kulit juga ikut melemah.

“Kamu mungkin tidak langsung menyadarinya, tetapi seiring waktu, kondisi ini akan mulai terlihat melalui kulit yang semakin kering, lebih sensitif, dan jerawat yang kian sering muncul,” kata Hu.

4. Kebiasaan buruk menjadi faktor utamanya

ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Meskipun beberapa masalah kulit di atas tergolong umum terjadi akibat memakai makeup setiap hari. Namun, para ahli kulit sepakat bahwa pemakaian makeup setiap hari bukanlah penyebab utamanya, melainkan kebiasaan buruk yang kamu lakukan secara terus-menerus.

Dr. Zoe Indigo, seorang dokter kulit bersertifikat dan pendiri Skintervention Dermatology, dalam laman Huffingtonpost, menjelaskan bahwa menyimpan produk makeup terlalu lama, terutama makeup mata, dapat menjadikannya tempat berkembang biak bakteri. Sementara, penggunaan makeup tebal untuk menutupi jerawat, iritasi, atau bekas luka bisa memperburuk masalah ini seiring waktu.

Dr. Indigo juga menambahkan bahwa alat-alat rias yang tidak dibersihkan setiap minggu akan memicu masalah kulit di kemudian hari. Hal ini karena alat-alat makeup yang dipakai berulang dapat menjadi sarang bakteri dan bakteri tersebut akan menempel ke wajah ketika kamu menggunakannya.

“Kuas dan spons mengumpulkan minyak, sel kulit mati, dan sisa riasan, menciptakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak. Menggunakan alat yang kotor dapat memindahkan bakteri kembali ke kulit, menyebabkan iritasi, pori-pori tersumbat, dan infeksi,” katanya.

Kebiasaan buruk lainnya adalah tidak membersihkan wajah sampai tuntas sebelum tidur. Kebiasaan ini memicu pori-pori tersumbat, iritasi, dan penumpukan sel kulit mati yang seharusnya terkelupas.

Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa pemakaian makeup setiap hari bisa berdampak buruk bagi kulit. Namun, kondisi ini hanya bisa terjadi apabila kamu tidak rutin membersihkan wajah sebelum tidur, kurang merawat kulit, memakai produk yang tidak sesuai tipe kulit, dan tidak menjaga kebersihan alat makeup. Dengan kata lain, meskipun kamu memakai makeup setiap hari, kulit kamu akan tetap sehat jika tidak melakukan kebiasaan buruk di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Apa Itu Retinol Purging? Kondisi yang Bikin Kulit Tampak Buruk di Awal

11 Jun 2026, 17:00 WIBLife