Karya Desainer Muda SFA di Fashion Nation 2026, The Future Nostalgic

- Fashion Nation 2026 di Senayan City menjadi panggung perayaan 13 tahun SFA, menampilkan kreativitas desainer muda melalui tema “The Future Nostalgic” yang memadukan inspirasi masa lalu dan visi masa depan.
- Sequence The New Wave menghadirkan karya sembilan desainer muda SFA yang mengolah romantisme masa lalu dengan pendekatan kreatif dan eksperimental, menghasilkan interpretasi fashion relevan terhadap tren saat ini.
- Sequence Emerging Brands menampilkan koleksi Malsa Sarah, Destyani Samadi, dan Christa Flora Lay, sementara ajang ini memberi talenta SFA ruang mengembangkan identitas desain serta menguji gagasan profesional.
Karya para desainer muda Sparks Fashion Academy (SFA) kembali mencuri perhatian lewat panggung Fashion Nation 2026 – SFA 13th Anniversary di Senayan City, Jakarta. Ajang ini menjadi ruang bagi talenta muda SFA untuk memperkenalkan kreativitas dan karakter desain mereka.
Mengusung tema “The Future Nostalgic”, koleksi yang ditampilkan mengeksplorasi perpaduan antara inspirasi masa lalu dan visi fashion masa depan. Sentuhan nostalgia pun hadir dengan interpretasi yang lebih modern dan relevan.
1. Sequence The New Wave, pamerkan karya dari eksplorasi gagasan past dan future

Fashion Nation 2026 (dok. SFA) Pada kesempatan kali ini, beberapa sequence ditampilkan. Pertama, sequence The New Wave yang menghadirkan karya dari sembilan desainer muda berbakat SFA, yakni Asta, Marsha, Ayesha, Gina, Cherry, Ratih, Meike, Yeane, dan Ersi.
Lewat karya-karyanya, mereka mengeksplorasi perpaduan antara gagasan past dan future dengan sentuhan kreatif serta eksperimental. Nuansa romantisme masa lalu diolah kembali melalui sudut pandang generasi baru, menghasilkan interpretasi fashion yang tetap relevan dengan perkembangan tren saat ini.
2. Sequence Emerging Brands

Fashion Nation 2026 (dok. SFA) Kemeriahan pangggung kemudian dilanjutkan lewat sequence Emerging Brands. Pada sequence ini, tiga desainer SFA, yakni Malsa Sarah, Destyani Samadi, dan Christa Flora Lay hadir membawakan koleksi dengan temanya masing-masing.
Malsa Sarah membawakan koleksi “Arunika” yang terinspirasi dari budaya serta warisan masyarakat Dayak di Kalimantan. Malsa menginterpreatsikannya melalui siluet, tekstur, dan detail busana yang merefleksikan nilai kebersamaan serta hubungan antargenerasi.
Kemudian, Destyani Samadi memamerkan koleksi yang bertajuk “Black Orchid of Borneo” dari anggrek hitam khas Kalimantan sebagai sumber inspirasinya. Karakter bunga tersebut diterjemahkan ke dalam siluet dan karakter busana yang modern.
Sementara itu, Christa Flora Lay menutup rangkaian show dengan “Saint and Sinners”. Koleksi tersebut menampilkan gaun avant-garde dengan dominasi warna merah dan putih sebagai refleksi dua sisi perubahan manusia.
3. Fashion Nation 2026 jadi ruang untuk para desainer muda mengasah kreativitas

Fashion Nation 2026 (dok. SFA) Kehadiran para desainer muda SFA di Fashion Nation 2026 menjadi bagian dari proses pengembangan para talenta muda di bidang fashion. Ajang ini menjadi wadah dari eksplorasi ide hingga membentuk identitas desain serta fashion brand masing-masing.
Lewat panggung ini, SFA juga memberikan kesempatan bagi para siswa dan desainer mudanya untuk menguji gagasan kreatif dalam suasana fashion profesional. Karya yang ditampilkan juga memperlihatkan bagaimana budaya, pengalaman, serta eksplorasi menjadi fondasi bagi generasi baru dalam menemukan karakter dan arah desain mereka di industri fashion.
Fashion Nation 2026 menjadi salah satu panggung bagi para desainer muda SFA untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan karakter desain mereka. Melalui tema “The Future Nostalgic”, karya yang ditampilkan membuktikan bahwa inspirasi masa lalu dapat diolah menjadi gagasan fashion yang segar dan relevan dengan masa depan.






















