Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Perempuan Punya Isi Tas yang Bisa Menyelamatkan Satu Circle?
ilustrasi isi tas (pexels.com/Dina Nasyrova)

Pernah gak, saat lagi nongkrong bareng teman, tiba-tiba ada yang butuh tisu, mencari minyak angin, atau meminjam charger? Sebelum ada yang sempat untuk pergi membeli, satu teman biasanya sudah membuka tasnya. Menariknya, hampir semua barang yang dibutuhkan ternyata ada di sana. Mulai dari obat-obatan, permen, hingga barang kecil yang bahkan gak terpikirkan sebelumnya.

Fenomena ini cukup akrab terutama dalam pertemanan perempuan. Tas yang awalnya dibawa untuk menyimpan barang pribadi justru bisa menjadi penyelamat ketika teman-temannya membutuhkan sesuatu. Kebiasaan ini bisa berkaitan dengan cara seseorang menunjukkan perhatian dan merespons kebutuhan orang lain. Berikut beberapa alasan perempuan punya isi tas yang bisa menyelamatkan kebutuhan temannya.

1. Terbiasa mengantisipasi kebutuhan sebelum diminta

ilustrasi tas kecil (pexels.com/Pixabay)

Ada tipe teman yang bahkan sebelum berangkat sudah memikirkan berbagai kemungkinan. Cuaca panas? Bawa kipas kecil. Takut kehujanan? Siapkan payung lipat. Ada teman yang gampang pusing? Minyak angin sudah masuk ke dalam tas. 

Perilaku ini berkaitan dengan proactive behavior, yaitu tindakan yang dilakukan atas inisiatif sendiri untuk mengantisipasi sesuatu sebelum situasi mengharuskan seseorang bertindak. Dilansir laman The Behavioral Scientist dalam artikel Proactive Behavior Definition and Examples, perilaku proaktif merupakan tindakan antisipatif yang muncul atas inisiatif sendiri untuk mengubah diri atau lingkungan. Perilaku ini juga dapat berupa mengenali masalah yang mungkin muncul atau bertindak sebelum keadaan menuntut respons.

Ketika kebiasaan tersebut terbawa ke lingkungan pertemanan, isi tas pun menjadi semacam persediaan untuk berbagai kemungkinan. Pemiliknya mungkin gak tahu siapa yang akan membutuhkan bantuan, tetapi setidaknya ia sudah menyiapkan beberapa hal. Buat teman-temannya, ini terasa seperti life saver. Di balik itu, ada kebiasaan mengantisipasi kebutuhan yang memang sudah menjadi kebiasan.

2. Menganggap bantuan kecil sebagai bentuk perhatian

ilustrasi tas perlengkapan perempuan (pexels.com/Timur Weber)

Gak semua bentuk perhatian harus ditunjukkan lewat hadiah atau percakapan panjang. Terkadang, meminjamkan ikat rambut ketika teman kepanasan atau memberikan plester saat ada teman yang kakinya lecet sudah cukup menunjukkan kepedulian. Hal-hal sederhana seperti ini sering terjadi secara spontan, tanpa perlu diminta berkali-kali.

Meminjamkan barang mungkin terdengar sepele, tetapi tindakan tersebut bisa membuat teman jadi merasa diperhatikan. Si pemilik tas gak harus mengucapkan kalimat panjang untuk menunjukkan bahwa ia peduli. Cukup membuka tas dan menyerahkan barang yang dibutuhkan temannya.

3. Senang menjadi orang yang bisa diandalkan

ilustrasi tas dengan beragam isian (pexels.com/Timur Weber)

Dalam setiap circle, biasanya ada seseorang yang namanya langsung disebut ketika muncul masalah kecil. Saat membutuhkan tisu, peniti, maupun kipas angin, kamu bisa menanyakan kepadanya. Bahkan, ketika teman lupa membawa sesuatu, orang yang terkenal paling siap sering menjadi tempat pertama untuk meminta bantuan.

Menurut Xuan Zhao, psikolog sosial dan peneliti di Stanford SPARQ, “Faktanya, sebagian besar dari kita memiliki kecenderungan kuat untuk peduli terhadap orang lain dan ingin memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka. Puluhan penelitian, termasuk penelitian yang saya lakukan sendiri, juga menemukan bahwa orang sering kali merasa lebih bahagia setelah melakukan tindakan kebaikan,” dikutip dari Greater Good Magazine.

Ketika seseorang terbiasa membantu, teman-temannya mungkin merasa lebih tenang karena tahu ada orang yang bisa diandalkan. Seseorang dengan tas berisi peralatan lengkapnya juga merasa bahagia karena bisa membantu. Meski begitu, menjadi teman yang siap membantu bukan berarti harus selalu memenuhi semua kebutuhan orang lain. Pertemanan yang sehat tetap membutuhkan perhatian dua arah, bukan hanya bergantung pada satu orang yang paling siap.

Ternyata, di balik tisu, obat-obatan, dan charger cadangan, ada kebiasaan mempersiapkan diri serta perhatian terhadap orang-orang terdekat. Meski begitu, gak semua perempuan punya kebiasaan yang sama, dan membawa banyak barang bukan satu-satunya cara menunjukkan kepedulian. Teman yang baik juga bisa hadir lewat bantuan sederhana lainnya. Sebab, yang membuat seseorang berarti dalam sebuah circle bukan isi tasnya, melainkan bagaimana ia memperlakukan orang-orang di sekitarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article