dr. Amanda lantas menyampaikan solusinya, "Menggunakan pelembap yang fungsinya untuk memberikan tambahan barrier agar cairan di lapisan kulit tidak menguap atau keluar. Jadi, transepidermal water loss-nya bisa berkurang sehingga kita bisa menyimpan si air di lapisan kulit dan kulitnya lebih lembap. Jadi, menggunakan pelembap di bulan puasa itu hukumnya fardu ain alias wajib".
Dokter Kulit: Pakai Pelembap saat Puasa Itu Fardu Ain Hukumnya

dr. Amanda Nandi Wardani menegaskan penggunaan pelembap saat puasa hukumnya wajib karena membantu menjaga hidrasi kulit dan mencegah kehilangan air berlebih akibat berkurangnya asupan cairan tubuh.
Tanda kulit kering bisa dikenali lewat munculnya garis putih saat digores, disebut white dermographism, yang menunjukkan kurangnya hidrasi pada lapisan kulit.
Solusi menjaga kelembapan kulit selama puasa meliputi konsumsi air cukup delapan gelas per hari dan rutin memakai pelembap setelah mandi, berwudu, serta sebelum tidur.
Jakarta, IDN Times - Pada bulan puasa, asupan tubuh pada siang hari berbeda daripada bulan-bulan lainnya. Selain makanan, asupan cairan juga berkurang. Tak ayal, kondisi ini bisa membuat kulit tubuh rentan kering. Belum lagi ada tantangan beraktivitas di luar ruangan dan terpapar matahari tropis terus-terusan. Kulit bisa menjadi lebih kering lagi, bahkan tandus.
Dalam acara Gluta-Hya Hydration Clinic yang berlangsung di Atrium Mall Kota Kasablanka pada Jumat (20/2/2026), dokter spesialis kulit, dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.D.V.E mengatakan bahwa memakai pelembap yang tepat adalah solusinya. Bahkan, menurutnya menggunakan pelembap saat puasa sifatnya fardu ain alias wajib dilakukan masing-masing orang.
1. Pelembap digunakan agar bisa mengunci air di lapisan kulit

Ketika puasa, sel-sel di tubuh mengalami proses detoksifikasi. Sel kulit juga otomatis mengalami proses yang sama. Efek positifnya adalah sel kulit akan mengalami regenerasi sehingga kolagen lebih banyak diproduksi. Tapi, yang harus dijadikan perhatian adalah saat berpuasa, hidrasi tubuh jadi lebih sedikit dibandingkan saat tidak berpuasa.
Transepidermal water loss sendiri adalah jumlah air yang menguap secara pasif dari dalam tubuh ke atmosfer melalui lapisan kulit epidermis. Transepidermal water loss yang tinggi bisa menyebabkan skin barrier yang rusak, kulit kering, bahkan dermatitis (peradangan kulit kronis yang ditandai dengan ruam, kemerahan, gatal, kering, dan bersisik).
2. Tanda unik kulit kering dan tandus: bisa dilukis

Dalam momen yang sama, beauty influencer, Tasya Farasya, menceritakan pengalaman kulit tandusnya. Apalagi, beberapa tahun sebelumnya Tasya hanya fokus pada skincare wajah, namun melupakan perawatan kulit tubuh.
"Kulit aku gak usah di bulan puasa aja udah kering banget. Di bulan puasa, pastinya tambah kering. Bisa ngelukis di betis (pakai kuku) gitu saking keringnya," curhat Tasya.
Hal tersebut dimaklumi oleh dr. Amanda. “Sebetulnya, kita dapat melakukan pengecekan mandiri untuk mendeteksi masalah kulit tandus. Gunakan kuku atau benda tumpul untuk membuat goresan menyerupai garis di bagian dalam lengan. Jika terlihat garis putih atau white dermographism, artinya kulit kurang terhidrasi," katanya.
White dermographism (dermografisme putih) adalah respons kulit yang menjadi garis putih sementara di area yang tergores, ketika normalnya justru berwarna merah. Kondisi ini sering jadi tanda klinis untuk penyakit kulit seperti dermatitis atopik.
3. Solusi mengatasi kulit tandus saat puasa

Pertama, pastikan asupan cairan cukup dari menjalankan fungsi hidrasi dari dalam tubuh. Hal ini bisa disiasati dengan minum air putih sebanyak 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka puasa sampai malam, dan 2 gelas sebelum tidur. "Dengan 8 gelas sehari, target 2 liter sehari setidaknya tercukupi," lanjut dr. Amanda.
Kedua, menggunakan pelembap yang menghidrasi maksimal dan melindungi skin barrier kulit. Vaseline Gluta-Hya Smoothing Perfector bisa menjadi alternatifnya. Di dalamnya, terdapat kandungan GlutaGlow yang lebih efektif dibanding niacinamide dan vitamin C untuk mencerahkan, 4D Hyaluron untuk mengunci kelembapan, 70x Hydroxy Acid Complex yang mengangkat sel kulit mati, dan tekstur serum burst yang cepat meresap dan tidak lengket di pakaian.
"Waktu-waktu yang tepat untuk menghidrasi kulit tubuh saat berpuasa antara lain adalah setelah mandi pagi dan sore, setelah setiap kali berwudu, di tengah rutinitas panjang dalam ruangan ber-AC, hingga malam hari sebelum tidur,” lanjut dr. Amanda.
Jika kamu tertarik mengetahui lebih banyak tentang kulit tandus saat bulan puasa, tidak ada salahnya kunjungi Atrium Mall Kota Kasablanka pada 20 Februari - 1 Maret mendatang. Vaseline membuka ragam aktivitas dan instalasi menarik bersama HALUU World untuk mengedukasi masyarakat tentang kulit tandus. Yang lebih menarik, kamu juga bisa melakukan pengecekan kulit lebih mendalam bersama SKIN+ Clinic.
“Di event ini, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai aktivitas multisensorial yang menginspirasi pentingnya kulit terhidrasi sebagai kunci untuk mendapatkan kulit yang mulus dan glowing di bulan Ramadan,” tutur Melisa Caroline, Senior Brand Manager Vaseline.


















