Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Kulit Kering setelah Maskeran dan Cara Mencegahnya
ilustrasi seorang wanita memakai sheet mask (pexels.com/Sora Shimazaki)
  • Memakai masker terlalu lama, terutama clay mask hingga mengeras, serta menggunakannya terlalu sering dapat mengurangi minyak alami kulit dan memicu rasa kencang atau kering.
  • Pemilihan masker harus disesuaikan dengan jenis serta kebutuhan kulit; produk yang terlalu menyerap minyak dapat memperparah kekeringan pada kulit yang membutuhkan hidrasi.
  • Bilas masker dengan air bersuhu nyaman tanpa menggosok keras, lanjutkan moisturizer, dan hindari menumpuk bahan aktif yang berpotensi membuat kulit iritasi atau makin kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masker wajah seharusnya membuat kulit terasa lebih nyaman, lembap, dan segar. Namun, pernahkah setelah maskeran kulit justru terasa kencang, kering, atau bahkan sedikit perih? Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa kebiasaan saat menggunakan masker yang tanpa disadari kurang tepat.

Jenis masker, durasi pemakaian, hingga skincare setelahnya bisa memengaruhi kondisi kulit. Yuk, kenali penyebabnya agar sesi maskeran berikutnya tidak berakhir dengan kulit yang terasa makin kering. Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

1. Masker dipakai terlalu lama

ilustrasi seorang wanita memakai sheet mask (pexels.com/Polina)

Lebih lama memakai masker tidak selalu berarti manfaatnya semakin maksimal. Beberapa jenis masker, terutama clay mask, dapat membuat kulit terasa sangat kering jika dibiarkan sampai benar-benar mengeras.

Selalu ikuti waktu pemakaian yang tercantum pada kemasan dan jangan menunggu masker sampai terasa pecah-pecah di wajah. Setelah waktunya selesai, bilas dengan lembut menggunakan air. Kulit pun tetap terasa lebih nyaman tanpa kehilangan kelembapan secara berlebihan.

2. Menggunakan clay mask terlalu sering

ilustrasi seorang wanita menggunakan masker wajah (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Clay mask memang populer untuk membantu menyerap minyak berlebih pada kulit. Namun, jika digunakan terlalu sering, minyak alami kulit juga bisa ikut berkurang sehingga wajah terasa kering dan tertarik. Frekuensi pemakaian sebaiknya disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit.

Jika kulit mulai terasa kencang atau mudah mengelupas setelah maskeran, mungkin sudah waktunya mengurangi frekuensi penggunaannya. Jangan lupa memilih produk yang memang ditujukan untuk kebutuhan kulitmu.

3. Memilih masker yang kurang sesuai dengan jenis kulit

ilustrasi seorang wanita menggunakan masker wajah (pexels.com/Arina Krasnikova)

Setiap masker memiliki fungsi dan formulasi yang berbeda, sehingga belum tentu semua produk cocok untuk setiap kulit. Masker yang terlalu menyerap minyak mungkin terasa nyaman untuk kulit berminyak, tetapi bisa membuat kulit kering semakin terasa tertarik. Sebaliknya, kulit yang membutuhkan hidrasi biasanya lebih cocok dengan masker yang memiliki kandungan pelembap.

Kenali kebutuhan kulit sebelum memilih masker, bukan hanya mengikuti produk yang sedang populer. Dengan begitu, maskeran bisa menjadi bagian dari rutinitas yang benar-benar membantu kulit.

4. Menggunakan air yang terlalu panas

ilustrasi membasuh wajah dengan air panas (pexels.com/Alena Darmel)

Setelah maskeran, sebagian orang membilas wajah dengan air hangat atau bahkan air panas. Padahal, air yang terlalu panas dapat membuat kulit semakin kering dan terasa tidak nyaman.

Sebaiknya gunakan air dengan suhu yang nyaman dan tidak terlalu panas saat membilas masker. Bersihkan produk secara perlahan tanpa menggosok wajah terlalu keras. Setelahnya, keringkan dengan menepuk wajah menggunakan handuk bersih.

5. Melewatkan moisturizer setelah maskeran

ilustrasi menggunakan krim pelembab wajah (pexels.com/cottonbro studio)

Maskeran bukan berarti skincare selesai sampai di tahap membilas wajah. Setelah kulit bersih, lanjutkan dengan moisturizer untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Langkah ini terutama penting setelah menggunakan masker yang berpotensi membuat kulit terasa lebih kering.

Pilih pelembap sesuai kondisi kulit dan aplikasikan secukupnya. Dengan begitu, kulit akan terasa lebih nyaman dan tidak mudah terasa kencang setelah maskeran.

6. Terlalu banyak menggunakan bahan aktif

ilustrasi produk skin care (pexels.com/Ron Lach)

Menggunakan masker yang mengandung bahan aktif kemudian langsung dilanjutkan dengan berbagai produk aktif lainnya bisa membuat rutinitas skincare terasa terlalu berat. Misalnya, setelah menggunakan masker eksfoliasi, kamu masih menambahkan beberapa produk dengan kandungan eksfoliasi atau bahan aktif yang berpotensi mengiritasi.

Untuk pemula, lebih baik menjaga rutinitas setelah maskeran tetap sederhana. Fokus pada produk yang membantu menenangkan dan melembapkan kulit. Jika kulit terasa perih atau semakin kering, hentikan sementara produk yang berpotensi mengiritasi dan evaluasi kembali rutinitasmu.

Kulit yang terasa kering setelah maskeran bukan berarti kamu harus berhenti menggunakan masker sama sekali. Bisa jadi ada kebiasaan kecil yang perlu diperbaiki, mulai dari durasi pemakaian hingga produk yang digunakan setelahnya.

Penting juga memilih masker sesuai kebutuhan kulit dan jangan lupa mengimbanginya dengan hidrasi yang cukup. Dengan cara ini, maskeran bisa menjadi momen perawatan yang menyenangkan tanpa membuat kulit terasa tertarik setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article