Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Scalp Barrier, Bagian yang Sering Terlupakan dalam Perawatan Rambut
ilustrasi rambut (pexels.com/cottonbro studio)
  • Scalp barrier adalah lapisan pelindung kulit kepala yang menjaga kelembapan, menangkal iritan, dan menciptakan lingkungan seimbang bagi folikel serta pertumbuhan rambut.
  • Polusi, penumpukan produk, keramas berlebihan, dan mikroorganisme dapat mengganggu scalp barrier, memicu kulit kepala kering, gatal, mengelupas, serta rambut melemah atau rontok.
  • Perawatan meliputi pembersihan lembut, hidrasi dengan bahan tepat, eksfoliasi secukupnya, serta perlindungan dari panas, UV, dan polusi untuk mendukung kesehatan kulit kepala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama ini, perawatan rambut lebih sering berfokus pada batang hingga ujung rambut, mulai dari penggunaan sampo, kondisioner, masker, hingga serum. Padahal, kulit kepala sebagai tempat rambut tumbuh juga berperan penting dalam menentukan kesehatan rambut.

Sama seperti kulit wajah, kulit kepala memiliki lapisan pelindung yang disebut scalp barrier untuk menjaga kelembapan, melindungi dari iritan, dan mendukung kesehatan folikel. Karena itu, menjaga scalp barrier tetap sehat juga penting untuk mendapatkan rambut yang kuat dan sehat.

1. Scalp barrier adalah lapisan pelindung kulit kepala

ilustrasi perempuan rambut lebat (pexels.com/bennielbester)

Kulit kepala merupakan bagian dari kulit yang memiliki lapisan pelindung untuk menjaga kelembapan dan melindunginya dari berbagai iritan. Lapisan ini juga membantu menciptakan lingkungan yang sehat bagi folikel dan pertumbuhan rambut.

Dr. Nichola Conlon, ahli biologi molekuler yang berspesialisasi dalam penuaan sel dan umur panjang, dikutip dari Stylist, menjelaskan bahwa scalp barrier memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan tempat rambut tumbuh. Menurutnya, lapisan pelindung ini bekerja dengan mempertahankan kelembapan sekaligus mencegah masuknya iritan.

“Kulit kepala adalah kulit, sehingga memiliki jenis lapisan pelindung yang sama seperti bagian tubuh lainnya. Fungsinya adalah menjaga kelembapan tetap berada di dalam dan mencegah iritan masuk, serta sangat penting untuk mempertahankan lingkungan pertumbuhan rambut yang seimbang,” ujar Dr. Nichola Conlon.

2. Scalp barrier yang rusak bisa memengaruhi kesehatan rambut

ilustrasi perempuan mengeringkan rambut (unsplash.com/themephotos)

Kulit kepala setiap hari terpapar polusi, penumpukan produk, terlalu sering keramas, hingga mikroorganisme alami yang dapat mengganggu scalp barrier. Jika lapisan ini terganggu, kulit kepala bisa menjadi kering, gatal, dan mengelupas, sementara rambut terasa lebih lemah, kehilangan volume, atau lebih mudah rontok.

Masalah tersebut bahkan bisa muncul tanpa perubahan dalam rutinitas perawatan rambut. Jadi ketika kondisi rambut tiba-tiba berubah atau kulit kepala mulai terasa tidak nyaman, jangan hanya fokus mengganti produk untuk batang rambut karena penyebabnya bisa berasal dari scalp barrier yang tidak seimbang.

“Seiring waktu, berbagai faktor tersebut dapat mengganggu lapisan pelindung kulit kepala, menyebabkan kulit kering, gatal, mengelupas, dan dalam beberapa kasus bahkan meningkatkan kerontokan rambut,” ujar Dr. Nichola Conlon.

3. Bersihkan kulit kepala tanpa mengganggu lapisan pelindungnya

ilustrasi menyisir rambut (pexels.com/karolinagrabowska)

Menjaga kebersihan kulit kepala penting untuk mengangkat minyak, keringat, kotoran, dan sisa produk. Namun, terlalu sering keramas atau memakai sampo yang keras dapat menghilangkan minyak alami sehingga mengganggu scalp barrier. Karena itu, pilih sampo lembut dan sesuaikan frekuensi keramas dengan kondisi rambut serta kulit kepala.

Eksfoliasi juga membantu mengangkat sel kulit mati dan penumpukan produk, tetapi jangan dilakukan berlebihan. Eksfoliasi yang terlalu sering atau agresif justru bisa memicu iritasi, kekeringan, dan pengelupasan. Intinya, bersihkan kulit kepala secukupnya tanpa mengganggu keseimbangan alaminya.

4. Jaga hidrasi kulit kepala dengan bahan yang tepat

ilustrasi rambut panjang (pexels.com/element5)

Kulit kepala membutuhkan kelembapan agar scalp barrier tetap berfungsi dengan baik. Bahan seperti hyaluronic acid, niacinamide, peptide, dan gliserin dapat membantu menjaga hidrasi sekaligus mendukung lapisan pelindung kulit kepala.

Perawatannya pun gak perlu rumit karena kamu bisa memilih serum atau tonik bertekstur ringan sesuai kondisi kulit kepala. Gunakan secara konsisten, tetapi hindari terlalu banyak produk karena dapat menumpuk dan membuat kulit kepala terasa tidak nyaman.

5. Lindungi scalp barrier dari panas dan faktor lingkungan

ilustrasi blow out rambut (unsplash.com/awcreativeut)

Kulit kepala dan rambut setiap hari terpapar panas alat styling, sinar UV, polusi, hingga kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan keduanya. Jika terjadi terus-menerus, paparan tersebut bisa mengganggu scalp barrier dan membuat rambut lebih rentan mengalami masalah. Karena itu, perlindungan dari faktor eksternal sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian.

Batasi penggunaan alat styling bersuhu tinggi dan gunakan heat protectant saat menata rambut. Ketika beraktivitas di luar ruangan, kamu juga bisa memakai topi atau gaya rambut yang lebih protektif untuk mengurangi paparan langsung. Meski sederhana, kebiasaan ini dapat membantu menjaga kulit kepala dan rambut tetap terlindungi.

6. Merawat scalp barrier berarti mendukung pertumbuhan rambut

ilustrasi menata rambut (pexels.com/lorenavillarreal)

Perawatan rambut sebaiknya tidak hanya berfokus pada batang dan ujung rambut karena kulit kepala merupakan tempat folikel sekaligus lingkungan awal pertumbuhan rambut. Menjaga scalp barrier tetap seimbang dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi rambut untuk tumbuh.

Menurut Dr. Conlon, merawat kulit kepala berarti turut menjaga kondisi yang menjadi dasar pertumbuhan rambut. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti membersihkan dengan lembut, menjaga hidrasi, dan menghindari iritasi berlebihan juga penting untuk mendukung kesehatan rambut.

“Ketika kita mendukung kesehatan kulit kepala, sebenarnya kita sedang mendukung kondisi yang menjadi dasar bagi pertumbuhan rambut yang sehat,” ujar Dr. Nichola Conlo.

Rambut sehat gak cuma bergantung pada produk yang dipakai di batang rambut, tetapi juga kondisi kulit kepala sebagai tempat rambut tumbuh. Jadi, jangan lupa rawat scalp barrier karena rambut yang kuat dan sehat juga dimulai dari kulit kepala.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article